Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: INTP, SMRA & DEWA, Ini Prediksi Arah IHSG
Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 29 Juli 2026 menyoroti INTP, SMRA, dan DEWA sebagai pilihan trading jangka pendek. IHSG diprediksi menguat dengan rebound bias dalam kisaran 6.007–6.219.

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 29 Juli 2026 menyoroti INTP, SMRA, dan DEWA sebagai pilihan trading jangka pendek. IHSG diprediksi menguat dengan rebound bias dalam kisaran 6.007–6.219.
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,89% ke level 6.131 pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, tertekan aksi jual investor asing senilai Rp1,1 triliun.
Sektor Properties & Real Estate (-3,25%), Energy (-1,75%), dan Industrials (-1,00%) menjadi pemberat utama, sementara Consumer Non-Cyclicals menjadi satu-satunya sektor yang menguat (+0,52%). BBCA, BMRI, dan ENRG tercatat sebagai penekan utama indeks, sementara rupiah melemah 62 poin ke Rp18.067 per US$.
Dari global, bursa Wall Street ditutup variatif pada Selasa, dengan Dow Jones menguat 1,03% dan S&P 500 naik 0,21%, sementara Nasdaq melemah tipis 0,22% akibat kekhawatiran perlambatan belanja infrastruktur AI. Harga minyak sempat jatuh tajam namun sudah rebound lebih dari 4% di perdagangan Rabu seiring memanasnya kembali ketegangan Timur Tengah.
Promo Terbaru di Bareksa
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (29/7/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.007 (support) - 6.219 (resistance), dengan bias rebound dan outlook jangka pendek yang positif. Secara teknikal, IHSG masih dalam fase koreksi berbias bearish, tertahan di bawah garis tren turun dan rata-rata pergerakan jangka menengah setelah rebound dari titik rendah 5.318.
Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.
Daftar Isi
• Rekomendasi Saham Hari Ini, 29 Juli 2026
• 1. INTP – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
• 2. SMRA – PT Summarecon Agung Tbk
• 3. DEWA – PT Darma Henwa Tbk
• Tabel Rekomendasi Saham
• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar Ciptadana
• Faktor Risiko Utama
• Kesimpulan
Rekomendasi Saham Hari Ini, 29 Juli 2026
Strategi: Buy on Weakness & Speculative Buy
1. INTP – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
Harga Terakhir: Rp4.580
Target Harga: Rp4.810–4.950
Batas Rugi (Stop Loss): Rp4.560
Range Beli: Rp4.530–4.610
Prioritas Entry: Rp4.530–4.610
Analisis: INTP ditutup naik 0,44% ke Rp4.580 pada 28 Juli, berada di atas MA20 Rp4.467 dan MA50 Rp4.364 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 48,28 mengindikasikan momentum masih moderat dengan ruang kenaikan yang masih terbuka. Harga saat ini berada di area support, berpotensi rebound menuju target resistance.
2. SMRA – PT Summarecon Agung Tbk
Harga Terakhir: Rp320
Target Harga: Rp336–346
Batas Rugi (Stop Loss): Rp300
Range Beli: Rp302–316
Prioritas Entry: Rp302–316
Analisis: SMRA ditutup naik 0,63% ke Rp320 pada 28 Juli, berada di atas MA20 Rp296 dan MA50 Rp292 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 49,38 mengindikasikan momentum masih moderat dengan ruang kenaikan yang masih terbuka. Momentum saat ini bergerak menuju level resistance berikutnya.
3. DEWA – PT Darma Henwa Tbk
Harga Terakhir: Rp444
Target Harga: Rp466–480
Batas Rugi (Stop Loss): Rp390
Range Beli: Rp394–440
Prioritas Entry: Rp394–405
Analisis: DEWA ditutup naik 0,45% ke Rp444 pada 28 Juli, berada di atas MA20 Rp362 dan MA50 Rp343 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 50,91 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Prioritaskan entry di Rp394–405 karena rasio risk/reward dari entry atas relatif rendah, hanya sekitar 0,52:1.
Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 29 Juli 2026
Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
|---|---|---|---|---|
INTP | Buy on Weakness | Rp4.580 | Rp4.810–4.950 | Rp4.560 |
SMRA | Speculative Buy | Rp320 | Rp336–346 | Rp300 |
DEWA | Speculative Buy | Rp444 | Rp466–480 | Rp390 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 28/7/2026
Faktor Risiko Utama
Rasio Risk/Reward DEWA yang Relatif Rendah: DEWA menawarkan rasio risk/reward dari entry atas hanya sekitar 0,52:1, sehingga investor perlu mengutamakan entry di area bawah range beli dan menerapkan manajemen risiko yang lebih disiplin dibanding INTP dan SMRA.
IHSG Masih dalam Fase Koreksi Berbias Bearish: Meski rekomendasi hari ini bertumpu pada peluang rebound teknikal masing-masing saham, IHSG secara keseluruhan masih tertahan di bawah garis tren turun utama, sehingga potensi koreksi lanjutan pada indeks perlu diperhitungkan dalam mengelola posisi trading jangka pendek.
Sentimen Laporan Keuangan Emiten Besar yang Beragam: Sejumlah laporan kinerja 2Q26 menunjukkan hasil yang bervariasi - dari yang solid seperti ISAT dan ERAA hingga yang tertekan seperti MIKA - sehingga investor perlu mencermati dampak sentimen sektoral terhadap pergerakan indeks secara umum.
Kesimpulan
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 29 Juli 2026 - INTP, SMRA, dan DEWA - seluruhnya menunjukkan peluang rebound teknikal setelah breakout di atas kedua moving average. INTP dan SMRA menawarkan rasio risk/reward yang lebih seimbang, sementara DEWA memerlukan kedisiplinan lebih ketat pada prioritas entry bawah. Prioritaskan entry INTP di Rp4.530–4.610, SMRA di Rp302–316, dan DEWA di Rp394–405, dengan manajemen risiko yang disiplin mengingat IHSG secara keseluruhan masih berada dalam fase koreksi berbias bearish.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Apa bisnis utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)?
INTP adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, memproduksi
semen dan produk terkait untuk mendukung sektor konstruksi dan
infrastruktur domestik. Perseroan mengoperasikan sejumlah pabrik semen
di berbagai wilayah Indonesia dengan merek dagang yang telah dikenal
luas di pasar.
Apa bisnis utama PT Darma Henwa Tbk (DEWA)?
DEWA bergerak di bidang jasa pertambangan terintegrasi, menyediakan
layanan kontraktor tambang batu bara mulai dari pengupasan lapisan
tanah, penambangan, hingga jasa transportasi hasil tambang bagi klien
pertambangan di Indonesia.
Apa itu risk/reward ratio dan mengapa penting sebelum membeli saham?
Risk/reward ratio adalah perbandingan antara potensi kerugian (jarak
harga beli ke batas rugi) dengan potensi keuntungan (jarak harga beli ke
target harga). Rasio yang rendah, seperti pada DEWA dari level entry
atas, berarti potensi kerugian relatif lebih besar dibanding potensi
keuntungan, sehingga investor perlu mempertimbangkan ukuran posisi yang
lebih kecil atau menunggu level entry yang lebih optimal di area bawah
range beli.
Mengapa IHSG disebut masih dalam fase koreksi berbias bearish meski ada rekomendasi rebound?
Rekomendasi rebound pada saham individual dapat muncul meski kondisi
indeks secara keseluruhan masih tertahan tren turun, karena pergerakan
saham tidak selalu identik dengan pergerakan indeks. IHSG dikatakan
berbias bearish karena harga masih berada di bawah garis tren turun dan
rata-rata pergerakan jangka menengah, meski secara jangka pendek
berpeluang mengalami rebound teknikal.
Apa dampak laporan kinerja emiten besar seperti BBCA dan ISAT terhadap arah IHSG?
Laporan kinerja emiten berkapitalisasi besar seperti BBCA dan ISAT dapat
memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan karena bobotnya yang
signifikan dalam perhitungan indeks. Hasil yang sesuai atau melampaui
ekspektasi analis umumnya direspons positif oleh pasar, meski dampaknya
terhadap arah IHSG secara keseluruhan tetap bergantung pada sentimen
makro dan sektor lain yang bergerak bersamaan.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.227,51 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.184,69 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.029,05 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.202,65 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
