Berita / SBN / Artikel

Investor Wait and See Pilpres AS, Lelang 7 Seri SUN Raih Penawaran Rp66,3 Triliun

Total nominal yang dimenangkan dari tujuh seri SUN yang ditawarkan tersebut Rp29,5 triliun
Abdul Malik • 03 Nov 2020
cover

Plt Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan. (dok. Humas DJPPR Kemenkeu)

Bareksa.com - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan mengumumkan telah melaksanakan lelang Surat Utang Negara pada hari ini, 3 November 2020 untuk seri SPN12210205 (reopening), SPN12211104 (new issuance), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0080 (reopening), FR0083 (reopening) dan FR0076 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

"Total penawaran yang masuk Rp66.268.400.000.000 (Rp66,3 triliun)," ungkap DJPPR Kemenkeu dalam keterangannya (3/11/2020).

Rinciannya sebagai berikut :

Sumber : DJPPR Kemenkeu

DJPPR Kemenkeu menyatakan sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, Menteri Keuangan menetapkan hasil lelang sebagai berikut :

Sumber : Kemenkeu

"Total nominal yang dimenangkan dari tujuh seri SUN yang ditawarkan tersebut ialah Rp29,5 triliun," kata DJPPR Kemenkeu.

Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu, Deni Ridwan, menyatakan ada empat catatan penting dari hasil lelang SUN hari ini. Pertama, lelang SUN hari ini diwarnai aksi wait and see investor terkait hasil Pemilu Presiden di Amerika Serikat. "Namun demikian incoming bids cukup besar mencapai Rp66,27 triliun dengan bid to cover ratio 2,24 kali," ujar Deni.

Kedua, incoming bids terbesar masih belum berubah dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya yaitu pada tenor 10, 15 dan 5 tahun.  Ketiga, imbal hasil yang ditawarkan oleh investor pada lelang pada hari ini cukup kompetitif yang tercermin dari penurunan weighted average yield(WAY) untuk tenor 10 dan 15 tahun sebesar 10 dan 11 bps dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya.

"Kelima, pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan Rp29,5 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya, dengan mempertimbangkan incoming bids pada lelang hari ini, yield/imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan sampai dengan akhir tahun termasuk untuk pembiayaan program Pemulihan Ekonomi Nasional," Deni menjelaskan.

Untuk diketahui, para pelaku pasar saat ini fokus pada pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang akan digelar pada 3 November 2020 (waktu AS). Pertarungan calon presiden petahana dari Partai Republik Donald Trump melawan Joe Biden mantan wakil presiden AS yang merupakan calon dari Partai Demokrat untuk menduduki kursi AS 1 memang menjadi sorotan pelaku pasar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah membuka masa penawaran Green Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan seri ST007 pada 4-25 November 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan ORI018.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.