Berita / SBN / Artikel

Tiga Risiko Investasi di ORI020 dan Cara Mitigasinya

Salah satu risiko berinvestasi ORI020 adalah risiko gagal bayar, namun risiko ini hampir tidak ada karena pembayaran pokok dan imbalan dijamin oleh negara dan undang-undang
Abdul Malik • 05 Oct 2021
cover

Ilustrasi perempuan investor sedang mempelajari potensi risiko investasi di ORI020. (shutterstock)

Bareksa.com - Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI020 telah resmi dibuka masa penawarannya sejak kemarin, Senin (4/10/2021). ORI020 merupakan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel kelima yang diterbitkan pada tahun ini.

Pemerintah menetapkan imbal hasil atau kupon ORI020 sebesar 4,95 persen, lebih rendah dibandingkan seri SBN Ritel sebelumnya. Meski begitu, minat investor pada produk investasi yang aman, mudah, dan menguntungkan ini tetap tinggi.

Hal tersebut nampak pada besaran nilai pemesanan ORI020 yang menembus Rp1 triliun pada sekitar pukul 21.00 WIB, atau dalam hitungan 12 jam sejak mulai ditawarkan pada Senin (4/10/2021) Pukul 09.00 WIB. Masa penawaran ORI020 akan berlangsung hingga 21 Oktober pukul 10.00 WIB.

Ingin berinvestasi di ORI020? Jika iya, ada baiknya memahami tiga risiko berinvestasi di ORI020 karena seperti halnya instrumen investasi di pasar keuangan, ORI020juga memiliki risiko.

Berikut penjelasan risiko berinvestasi ORI020 berdasarkan Memorandum Informasi ORI020, yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan :

1. Risiko gagal bayar (default risk)

Yaitu risiko di mana investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo kupon dan pokok.

Mitigasi risiko :

ORI tidak mempunyai risiko gagal bayar mengingat berdasarkan Undang-Undang Surat Utang Negara (SUN), negara menjamin pembayaran kupon dan pokok SUN, termasuk ORI020 sampai dengan jatuh tempo yang dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya.

2. Risiko pasar (market risk)

Yaitu Kerugian (capital loss) dapat terjadi apabila Investor menjual ORI di Pasar Sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga belinya.

Mitigasi risiko :

Investor tidak menjual ORI sampai dengan jatuh tempo dan hanya menjual ORI jika harga jual (pasar) lebih tinggi daripada harga beli setelah dikurangi biaya transaksi.

Pada saat harga pasar turun, Investor tetap mendapat kupon setiap bulan sampai jatuh tempo. Investor tetap menerima pelunasan pokok 100 persen ketika ORI jatuh tempo.

Investor juga dapat menjaminkan ORI dalam pengajuan pinjaman ke bank umum, lembaga keuangan lainnya, sebagai jaminan dalam transaksi efek di pasar modal, atau dijual kepada mitra distribusi.

Ketentuan dan persyaratan berkaitan dengan penggunaan ORI sebagai jaminan/agunan tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing bank dan lembaga keuangan lainnya.

3. Risiko likuiditas (liquidity risk)

Yaitu risiko di mana investor tidak dapat menjual/ mencairkan produk investasi dalam waktu yang cepat pada harga yang wajar. Hanya saja, risiko likuiditas dapat terjadi apabila investor membutuhkan dana dalam waktu cepat akan tetapi ORI tidak dapat dijual pada harga yang wajar.

Mitigasi risiko :

Risiko ketiga ini dapat dihindari karena ORI dapat dijadikan sebagai jaminan dalam pengajuan pinjaman ke bank umum, lembaga keuangan lainnya, sebagai jaminan dalam transaksi efek di pasar modal, atau dijual kepada mitra distribusi.

Ketentuan dan persyaratan berkaitan dengan penggunaan ORI sebagai jaminan/agunan tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing bank dan lembaga keuangan lainnya.

Jadi makin yakin berinvestasi sekaligus bantu negara dengan investasi ORI020 kan?

​(Martina Priyanti/AM)​

​​***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

ORI020 merupakan salah satu jenis SBN Ritel yang memiliki fitur bisa diperdagangkan dengan tenor 3 tahun. Nilai investasi minimal Rp1 juta dan maksimal Rp2 miliar.

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.