BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: TAPG, HRTA & INTP, IHSG Potensi Konsolidasi

07 Agustus 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: TAPG, HRTA & INTP, IHSG Potensi Konsolidasi
Ilustrasi pabrik pemurnian (refinery) emas. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) atau Hartadinata, merupakan pionir di industri manufaktur perhiasan dan emas batangan di Indonesia. (Shutterstock)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 7 Agustus 2026 menyoroti TAPG, HRTA, dan INTP sebagai pilihan trading jangka pendek. IHSG diprediksi berpotensi konsolidasi dalam kisaran 6.316–6.454.

Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,12% ke level 6.344 pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026, tertekan aksi jual investor asing senilai Rp273 miliar.

Sektor Properties & Real Estate (-0,70%), Healthcare (-0,48%), dan Technology (-0,40%) menjadi pemberat utama, dengan BBCA, TLKM, dan AMMN tercatat sebagai penekan utama indeks. Rupiah menguat 12 poin ke Rp17.918 per US$.

Dari global, bursa Wall Street ditutup melemah pada Kamis, dengan Dow Jones turun 0,85% akibat kenaikan harga minyak yang membebani sentimen. Meski demikian, optimisme investor tetap terjaga oleh laporan laba korporasi yang kuat, termasuk hasil positif dari Airbnb dan Cloudflare, sementara saham semikonduktor terus mencatatkan kinerja unggul.

Promo Terbaru di Bareksa

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (7/8/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.316 (support) - 6.454 (resistance), dengan indeks berpotensi ditutup di teritori negatif. Secara teknikal, IHSG mendekati zona resistance kunci 6.350-6.450, di mana pemulihan yang terjadi mulai kehilangan momentum, sementara Stochastic Oscillator sudah memasuki area jenuh beli.

Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.

Daftar Isi

• Rekomendasi Saham Hari Ini, 7 Agustus 2026

• 1. TAPG – PT Triputra Agro Persada Tbk

• 2. HRTA – PT Hartadinata Abadi Tbk

• 3. INTP – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

• Tabel Rekomendasi Saham

• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar Ciptadana

• Faktor Risiko Utama

• Kesimpulan

Rekomendasi Saham Hari Ini, 7 Agustus 2026

Strategi: Quick Trade

1. TAPG – PT Triputra Agro Persada Tbk

  • Harga Terakhir: Rp1.865

  • Target Harga: Rp1.960–2.010

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.720

  • Range Beli: Rp1.735–1.845

  • Prioritas Entry: Rp1.735–1.770

Analisis: TAPG ditutup naik 1,36% ke Rp1.865 pada 6 Agustus, berada di atas MA20 Rp1.671 dan MA50 Rp1.578 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 54,48 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Prioritaskan entry di Rp1.735–1.770 karena rasio risk/reward dari entry atas relatif rendah, sekitar 0,92:1.

Beli Saham TAPG di Sini

2. HRTA – PT Hartadinata Abadi Tbk

  • Harga Terakhir: Rp2.120

  • Target Harga: Rp2.230–2.290

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.890

  • Range Beli: Rp1.910–2.090

  • Prioritas Entry: Rp1.910–1.955

Analisis: HRTA ditutup naik 6,00% ke Rp2.120 pada 6 Agustus, berada di atas MA20 Rp1.888 dan MA50 Rp1.914 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 63,67 mengindikasikan momentum beli menguat namun sudah mendekati area overbought, sehingga potensi koreksi jangka pendek perlu diwaspadai. Prioritaskan entry di Rp1.910–1.955 karena rasio risk/reward dari entry atas relatif rendah, sekitar 0,70:1.

Beli Saham HRTA di Sini

3. INTP – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

  • Harga Terakhir: Rp5.325

  • Target Harga: Rp5.600–5.775

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp4.450

  • Range Beli: Rp4.500–5.250

  • Prioritas Entry: Rp4.500–4.690

Analisis: INTP ditutup naik 0,47% ke Rp5.325 pada 6 Agustus, berada di atas MA20 Rp4.671 dan MA50 Rp4.420 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 65,76 mengindikasikan momentum beli menguat namun sudah mendekati area overbought, sehingga potensi koreksi jangka pendek perlu diwaspadai. Prioritaskan entry di Rp4.500–4.690 karena rasio risk/reward dari entry atas relatif rendah, sekitar 0,44:1.

Beli Saham INTP di Sini

Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 7 Agustus 2026

Kode Saham

Sinyal

Harga Terakhir

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

TAPG

Quick Trade

Rp1.865

Rp1.960–2.010

Rp1.720

HRTA

Quick Trade

Rp2.120

Rp2.230–2.290

Rp1.890

INTP

Quick Trade

Rp5.325

Rp5.600–5.775

Rp4.450

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 6/8/2026

Faktor Risiko Utama

  • Rasio Risk/Reward Rendah pada Ketiga Saham: TAPG, HRTA, dan INTP seluruhnya menawarkan rasio risk/reward dari entry atas di bawah 1:1 (0,92:1, 0,70:1, dan 0,44:1), sehingga investor perlu mengutamakan entry di area bawah range beli dan menerapkan manajemen risiko yang lebih disiplin.

  • HRTA dan INTP Mendekati Area Overbought: RSI HRTA (63,67) dan INTP (65,76) sudah mendekati area jenuh beli, meningkatkan risiko koreksi jangka pendek apabila momentum kenaikan tidak berlanjut.

  • IHSG Mendekati Resistance dengan Stochastic Jenuh Beli: Indeks tengah mendekati zona resistance kunci dengan indikator Stochastic yang sudah jenuh beli, mengindikasikan potensi konsolidasi atau pelemahan jangka pendek yang dapat memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.

Kesimpulan

Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 7 Agustus 2026 - TAPG, HRTA, dan INTP - seluruhnya menunjukkan tren naik terkonfirmasi, namun memerlukan kedisiplinan ekstra karena rasio risk/reward dari entry atas yang relatif rendah di ketiganya. Prioritaskan entry TAPG di Rp1.735–1.770, HRTA di Rp1.910–1.955, dan INTP di Rp4.500–4.690, dengan manajemen risiko yang ketat mengingat IHSG turut berpotensi memasuki fase konsolidasi mendekati resistance kunci.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa bisnis utama PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)?

TAPG adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, memproduksi crude palm oil (CPO) dan produk turunannya melalui sejumlah kebun dan pabrik pengolahan di berbagai wilayah Indonesia.

Apa bisnis utama PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)?

HRTA bergerak di bidang manufaktur dan perdagangan perhiasan emas, mulai dari produksi hingga distribusi melalui jaringan ritel dan mitra usaha di berbagai wilayah Indonesia.

Mengapa rasio risk/reward yang rendah perlu diwaspadai investor?

Rasio risk/reward yang rendah berarti potensi kerugian dari suatu posisi trading lebih besar dibandingkan potensi keuntungannya, terutama jika entry dilakukan di level harga yang lebih tinggi. Dalam kondisi ini, investor perlu mempertimbangkan ukuran posisi yang lebih kecil atau menunggu level entry yang lebih rendah untuk memperbaiki rasio risk/reward sebelum mengambil keputusan trading.

Apa dampak paket stimulus ekonomi pemerintah terhadap pasar saham?

Paket stimulus ekonomi yang menyasar daya beli masyarakat dan sektor properti berpotensi mendukung sentimen positif terhadap emiten konsumer dan properti dalam jangka menengah. Namun, dampaknya terhadap pasar saham secara keseluruhan tetap bergantung pada efektivitas implementasi program serta kondisi suku bunga dan geopolitik yang masih menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi.

Bagaimana kebijakan larangan ekspor Kongo memengaruhi harga komoditas global?

Larangan ekspor konsentrat tembaga dan kobalt oleh Kongo, sebagai salah satu produsen utama dunia, dapat mengurangi pasokan global dan mendorong kenaikan harga komoditas terkait di pasar internasional. Meski demikian, dampaknya terhadap emiten pertambangan Indonesia relatif terbatas karena sebagian besar sudah mengolah bijih menjadi logam jadi sebelum diekspor, sehingga hanya terpengaruh melalui pergerakan harga, bukan melalui kelangkaan bahan baku.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.231,85

Up0,80%
Up1,79%
Up2,11%
Up6,36%
Up21,04%
Up14,68%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.187,54

Up0,91%
Up2,08%
Up2,80%
Up6,55%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,40

Up0,51%
Up1,11%
Up1,65%
Up5,07%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.035,15

Up1,46%
Down-1,15%
Down-1,19%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua