Rekomendasi Hari Ini: BMRI, ICBP, ISAT & KLBF, Begini Prediksi Arah IHSG
Empat saham pilihan hari ini, 23 September 2026, adalah BMRI, ICBP, ISAT, dan KLBF. Sementara itu, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.029 hingga 6.424, masih dalam tekanan jual.

Empat saham pilihan hari ini, 23 September 2026, adalah BMRI, ICBP, ISAT, dan KLBF. Sementara itu, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.029 hingga 6.424, masih dalam tekanan jual.
Bareksa - Bursa saham Indonesia melemah tajam 1,69% ke level 6.277 pada perdagangan Selasa, 22 September 2026, tertekan aksi jual investor asing senilai Rp132 miliar.
Sebagian besar sektor melemah, dipimpin Energi (-2,76%), Industri (-2,31%), dan Properti (-2,01%), sementara sektor konsumer siklikal jadi satu-satunya yang menguat tipis. Saham BYAN, BBRI, dan DSSA menjadi penekan utama indeks, dengan rupiah melemah ke Rp17.872 per dolar AS.
Dari luar negeri, bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif, dengan indeks Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi didorong saham teknologi terkait kecerdasan buatan. Bursa Asia mayoritas menguat mengikuti tren tersebut, sementara harga minyak dunia turun tipis meski masih bertahan mendekati US$100 per barel.
Promo Terbaru di Bareksa
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, IHSG hari ini (23/9) diperkirakan bergerak di kisaran 6.029 hingga 6.424, dengan indeks diperkirakan tetap berada di zona negatif. Secara teknikal, IHSG masih tertekan dan menunjukkan pola pelemahan yang berkelanjutan, dengan risiko penurunan lanjutan yang masih cukup tinggi.
Rekomendasi Saham Hari Ini, 23 September 2026
Strategi: Buy on Weakness, Speculative Buy & Buy if Breakout
1. BMRI – PT Bank Mandiri Tbk
Harga Terakhir: Rp4.160
Target Harga: Rp4.200
Batas Rugi (Stop Loss): Rp3.990
Harga Beli Disarankan: Rp4.060
Strategi: Buy on Weakness (beli saat harga tertekan)
Analisis: Harga BMRI turun 0,95% ke Rp4.160 pada 22 September, melanjutkan tren melemah jangka pendek setelah gagal mempertahankan pemulihan sebelumnya dan patah dari garis tren naik. Saham ini kini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan harganya, dengan tekanan jual yang masih mendominasi. Peluang beli ada di area Rp4.060, level support penting yang perlu diuji ulang sebelum ada potensi pembalikan arah.
2. ICBP – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
Harga Terakhir: Rp6.650
Target Harga: Rp6.875
Batas Rugi (Stop Loss): Rp6.400
Harga Beli Disarankan: Rp6.450
Strategi: Buy on Weakness (beli saat harga tertekan)
Analisis: Harga ICBP turun tajam 2,21% ke Rp6.650 pada 22 September, melanjutkan pelemahan setelah gagal merebut kembali level resistance kunci. Saham ini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan harganya, dengan momentum jual yang masih dominan. Peluang beli ada di area Rp6.450, di mana saham berpotensi menghadapi ujian teknikal penting berikutnya.
3. ISAT – PT Indosat Tbk
Harga Terakhir: Rp2.410
Target Harga: Rp2.600
Batas Rugi (Stop Loss): Rp2.310
Harga Beli Disarankan: Rp2.410
Strategi: Speculative Buy (beli spekulatif)
Analisis: Harga ISAT justru naik 4,33% ke Rp2.410 pada 22 September, menunjukkan tanda stabilisasi setelah koreksi sebelumnya. Saham ini bertahan di atas level support Rp2.320 dan rata-rata pergerakan harganya, membuka peluang pemulihan lanjutan jika berhasil menembus area Rp2.450-2.500 secara konsisten. Dari keempat saham, ISAT satu-satunya yang menguat kemarin.
4. KLBF – PT Kalbe Farma Tbk
Harga Terakhir: Rp750
Target Harga: Rp825
Batas Rugi (Stop Loss): Rp725
Harga Beli Disarankan: Rp765 (jika breakout)
Strategi: Buy if Breakout (beli jika tembus resistance)
Analisis: Harga KLBF tidak berubah (flat) di Rp750 pada 22 September, berada dalam fase konsolidasi di kisaran Rp730-800 usai tren turun sebelumnya. Saham ini bertahan di atas level support Rp730, dengan peluang pemulihan yang bisa menguat jika berhasil menembus area resistance Rp800-820 secara konsisten. Strategi beli baru dilakukan jika harga menembus Rp765 sebagai konfirmasi breakout.
Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 23 September 2026
Kode Saham | Rekomendasi | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
|---|---|---|---|---|
BMRI | Buy on Weakness | Rp4.160 | Rp4.200 | Rp3.990 |
ICBP | Buy on Weakness | Rp6.650 | Rp6.875 | Rp6.400 |
ISAT | Speculative Buy | Rp2.410 | Rp2.600 | Rp2.310 |
KLBF | Buy if Breakout | Rp750 | Rp825 | Rp725 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 22/9/2026
Faktor Risiko Utama
BMRI dan ICBP Masih dalam Tren Turun: Kedua saham ini masih tertekan dan diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan harganya, sehingga investor perlu bersabar menunggu tanda pembalikan arah yang lebih meyakinkan sebelum menambah posisi.
IHSG Berpotensi Melemah Lanjutan: Pola pelemahan yang berkelanjutan pada indeks utama dapat menekan sentimen pasar secara keseluruhan, termasuk memengaruhi pergerakan saham-saham yang direkomendasikan hari ini.
Risiko Regulasi Baru di Sektor Perkebunan: Pengesahan UU Reforma Agraria dapat menambah ketidakpastian bagi emiten dengan lahan konsesi besar, meski dampak pastinya masih bergantung pada aturan turunan yang belum ditetapkan.
Kesimpulan
Empat saham pilihan hari ini menawarkan strategi berbeda: BMRI dan ICBP cocok dibeli saat harga tertekan (Buy on Weakness) karena masih dalam tren turun, ISAT sudah menunjukkan tanda pemulihan sehingga cocok untuk pembelian spekulatif, sementara KLBF baru layak dibeli jika berhasil menembus level resistance tertentu. Sebagai panduan, harga beli yang disarankan adalah Rp4.060 untuk BMRI, Rp6.450 untuk ICBP, Rp2.410 untuk ISAT, dan Rp765 untuk KLBF (jika breakout). Tetap disiplin menjaga batas rugi, mengingat IHSG secara keseluruhan masih menunjukkan pola pelemahan yang berkelanjutan.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Apa bisnis PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)?
ICBP adalah produsen makanan dan minuman kemasan konsumen, dengan produk seperti mi instan, makanan ringan, dan produk kuliner lainnya yang dipasarkan di dalam dan luar negeri.
Apa bisnis PT Indosat Tbk (ISAT)?
ISAT adalah salah satu operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, menyediakan layanan telepon, data, dan internet kepada pelanggan di seluruh Indonesia.
Apa arti strategi Buy if Breakout bagi investor?
Buy if Breakout adalah strategi membeli saham hanya setelah harganya berhasil menembus level resistance tertentu, sebagai konfirmasi bahwa tren naik benar-benar sedang terjadi. Strategi ini membantu investor menghindari sinyal palsu dengan menunggu bukti kekuatan pembeli yang lebih meyakinkan sebelum masuk posisi.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.254,44 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.207,38 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.213,77 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.041,52 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

