BeritaArrow iconSBNArrow iconArtikel

Maksimal Pembelian Rp3 Miliar, ST004 Jadi Aset Defensif Nasabah Kaya

Bareksa16 Mei 2019
Tags:
Maksimal Pembelian Rp3 Miliar, ST004 Jadi Aset Defensif Nasabah Kaya
EVP, Head of Wealth Management & Client Growth Commonwealth Bank Ivan Jaya (Bareksa/AM)

Cocok untuk kondisi pasar yang volatile dikarenakan locking period jangka pendek yaitu 2 tahun

Bareksa.com – Peminat Sukuk Tabungan seri ST004 datang dari berbagai kalangan. Tak terkecuali masyarakat dengan tingkat penghasilan tinggi alias nasabah kaya. Namun para nasabah kaya ini tak lantas memborong ST004. Pasalnya, nilai maksimal pembelian ST004 dibatasi Rp3 miliar.

Seperti penuturan Head of Wealth Management and Client Growth of Bank Commonwealth Ivan Jaya kepada Bareksa, Rabu, 15 Mei 2019. Ivan menyampaikan, secara singkat tidak melihat adanya peralihan tren investasi nasabah kaya perbankan ke instrumen ST004.

“Dikarenakan memang positioning ST004 yang memang diperuntukkan untuk nasabah yang sangat ritel dengan ticket-size yang tidak besar,” ujar Ivan.

Ivan menjelaskan hal ini bisa dilihat dari data penjualan ST003 lalu di Februari 2019 di mana lebih dari 50 persen didominasi oleh generasi milenial, dan hampir 40 persen pekerjaan pembeli instrumen ini adalah pegawai swasta.

Ivan juga melihat rata-rata volume pembelian per investor semakin ritel, sebagai contoh ST003 sebesar Rp224 juta atau mempunyai tingkat keritelan yang lebih baik dibandingkan ST002 yang sebesar Rp300 juta dan SBR005 yang sebesar Rp236 juta.

“Segmen nasabah kaya ada yang ikut membeli produk seri sukuk tabungan ini, sebagai contoh hampir 15 persen dari pembeli ST003 lalu adalah nasabah dari kalangan wiraswasta atau pemilik bisnis, serta dari sisi usia hampir sekitar 20 persen dari keseluruhan pembeli ST003 berumur lebih dari 55 tahun. Hal ini menunjukkan pembeli berasal dari segmen dengan life-stage yang sudah mapan,” imbuh Ivan.

Dari segi alokasi portfolio, sukuk tabungan bisa berperan sebagai aset yang defensif yang cocok untuk kondisi pasar yang volatile dikarenakan locking period jangka pendek yaitu 2 tahun. Ivan menyarankan, sebagian kecil dari portfolio boleh dialokasikan ke instrumen ini.

Selain itu, dengan tren suku bunga yang diperkirakan tetap seperti sekarang, Ivan menilai, Sukuk Tabungan yang mempunyai tingkat imbalan BI 7-day Reverse Repo Rate + hampir 195 bps (untuk ST004) masih memberikan tingkat imbalan yang sangat menarik.

Dihubungi terpisah, Pemimpin Divisi Wealth Management PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Neni Asriany menuturkan, tidak dapat dipungkiri 'nasabah kaya perbankan' niscaya akan mencari instrumen investasi yang memberikan return lebih besar dari instrumen perbankan.

“Namun, tidak lantas dana nasabah serta merta berpindah seluruhnya ke investasi, sebab SUN dibatasi Rp3 miliar per Investor dan juga adanya keperluan transaksi nasabah di perbankan,” jelasnya.

Neni berpendapat, imbal hasil 7,95 persen ST004 turun dibandingkan imbal hasil 8,15 persen untuk ST003 dan 8,3 persen untuk ST002 setidaknya memberikan pengaruh terhadap minat investor. “Menurut kami hal ini akan cukup berefek pula pada penurunan minat Investor terhadap ST004,” tambahnya.

Seperti diketahui, masa penawaran ST004 telah berlangsung sejak 3 Mei 2019 dan akan berakhir pada 21 Mei 2019. Instrumen investasi dengan imbal hasil 7,95 persen dengan sistem perhitungan imbalan floating with floor ini akan jatuh tempo pada 10 Mei 2021.

ST004 juga dinilai lebih baik dari deposito perbankan. Deposito tidak bisa dicairkan lebih awal sebelum jatuh tempo, kecuali ada denda pinalti dan administrasi. Namun, Sukuk Tabungan bisa dicairkan lebih awal dengan fasilitas early redemption setelah investasi selama setahun, dengan minimal kepemilikan Rp2 juta.

Simpanan masyarakat di deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar. Akan tetapi, Sukuk Tabungan dijamin 100 persen oleh pemerintah, atau hingga nilai maksimal Rp3 miliar per investor.

Dilihat dari sisi imbal hasil atau keuntungan, ST004 menawarkan imbalan yang menarik, yakni 7,95 persen per tahun. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata imbalan deposito perbankan per 13 Mei 2019 (menurut data Pusat Informasi Pasar Uang Bank Indonesia) yang sebesar 6 persen per tahun.

Selain itu, imbalan ST004 masih bisa naik bila tingkat imbalan acuan naik tetapi tidak bisa turun dari batas minimal, sedangkan deposito bisa berubah sesuai dengan ketentuan di bank. Ditambah lagi, pajak untuk imbalan ST004 hanya 15 persen, lebih kecil dari pajak bunga deposito 20 persen.

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa adalah salah satu mitra distribusi (midis) untuk penjualan surat utang negara ritel yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan. Transaksi online di Bareksa mudah dan bisa dilakukan kapan saja.

Pembelian ST004 hanya bisa dilakukan pada periode penawaran 3-21 Mei 2019. Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan ST004 di Bareksa.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki agar bisa memesan produk Sukuk atau SBN di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di Sukuk dan produk SBN lainnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP, ini caranya.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli Sukuk dan produk SBN lainnya? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

Perlu dicatat, Sukuk Tabungan terbuka bagi masyarakat Indonesia dari kalangan manapun, tanpa memandang latar belakang keyakinan. Kehadiran Sukuk Tabungan ini tentunya memberikan alternatif untuk menyimpan uang pada instrumen yang menghasilkan potensi imbal yang cukup menarik.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Empty Illustration

Produk Belum Tersedia

Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua