Berita / Kategori / Artikel

Lelang 7 Seri SUN Kantongi Penawaran Hingga Rp78,41 Triliun

Pemerintah menyerap Rp17,5 triliun dari lelang SUN hari ini
• 03 Mar 2020
cover

Pegawai Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan sedang memberikan penjelasan kepada nasabah perihal Surat Berharga Negara (SBN) ritel baik itu Savings Bond Ritel (SBR) atau Sukuk Tabungan di stan DJPPR Kemenkeu dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2019 di Jakarta (24/08/2019) (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan pada hari ini (3/3/2020), telah melaksanakan lelang 7 seri Surat Utang Negara (SUN). Seri SUN yang dilelang adalah SPN03200604 (new issuance), SPN12210304 (new issuance), FR0081 (reopening), FR0082 (reopening), FR0080 (reopening), FR0083 (reopening), dan FR0076 (reopening).

Lelang 7 seri SUN hari ini dilakukan dengan menggunakan sistem lelang Bank Indonesia (BI). "Total penawaran yang masuk sebesar Rp78,41 triliun," sebut keterangan tertulis DJPPR Kementerian Keuangan, Selasa (3/3).

Seri SUN yang terbanyak mendapatkan penawaran adalah FR0081 yakni mencapai Rp19,31 triliun disusul, FR0082 yang tercatat mengantongi penawaran sebesar Rp17,91 triliun.

Kemudian seri SUN selanjutnya terbesar memperoleh penawaran masuk adalah SPN12210304 yakni Rp17,65 triliun dan SPN03200604 yang mendapat tawaran hingga Rp10,81 triliun. Sementara itu seri FR0080, FR0083, dan FR0076, masing-masing mendapatkan penawaran masuk Rp7,35 triliun, Rp3,07 triliun dan Rp2,28 triliun.

Meski memperoleh banyak permintaan penawaran, pada lelang tujuh seri SUN kemarin, pemerintah hanya menyerap Rp17,5 triliun.

Adapun hasil lelang ketujuh seri SUN hari ini, sebagai berikut :

1. SPN03200604, jatuh tempo 4 Juni 2020 dengan imbalan diskonto.
2. SPN12210304, jatuh tempo 4 Maret 2021, dengan imbalan diskonto.
3. FR0081, jatuh tempo 15 Juni 2025, dengan imbalan 6,5 persen.
4. FR0082, jatuh tempo 15 September 2030 dengan imbalan 7 persen.
5. FR0080, jatuh tempo 15 Juni 2035 dengan imbalan 7,5 persen.
6. FR0083, jatuh tempo 15 April 2040 dengan imbalan 7,5 persen.
7. FR0076, jatuh tempo 15 Mei 2048 dengan imbalan 7,375 persen.

Hasil Lelang 7 Seri SUN


Sumber : DJPPR Kementerian Keuangan

Sebelumnya DJPPR Kementerian Keuangan menyebutkan, peserta lelang 7 seri SUN pada hari ini dibagi menjadi tiga yakni pertama, dealer utama: Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia, Tbk., PT Bank Danamon Indonesia, Tbk., PT Bank Maybank Indonesia, Tbk., PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank OCBC NISP, Tbk., PT Bank Panin, Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk., PT Bank Permata, Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank ANZ Indonesia., Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A., PT. Bahana Sekuritas, PT. Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk. Kemudian kedua, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan ketiga Bank Indonesia (BI).

(AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah telah resmi membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR012 mulai 24 Februari 2020. Masa penawaran investasi syariah itu hingga 18 Maret 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Tags: