Berita / SBN / Artikel

Jelang FOMC dan RDG BI, SR013 Semakin Menarik Jika Suku Bunga Turun

Pelaku pasar memprediksi, tingkat suku bunga acuan The Fed bakal tetap dipertahankan pada level 0-25 persen
Bareksa • 14 Sep 2020
cover

Logo Bank Indonesia (shutterstock)

Bareksa.com - Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve akan mengadakan rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) pada Selasa-Rabu, 15-16 September 2020. Disusul Bank Indonesia (BI) yang akan melaksanakan Rapat Dewan Gubernur BI (RDG BI) pada Rabu-Kamis, 16-17 September 2020. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memprediksi, tingkat suku bunga acuan The Fed bakal tetap dipertahankan pada level 0-25 persen.

BI Berpotensi Menurunkan Suku Bunga

Menurut analisis Bareksa, Bank Indonesia berpotensi untuk menurunkan suku bunga. Apabila BI kembali menurunkan BI 7-day (Reverse) Repo Rate, maka akan menimbulkan risiko yang cukup besar, terutama dari sisi rupiah yang berpotensi melemah mendekati level Rp15.000. Salah satu alasan kuat jika Bank Indonesia menurunkan suku bunga ialah karena adanya deflasi pada Agustus 2020.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, telah terjadi dua kali deflasi pada tahun ini, yakni 0,1 persen pada Juli 2020 dan 0,05 persen pada Agustus 2020. Adapun  inflasi pada Agustus tercatat 1,32 persen year on year, dan diperkirakan akan terus rendah karena deflasi semakin besar.

Hal ini akan berdampak positif bagi real yield Indonesia yang berada di level 5,57 persen dan paling tinggi di antara negara regional setara negara berkembang (peers) termasuk India yang hanya 0,94 persen.

Sebagai catatan, peringkat (rating) utang Indonesia satu notch lebih tinggi daripada peringkat utang India, sedangkan yield Indonesia lebih tinggi sehingga obligasi negara Indonesia tentu lebih menarik. Hal itu yang membuat analisis kami melihat bahwa Bank Indonesia masih mempunyai ruang untuk menurunkan suku bunga walaupun terbatas.

SR013 Semakin Menarik Jika Suku Bunga Turun

Sebagai informasi, saat ini ada jenis SBN ritel yang sedang ditawarkan oleh pemerintah yaitu Sukuk Ritel SR013 selama masa penawaran 28 Agustus - 23 September 2020. Imbal hasil (kupon) yang ditawarkan oleh SR013 sebesar 6,05 persen per tahun dengan jangka waktu 3 tahun.

Berdasarkan Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) per 11 september 2020, yield obligasi pemerintah dengan maturity 3 tahun berada di level 5,05 persen saat ini. Sehingga, dengan perbedaan 1 persen terhadap kupon SR013, sangat menarik apabila suku bunga terjadi penurunan di bulan September, mengingat harga obligasi di pasar sekunder berpotensi melanjutkan penguatannya.

SR013 bersifat tradable alias bisa diperdagangkan di pasar sekunder setelah dua kali pembayaran kupon, yaitu mulai 11 Desember 2020.

(KA02/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemesanan SR013 secara online di Bareksa hanya bisa dilakukan pada masa penawaran 28 Agustus - 23 September 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SR013.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.