BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: ANTM, AADI & TINS

16 September 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: ANTM, AADI & TINS
Gedung kantor PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM di Jakarta. (Dok. Perusahaan)

Tim Analis Bareksa menyoroti ANTM, AADI, dan TINS untuk trading jangka pendek. Ketiganya berada di atas MA20 dan MA50 dengan RSI di area 54–58, sementara IHSG diperkirakan bergerak terbatas pada 6.371–6.585.

Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,13% ke 6.461 pada 15 September, dengan net sell asing sekitar Rp349 miliar. Healthcare dan Infrastructure menguat tipis, sedangkan Industrials, Financials, dan Energy melemah. Rupiah turun 43 poin ke Rp17.691 per dolar AS; Wall Street juga tertekan oleh yield Treasury dan Brent yang naik 2,9% ke sekitar US$108,8 per barel.

Ringkasan untuk Investor

  • Ketiga saham menunjukkan tren naik terkonfirmasi, tetapi strategi tetap speculative buy dengan entry bertahap.

  • AADI mencatat momentum 20 hari terkuat (30,24%); risiko profit taking lebih tinggi.

  • IHSG masih sideways di zona negatif; disiplin entry, target, dan stop loss menjadi kunci.

  • Kenaikan minyak dan yield Treasury AS dapat memperbesar volatilitas saham komoditas.

Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa 16 September 2026

Saham

Rekomendasi

Harga terakhir

Range beli

Target harga

Stop loss

ANTM

Speculative buy

Rp3.270

Rp3.130–3.230

Rp3.440–3.540

Rp3.010

AADI

Speculative buy

Rp12.275

Rp11.775–12.150

Rp12.900–13.275

Rp11.450

TINS

Speculative buy

Rp4.740

Rp4.550–4.690

Rp4.980–5.125

Rp4.390

Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 15/9/2026

Promo Terbaru di Bareksa

Rekomendasi Saham Hari Ini, 16 September 2026

Strategi: Speculative Buy

1. ANTM – PT Aneka Tambang Tbk

  • Harga Terakhir: Rp3.270

  • Target Harga: Rp3.440–3.540

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp3.010

  • Range Beli: Rp3.130–3.230

  • Prioritas Entry: Rp3.130–3.230

Analisis: Naik 2,51% ke Rp3.270; harga di atas MA20 Rp3.150 dan MA50 Rp3.080 mengonfirmasi tren naik. RSI 56,17 dan momentum 20 hari naik 6,51% menunjukkan ruang kenaikan dengan risk/reward relatif seimbang.

Beli Saham ANTM di Sini

2. AADI – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk

  • Harga Terakhir: Rp12.275

  • Target Harga: Rp12.900–13.275

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp11.450

  • Range Beli: Rp11.775–12.150

  • Prioritas Entry: Rp11.775–12.150

Analisis: Naik 0,41% ke Rp12.275; harga di atas MA20 Rp10.975 dan MA50 Rp10.000 mengonfirmasi tren naik. RSI 54,47 dan momentum 20 hari naik 30,24% menjadi yang tertinggi, sehingga risiko koreksi perlu dicermati.

Beli Saham AADI di Sini

3. TINS – PT Timah Tbk

  • Harga Terakhir: Rp4.740

  • Target Harga: Rp4.980–5.125

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp4.390

  • Range Beli: Rp4.550–4.690

  • Prioritas Entry: Rp4.550–4.690

Analisis: Naik 0,85% ke Rp4.740; harga di atas MA20 Rp4.260 dan MA50 Rp3.960 mengonfirmasi tren naik. RSI 57,73 dan momentum 20 hari naik 21,85% mendukung speculative buy dengan risk/reward relatif seimbang.

Beli Saham TINS di Sini

Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar

Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (16/9/2026), IHSG diperkirakan bergerak sideways di zona negatif, dengan support 6.371 dan resistance 6.585. Indeks masih kesulitan bertahan di atas 6.500–6.600 setelah pulih dari 5.318; Stochastic dan histogram Awesome Oscillator melemah. Support lanjutan berada di 6.300–6.200 lalu 6.029, sedangkan kenaikan meyakinkan di atas 6.600–6.800 akan membatalkan bias bearish.

Dari sisi makro, utang luar negeri Indonesia naik 4,9% secara tahunan pada Juli, sebagian terkait arus modal ke obligasi domestik; penerbitan obligasi tetap perlu selektif bila suku bunga AS naik. Adapun berita korporasi di antaranya laba 8M26 BBNI sejalan ekspektasi meski margin bunga bersih (NIM) tertekan, sementara NIM bulanan BBCA membaik tiga bulan berturut-turut.

Faktor Risiko Utama

  • Bias bearish IHSG dapat menekan saham pertambangan meski tren teknikalnya masih naik.

  • AADI dan TINS sudah reli kuat dalam 20 hari sehingga rentan profit taking.

  • Minyak tinggi dapat menaikkan ekspektasi inflasi dan yield AS, memicu volatilitas pasar negara berkembang.

Kesimpulan

ANTM, AADI, dan TINS memenuhi kriteria tren naik untuk strategi speculative buy, dengan area entry, target, dan stop loss yang jelas. Namun, outlook IHSG masih terbatas dan bias jangka pendek cenderung bearish; gunakan ukuran posisi sesuai risiko dan jangan mengejar harga.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa bisnis ANTM?

ANTM adalah perusahaan tambang BUMN dengan bisnis emas, nikel, dan pemurnian logam.

Apa bisnis TINS?

TINS bergerak di eksplorasi, produksi, dan pengolahan timah sehingga sensitif terhadap harga timah global.

Mengapa harga komoditas mendukung emiten tambang?

Harga jual yang naik dapat meningkatkan pendapatan dan margin jika biaya produksi relatif stabil.

Apa dampak utang luar negeri yang meningkat?

Arus modal ke obligasi menunjukkan minat pada aset domestik, tetapi kenaikan suku bunga AS dapat menaikkan biaya pendanaan.

Mengapa perbaikan NIM bulanan BBCA penting?

Perbaikan tiga bulan berturut-turut dapat menjadi sinyal awal tekanan margin mereda, meski NIM kumulatif pulih lebih lambat.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.249,47

Up0,74%
Up3,62%
Up3,57%
Up6,28%
Up22,78%
Up17,93%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.205,55

Up1,18%
Up3,40%
Up4,36%
Up7,12%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.212,17

Up0,53%
Up1,27%
Up2,31%
Up4,64%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.042,93

Up0,65%
Down-0,07%
Down-0,44%
Up3,83%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua