BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Hari Ini: AMRT, BBNI, BREN & MDKA, IHSG Berpeluang Rebound

14 Oktober 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Hari Ini: AMRT, BBNI, BREN & MDKA, IHSG Berpeluang Rebound
Gedung kantor pusat PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau Bank BNI di Jakarta. (Shutterstock)

Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia 14 Oktober 2026 menyoroti AMRT, BBNI, BREN, dan MDKA sebagai pilihan trading jangka pendek. IHSG diprediksi berpeluang ditutup lebih tinggi di 5.829–5.995.

Bareksa – Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (14/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 0,17% ke 5.926 pada Selasa (13/10/2026), meski investor asing mencatat beli bersih (net buy) Rp570 miliar.

Sektor properti (1,83%), kesehatan (0,53%), dan energi (0,4%) menguat, sementara teknologi (–0,95%), barang konsumsi nonprimer (–0,61%), dan keuangan (–0,18%) melemah. BBRI, TLKM, dan ASII menjadi penekan utama indeks, sementara rupiah menguat 7 poin ke Rp17.896/US$.

Dari global, bursa saham AS melemah tipis karena investor menanti rilis inflasi AS September pada Rabu (14/10) waktu AS, yang dapat memengaruhi arah suku bunga The Fed. Bursa Asia bergerak beragam, dengan Kospi anjlok 5,46% akibat kekhawatiran valuasi saham kecerdasan buatan (AI). Untuk Rabu (14/10/2026), IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.829–5.995 dengan peluang rebound.

Promo Terbaru di Bareksa

Berikut rekomendasi saham hari ini berdasarkan riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia.

1. AMRT – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

  • Harga Terakhir: Rp1.250 (13/10/2026)

  • Rekomendasi: Speculative Buy

  • Harga Masuk: Rp1.250

  • Target Harga: Rp1.305

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.210

Analisis: Saham AMRT naik 1,21% dan bergerak mendatar (sideways) di kisaran Rp1.220–1.300 setelah tren turun yang panjang, menandakan tekanan jual mulai stabil. Stochastic berbalik naik dari dekat area jenuh jual (oversold). Penembusan Rp1.300 menjadi sinyal awal penguatan, dengan resistance berikutnya di Rp1.350–1.400.

Beli Saham AMRT di Sini

2. BBNI – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

  • Harga Terakhir: Rp3.400 (13/10/2026)

  • Rekomendasi: Speculative Buy

  • Harga Masuk: Rp3.400

  • Target Harga: Rp3.520

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp3.370

Analisis: Saham BBNI naik 0,59% setelah memantul dari area support kunci Rp3.380–3.400, menandakan minat beli mulai muncul. Stochastic dekat area jenuh jual dan mulai berbalik naik. Jika support bertahan, harga berpeluang menguji resistance Rp3.450–3.500 dan Rp3.600, meski masih perlu konfirmasi kenaikan volume.

Beli Saham BBNI

3. BREN – PT Barito Renewables Energy Tbk

  • Harga Terakhir: Rp2.430 (13/10/2026)

  • Rekomendasi: Speculative Buy

  • Harga Masuk: Rp2.430

  • Target Harga: Rp2.660

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp2.270

Analisis: Saham BREN naik 1,67% setelah anjlok 11,48% sehari sebelumnya. Kondisi jenuh jual menandakan tekanan jual mungkin mendekati titik jenuh, sehingga terbuka peluang rebound teknikal. Namun, pemulihan masih perlu dikonfirmasi oleh kenaikan volume dan pola harga yang menguat.

Beli Saham BREN di Sini

4. MDKA – PT Merdeka Copper Gold Tbk

  • Harga Terakhir: Rp2.900 (13/10/2026)

  • Rekomendasi: Speculative Buy

  • Harga Masuk: Rp2.900

  • Target Harga: Rp3.090

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp2.790

Analisis: Saham MDKA naik 1,05% dan berkonsolidasi di sekitar Rp2.900 setelah pemulihan sebelumnya, mengindikasikan potensi pembentukan dasar harga. Harga tetap bertahan di atas area support kunci Rp2.740–2.800, membuka peluang rebound teknikal jika momentum beli menguat.

Beli Saham MDKA di Sini

Ringkasan Rekomendasi Saham Ciptadana 14/10/2026

Kode Saham

Rekomendasi

Harga Masuk

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

AMRT

Speculative Buy

Rp1.250

Rp1.305

Rp1.210

BBNI

Speculative Buy

Rp3.400

Rp3.520

Rp3.370

BREN

Speculative Buy

Rp2.430

Rp2.660

Rp2.270

MDKA

Speculative Buy

Rp2.900

Rp3.090

Rp2.790

Sumber: Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia, harga terakhir per 13/10/2026

Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar

Secara teknikal, IHSG masih tertekan dan berada di bawah MA55, sehingga tren besar masih bearish. Namun, indeks mendekati area support kunci 5.800–5.900, sehingga ruang penurunan dinilai mulai terbatas. Stochastic yang mendekati area jenuh jual membuka peluang rebound teknikal jangka pendek.

Penembusan 6.000–6.100 menjadi sinyal awal pemulihan, sedangkan penembusan di bawah 5.800 dapat memicu penurunan lanjutan. Untuk 14/10/2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.829–5.995 dengan peluang ditutup lebih tinggi.

Dari makro, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,1% dari 5%. Ciptadana memproyeksikan ekonomi tumbuh 5,2% pada 2026, di bawah target pemerintah 5,4%, dengan inflasi naik ke 3,4% akibat harga pangan dan BBM.

Dari kebijakan, Direktorat Jenderal Pajak memberikan penghapusan sanksi administrasi pajak hingga 100% untuk SPT yang disampaikan hingga 31 Desember 2026. Analis menilai kebijakan ini dapat mendorong kepatuhan pajak jangka pendek.

Dari emiten, BTPS mengusulkan buyback saham hingga Rp1 triliun, setara sekitar 13% kapitalisasi pasarnya. Analis menilai eksekusi menjadi kunci, karena rencana buyback sebelumnya tidak terealisasi.

Faktor Risiko Utama

  • IHSG masih dalam tren bearish. Jika support 5.800 tertembus, penurunan lanjutan dapat terjadi.

  • Data inflasi AS malam ini. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat peluang kenaikan suku bunga The Fed dan menekan pasar saham.

  • BREN masih sangat volatil. Setelah anjlok 11,48% dalam sehari, rebound BREN masih perlu konfirmasi, dan batas ruginya relatif lebar (sekitar 6,6% dari harga masuk).

Kesimpulan

Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia menyoroti AMRT, BBNI, BREN, dan MDKA dengan strategi speculative buy pada 14 Oktober 2026, seiring IHSG yang mendekati area support kunci. Dengan rilis inflasi AS yang menjadi penentu arah pasar, disiplin menerapkan batas rugi tetap menjadi kunci pengelolaan risiko.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Mengapa IHSG diprediksi berpeluang menguat hari ini?

Ciptadana menilai IHSG mendekati area support kunci 5.800–5.900 dengan stochastic di dekat area jenuh jual, sehingga peluang rebound teknikal terbuka.

Mengapa data inflasi AS penting bagi pasar saham Indonesia?

Inflasi AS memengaruhi arah suku bunga The Fed. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, peluang kenaikan bunga AS menguat, yang dapat menekan rupiah dan pasar saham.

Apa arti speculative buy?

Pembelian dengan risiko lebih tinggi untuk memanfaatkan peluang rebound jangka pendek, sehingga perlu disertai batas rugi yang disiplin.

Mengapa asing mencatat beli bersih meski IHSG turun?

Beli bersih asing Rp570 miliar menunjukkan sebagian investor asing mengakumulasi saham tertentu, meski IHSG secara keseluruhan masih tertekan oleh saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, TLKM, dan ASII.

Apa itu buyback saham?

Buyback adalah pembelian kembali saham oleh emiten dari pasar. Langkah ini dapat menopang harga saham dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap nilai perusahaan.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.259,20

Up0,82%
Up3,64%
Up4,37%
Up5,96%
Up23,73%
Up19,59%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.211,85

Up0,55%
Up3,49%
Up4,90%
Up6,24%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.217,67

Up0,52%
Up1,67%
Up2,78%
Up4,07%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.041,27

Down-0,11%
Down-0,86%
Down-0,60%
Up2,20%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua