BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: BRMS, BMRI & SMIL, IHSG Diprediksi Tetap Positif

18 September 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: BRMS, BMRI & SMIL, IHSG Diprediksi Tetap Positif
Gedung Tower PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di Jl Sudirman, Jakarta. (Shutterstock)

Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa hari ini, 18 September 2026, adalah BRMS, BMRI, dan SMIL. Sementara itu, IHSG diperkirakan masih bergerak di kisaran 6.371-6.550.

Bareksa - Bursa saham Indonesia menguat 0,4% ke level 6.462 pada perdagangan Kamis, 17 September 2026, ditopang investor asing yang tercatat membeli saham senilai Rp160 miliar lebih banyak dibanding menjual.

Sektor konsumer dan energi memimpin penguatan hari itu, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang melemah. Saham BMRI, DSSA, dan BYAN menjadi penggerak utama kenaikan indeks, sementara nilai tukar rupiah justru sedikit melemah ke Rp17.747 per dolar AS.

Dari luar negeri, bursa saham Amerika Serikat juga menguat, didorong turunnya harga minyak dunia yang meredakan kekhawatiran inflasi. Bank sentral AS (The Fed) baru saja menaikkan suku bunga, namun langkah ini justru menenangkan pasar karena dianggap menunjukkan komitmen menjaga inflasi tetap terkendali.

Promo Terbaru di Bareksa

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (18/9), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.371 hingga 6.550, dengan kecenderungan tetap positif. Secara teknikal, pasar masih bergerak mendatar tanpa arah baru yang jelas, namun harga masih bertahan di atas rata-rata pergerakannya - sinyal bahwa tren pemulihan belum berubah.

Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.

Rekomendasi Saham Hari Ini, 18 September 2026

Strategi: Speculative Buy

1. BRMS – PT Bumi Resources Minerals Tbk

  • Harga Terakhir: Rp735

  • Target Harga: Rp775–795

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp700

  • Range Beli: Rp705–725

  • Prioritas Entry: Rp705–725

Analisis: Harga BRMS naik tipis 0,68% ke Rp735 pada 17 September. Sahamnya masih dalam tren naik, dengan harga saat ini berada di atas rata-rata harga 20 dan 50 hari terakhir - tanda bahwa minat beli masih kuat. Kenaikan sebulan terakhir juga cukup besar, mencapai 17,60%. Potensi untung dari harga beli yang disarankan dinilai cukup menarik dibanding risikonya.

Beli Saham BRMS di Sini

2. BMRI – PT Bank Mandiri Tbk

  • Harga Terakhir: Rp4.350

  • Target Harga: Rp4.570–4.700

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp4.230

  • Range Beli: Rp4.300–4.340

  • Prioritas Entry: Rp4.300–4.340

Analisis: Harga BMRI naik 2,11% ke Rp4.350 pada 17 September, dan masih berada di atas rata-rata harga 20 dan 50 hari terakhir - tanda tren naik masih berlanjut. Momentumnya belum terlalu kuat, artinya ruang untuk naik lebih jauh masih terbuka. Kenaikan sebulan terakhir tergolong moderat di antara ketiga saham, sebesar 5,07%. Potensi untung dari harga beli yang disarankan cukup menarik dibanding risikonya.

Beli Saham BMRI di Sini

3. SMIL – PT Sarana Menara Nusantara Tbk

  • Harga Terakhir: Rp430

  • Target Harga: Rp452–464

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp420

  • Range Beli: Rp426

  • Prioritas Entry: Rp426

Analisis: Harga SMIL naik 0,94% ke Rp430 pada 17 September, dan masih berada di atas rata-rata harga 20 dan 50 hari terakhir - tanda tren naik masih berlanjut. Kenaikan sebulan terakhir tergolong kuat, mencapai 14,97%. Dari ketiga saham, SMIL menawarkan potensi untung paling menarik dibanding risikonya.

Beli Saham SMIL di Sini

Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 18 September 2026

Saham

Rekomendasi

Harga Terakhir

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

BRMS

Speculative Buy

Rp735

Rp775–795

Rp700

BMRI

Speculative Buy

Rp4.350

Rp4.570–4.700

Rp4.230

SMIL

Speculative Buy

Rp430

Rp452–464

Rp420

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 17/9/2026

Sorotan Pasar

IHSG masih bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka panjangnya, tanda bahwa kondisi pasar relatif stabil meski momentum kenaikan mulai melambat. Level 6.800-6.900 menjadi batas atas yang sulit ditembus, sementara 6.300-6.250 menjadi batas bawah yang menahan penurunan. Secara keseluruhan, pasar diperkirakan masih bergerak mendatar, belum menunjukkan arah baru yang meyakinkan.

Di sisi kebijakan, DPR membuka wacana untuk melonggarkan batas defisit anggaran negara, meski Ciptadana menilai pemerintah sebaiknya tetap menjaga disiplin fiskal demi menjaga kepercayaan investor.

Di sisi emiten, BBTN mencatat perbaikan kinerja di Agustus dengan laba yang tumbuh signifikan, sementara PGEO mencetak rekor produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada Juli lalu.

Faktor Risiko Utama

  • Arah Pasar Belum Jelas: IHSG masih bergerak mendatar tanpa arah yang meyakinkan, sehingga sentimen pasar secara umum bisa memengaruhi pergerakan saham-saham yang direkomendasikan hari ini.

  • Wacana Pelonggaran Anggaran Negara: Usulan pelebaran batas defisit anggaran, meski belum menjadi kebijakan resmi, berpotensi memunculkan kekhawatiran pasar terhadap kondisi keuangan negara, yang bisa menekan sentimen saham perbankan seperti BMRI.

  • Kenaikan Suku Bunga Amerika Serikat: Bank sentral AS baru saja menaikkan suku bunga dan memberi sinyal kemungkinan kenaikan lagi tahun ini, yang bisa menambah tekanan pada pasar negara berkembang termasuk Indonesia.

Kesimpulan

Tiga saham pilihan hari ini - BRMS, BMRI, dan SMIL - semuanya sedang dalam tren naik dengan potensi untung yang cukup menarik dibanding risikonya. Sebagai panduan, harga beli yang disarankan adalah Rp705-725 untuk BRMS, Rp4.300-4.340 untuk BMRI, dan Rp426 untuk SMIL. Tetap disiplin menjaga batas rugi, mengingat arah pasar secara keseluruhan masih belum jelas.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa bisnis PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)?

BRMS adalah perusahaan tambang yang mencari dan mengolah mineral, termasuk emas, melalui sejumlah anak usahanya di Indonesia.

Apa bisnis PT Sarana Menara Nusantara Tbk (SMIL)?

SMIL menyediakan dan menyewakan menara telekomunikasi kepada operator seluler, yang menjadi infrastruktur penting bagi jaringan komunikasi di Indonesia.

Mengapa batas defisit anggaran negara penting bagi investor?

Batas defisit anggaran adalah patokan yang menunjukkan seberapa sehat pengelolaan keuangan negara. Jika batas ini dilanggar, investor bisa khawatir soal kemampuan pemerintah membayar utang, yang berisiko menurunkan peringkat kredit negara dan membuat biaya pinjaman jadi lebih mahal ke depannya.

Bagaimana kenaikan suku bunga AS bisa memengaruhi saham bank seperti BMRI?

Saat suku bunga AS naik, investor asing cenderung menarik dana dari negara berkembang untuk menempatkannya di aset dolar yang lebih menarik. Ini bisa melemahkan rupiah dan menaikkan biaya dana bank. Namun, bank dengan sumber dana murah yang kuat seperti BMRI biasanya lebih tahan menghadapi tekanan ini.

Apa arti rekor produksi bagi kinerja perusahaan energi seperti PGEO?

Rekor produksi berarti perusahaan berhasil menghasilkan listrik dalam jumlah tertinggi sepanjang sejarahnya, dengan tingkat gangguan operasional yang rendah. Ini biasanya menjadi sinyal positif bahwa kinerja keuangan perusahaan ke depan berpotensi ikut membaik.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.250,20

Up0,80%
Up4,11%
Up3,63%
Up6,00%
Up22,85%
Up18,04%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.205,94

Up1,21%
Up3,67%
Up4,39%
Up7,09%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.212,56

Up0,57%
Up1,46%
Up2,34%
Up4,48%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.042,42

Up0,60%
Up0,01%
Down-0,49%
Up3,52%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua