Berita / SBN / Artikel

ORI020 Segera Terbit, Begini Peran dan Historikal Kupon Obligasi Negara Ritel

Selain berfungsi sebagai salah satu sumber pembiayaan APBN, ORI juga menjadi alternatif investasi bagi masyarakat
Abdul Malik • 15 Sep 2021
cover

Ilustrasi investasi di obligasi korporasi maupun obligasi negara atau SBN, baik SUN, SBSN, Sukuk hingga ORI. (Shutterstock)

Bareksa.com - Obligasi Negara Ritel (ORI) merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia atau ritel, melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana. Nah, pemerintah akan kembali menawarkan ORI kepada masyarakat Indonesia dengan seri ORI020 sebagai alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan.

ORI020 merupakan SBN ritel kelima dari enam yang rencananya akan diterbitkan pada tahun ini. Jika menilik jadwal rencana penerbitan SBN Ritel yang dirilis Kementerian Keuangan pada awal tahun ini, ORI020 akan diterbitkan pada 4 Oktober 2021.

Tapi kapan pastinya, "Untuk jadwal (penerbitan) ORI020 masih dalam pembahasan internal," kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan, Deni Ridwan kepada Bareksa, Selasa malam (14/9/2021).

Pemerintah telah menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI019 pada Januari - Februari, Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR014 pada Februari - Maret 2021, Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR010 pada Juni-Juli 2021, dan Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR015 pada Agustus-September 2021.

Dari rencana penerbitan enam SBN Ritel pada tahun ini, pemerintah menargetkan bisa meraih dana Rp80 triliun. Dari target itu, sekitar Rp77,25 triliun telah terelisasi dari hasil penjualan SR014, ORI019, SBR010, dan SR015.

ORI Berperan Strategis

Investor, Obligasi Negara Ritel atau ORI pertama kali diterbitkan pada 2006. Kementerian Keuangan menyebutkan penerbitan ORI sendiri memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional. Selain berfungsi sebagai salah satu sumber pembiayaan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ORI juga menjadi alternatif investasi bagi masyarakat, khususnya investor ritel.

Penerbitan ORI juga merupakan salah satu strategi pemerintah untuk melakukan pendalaman pasar Surat Berharga Negara, dengan memanfaatkan potensi besarnya jumlah penduduk Indonesia. Selain itu, penerbitan ORI juga mendukung terwujudnya masyarakat yang berorientasi pada investasi jangka menengah dan panjang.

"Yang tidak kalah penting, melalui penerbitan ORI, pemerintah bermaksud mewujudkan cita-cita kemandirian dalam pembiayaan pembangunan," sebut pemerintah dalam laman resmi Kementerian Keuangan yang mengulas mengenai ORI.

Historikal Kupon ORI

Kementerian Keuangan mencatat kupon tertinggi dari 19 seri ORI yang sudah diterbitkan terjadi pada penerbitan seri ORI001 yakni 12,05 persen. Sementara itu kupon terendah pada seri ORI009 sebesar 6,25 persen yang terbit pada 2012.

Berikut historikal kupon ORI :

Seri
Kupon (%)
Tahun Penerbitan
ORI001
12,05
2006
ORI002
9,28
2007
ORI003
9,4
2007
ORI004
9,5
2008
ORI005
11,45
2008
ORI006
9,35
2009
ORI007
7,95
2010
ORI008
7,3
2011
ORI009
6,25
2012
ORI010
8,5
2013
ORI011
8,5
2014
ORI012
9
2015
ORI013
6,6
2016
ORI014
5,85
2017
ORI015
8,25
2018
ORI016
6,8
2019
ORI017
6,4
2020
ORI018
5,7
2020
ORI019
5,57
2021

Sumber : Kemenkeu, diolah Bareksa

Kupon atau keuntungan ORI mirip dengan suku bunga acuan (BI Rate atau BI 7DRRR) saat masa penawaran. Bahkan kuponnya selalu cenderung lebih tinggi dari suku bunga bank sentral pada masa penawaran, kecuali ORI seri pertama, karena berupaya menarik investor individual (ritel) untuk masuk ke dalam instrumen ini. Kupon ORI bersifat tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo.

ORI juga memiliki keuntungan lain bagi investornya. ORI adalah instrumen surat utang yang 100 persen dijamin oleh negara sebagai salah satu jenis Surat Berharga Negara (SBN). Bagaimana siap berinvestasi di ORI?

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

ORI020 merupakan salah satu jenis SBN Ritel yang memiliki fitur bisa diperdagangkan dengan tenor 3 tahun. Nilai investasi minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.