Berita / SBN / Artikel

Pemerintah Raih Penawaran Rp105,27 Triliun dari Lelang 7 Seri SUN

Pelaksanaan lelang sesuai PMK tentang Pelaksanaan Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Covid-19
Bareksa • 03 Jun 2020
cover

Ilustrasi Surat Utang Negara (SUN) - (AntaraFoto)

Bareksa.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan pada hari ini (2/6/2020), telah melaksanakan lelang 7 seri Surat Utang Negara (SUN). Seri SUN yang dilelang adalah SPN03200903 (new issuance), SPN12210603 (new issuance), FR0081 (reopening), FR0082 (reopening), FR0080 (reopening), FR0083 (reopening), dan FR0076 (reopening).

Lelang 7 seri SUN hari ini dilakukan dengan menggunakan sistem lelang Bank Indonesia (BI). "Total penawaran yang masuk Rp105,27 triliun," sebut keterangan tertulis DJPPR Kementerian Keuangan seperti dikutip Bareksa, Selasa (2/6/2020).

Seri SUN yang terbanyak menerima penawaran adalah FR0082 senilai Rp44,48 triliun dan FR0081 senilai Rp25,15 triliun. Disusul SUN seri FR0080, FR0083, dan FR0076 yang masing-masing mendapat penawaran Rp15,55 triliun, Rp10,67 triliun dan Rp7,39 triliun.

Sedangkan SPN03200903 dan SPN12210603, masing-masing mendapatkan penawaran lelang Rp150 miliar dan Rp1,5 triliun.

Rincian penawaran masuk atas tujuh seri SUN yang ditawarkan sebagai berikut :


Sumber : DJPPR Kementerian Keuangan

"Total nominal yang dimenangkan pemerintah dari tujuh seri SUN yang ditawarkan Rp24,35 triliun," demikian tulis DJPPR Kementerian Keuangan.

Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara (SUN), menteri keuangan menetapkan hasil lelang sebagai berikut:


Sumber : DJPPR Kementerian Keuangan

Sebelumnya disampaikan,  lelang ketujuh seri SUN pada hari ini akan diikuti oleh peserta lelang yakni Pertama, Dealer Utama: Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia, Tbk., PT Bank Danamon Indonesia, Tbk., PT Bank Maybank Indonesia, Tbk., PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank OCBC NISP, Tbk., PT Bank Panin, Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk., PT Bank Permata, Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank ANZ Indonesia., Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A., PT. Bahana Sekuritas, PT. Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, dan PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk.

Kedua, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Ketiga, Bank Indonesia (BI).

"Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik (PMK No. 168/PMK.08/2019) dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38/PMK.02/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (PMK No. 38/PMK.02/2020)," sebut laman DJPPR Kementerian Keuangan.

(AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR012 mulai 24 Februari 2020 dan telah berakhir pada 18 Maret 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN seri selanjutnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.