Berita / SBN / Artikel

Yield SUN Diperkirakan Menguat ke Level 6 Persen

Hal ini didukung oleh tingkat inflasi yang rendah dan suku bunga acuan Bank Indonesia di 3,75 persen
Abdul Malik • 21 Dec 2020
cover

Ilustrasi petugas Kementerian Keuangan sedang melayani pemesanan SBN di kantor Kementerian Keuangan. (Sumber : Kemenkeu)

Bareksa.com - Harga Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan akan menguat pekan ini sehingga yield bisa berada di level 6 persen. Hal ini didukung oleh kondisi makro ekonomi yang stabil dan permintaan yang meningkat.

Head of Economy Research PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C Permana mengatakan, harga surat utang negara (SUN) berpeluang menguat pekan ini sehingga yield SUN akan bergerak di bawah 6 persen. Hal ini didukung oleh tingkat inflasi yang rendah dan suku bunga acuan Bank Indonesia yang berada di level 3,75 persen.

"Waktu BI 7 Days reverse repo rate (7DRRR) berada di 5,25 persen, yield SUN mencapai 6,2-6,3 persen. Sekarang sudah 3,75 persen sehingga seharusnya yield SUN bisa menurun di bawah 6%," kata dia di Jakarta akhir pekan lalu.

Dari sisi fundamental, menurut Fikri tidak ada hal yang bisa menghambat penguatan SUN tersebut. Namun memang patut diperhatikan hal-hal yang bersifat non fundamental seperti perkembangan US Treasury 10 years yang saat ini masih berada di level 0,9-1 persen.

"Hal lainnya mungkin ada demo lanjutan di dalam negeri," papar dia.

Fund Manager Siap Tutup Buku

Di lain pihak, Associate Director of Fixed Income PT Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, pada minggu ini, lelang SUN sudah tidak ada lagi karena lelang terakhir dilakukan pada minggu lalu. Perusahaan fund manager juga sudah menutup buku sehingga praktis suplai obligasi hampir tidak ada.

Namun demikian, permintaan SUN tetap baik. Hal ini juga didukung tingkat bunga acuan yang rendah, di level 3,75 persen. Di samping itu, credit default swap (CDS) Indonesia juga menurun sehingga menunjukkan risiko gagal bayar Indonesia menurun.

"Ditambah juga dengan arus modal asing yang mulai masuk ke pasar SUN," kata dia.

Dengan perkembangan ini, harga SUN diperkirakan akan menguat. Posisi terakhir, yield SUN berada di level 6,11 persen dengan banyaknya sentimen positif, yield SUN bisa menguat dan turun ke level 6 persen.

"Penguatan harga SUN ini bisa menjadi stimulus investor untuk berinvestasi di SUN dan seri benchmark yakni tenor 10 tahun bisa menjadi pilihan," papar dia.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus mengatakan, arus modal asing belum masuk ke pasar obligasi dalam negeri. Sehingga, investor yang berinvestasi di SUN adalah investor lokal dan Bank Indonesia.

"Penyebab asing belum masuk ke pasar SUN Indonesia karena faktor X, yakni virus corona masih membayangi perekonomian Indonesia. Investor asing tampaknya masih memilih negara tempat menempatkan dananya," ujar dia.

Namun demikian, pelaku pasar dan investor dalam negeri tetap optimistis perekonomian Indonesia akan membaik sehingga mereka mulai masuk ke obligasi jangka menengah hingga panjang. Oleh sebab itu, Nico melihat bahwa pelaku pasar dan investor sudah tidak bermain pada jangka pendek kembali sehingga yield curve juga dapat lebih terjaga imbal hasilnya antara setiap durasi.

(K09/AM)

***
Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil namun juga membantu pembiayaan APBN untuk pembangunan negara. Tunggu penerbitan SBN Ritel berikutnya di Bareksa. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan ST007.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.