Rekomendasi Sektor CPO Overweight, El Niño & B50 Kerek Harga Sawit, Ini Saham Pilihannya
Riset Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi Overweight sektor perkebunan. Risiko El Niño, program B50, dan permintaan CPO diperkirakan menopang harga sawit.

Riset Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi Overweight sektor perkebunan. Risiko El Niño, program B50, dan permintaan CPO diperkirakan menopang harga sawit.
Bareksa - Riset Ciptadana Sekuritas Asia (16/7) mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor perkebunan karena prospek harga crude palm oil (CPO) dinilai masih positif.
Potensi El Niño, implementasi mandatori biodiesel B50, dan permintaan global yang membaik diperkirakan menjaga keseimbangan pasar CPO meski masih ada ketidakpastian ekonomi global.
Dalam laporan riset bertajuk Plantations Sector Update edisi 16 Juli 2026, analis tetap menggunakan asumsi harga CPO RM4.500 per ton untuk 2026. Level tersebut dinilai masih sejalan dengan rata-rata harga sepanjang tahun berjalan.
Promo Terbaru di Bareksa
Empat Alasan Analis Optimistis terhadap Sektor CPO
1. Risiko El Niño Berpotensi Menekan Pasokan
BMKG mengindikasikan peluang meningkatnya El Niño setelah suhu permukaan Samudra Pasifik berada di atas normal selama dua bulan berturut-turut. Curah hujan pada Juli-Oktober diperkirakan berada di bawah normal, terutama di Sumatra dan Kalimantan yang merupakan sentra produksi sawit Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi membatasi pertumbuhan produksi dan menopang harga CPO.
2. Margin Emiten Dinilai Tetap Terjaga
Meski harga pupuk global masih tinggi akibat kenaikan harga gas alam dan gangguan pasokan, dampaknya terhadap laba emiten perkebunan diperkirakan terbatas. Sebagian besar perusahaan telah melakukan pengadaan pupuk lebih awal serta meningkatkan efisiensi operasional sehingga margin diproyeksikan tetap solid sepanjang 2026.
3. Persediaan CPO Diperkirakan Mulai Menurun
Persediaan minyak sawit Malaysia memang masih tinggi, mencapai 2,54 juta ton pada akhir Juni 2026. Namun Ciptadana menilai kondisi tersebut bersifat sementara karena perlambatan produksi akibat El Niño dan meningkatnya permintaan global diperkirakan akan mengurangi stok.
Selain itu, diskon harga CPO terhadap minyak kedelai mencapai sekitar US$600 per ton, jauh lebih besar dibanding rata-rata lima tahun sebesar US$233 per ton, sehingga daya saing CPO di pasar ekspor semakin kuat.
4. Implementasi B50 Perkuat Permintaan Domestik
Mulai 1 Juli 2026, Indonesia resmi menerapkan mandatori biodiesel B50. Konsumsi biodiesel hingga April 2026 tumbuh 8,4% secara tahunan, lebih tinggi dibanding pertumbuhan konsumsi pangan sebesar 5,6%.
Menurut analis, implementasi B50 akan memperkuat permintaan domestik CPO sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap permintaan ekspor di tengah ketidakpastian global.
Saham Pilihan
Analis tetap mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor perkebunan dengan dua saham favorit:
Saham | Rekomendasi | Target Harga | Potensi Kenaikan |
TAPG | Buy | Rp1.980 | 27,3% |
DSNG | Buy | Rp1.960 | 62,0% |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Kedua emiten dinilai memiliki efisiensi operasional yang baik, pertumbuhan produksi yang kuat, serta dividend yield yang menarik.
Apa Artinya bagi Investor?
Prospek sektor perkebunan berpotensi tetap positif apabila harga CPO bertahan tinggi akibat kombinasi risiko cuaca dan meningkatnya permintaan domestik melalui program B50. Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan cuaca, kebijakan biodiesel, permintaan ekspor, serta dinamika harga komoditas global karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kinerja emiten perkebunan.
Kesimpulan
Analis Ciptadana Sekuritas menilai fundamental sektor perkebunan masih solid meski menghadapi tantangan berupa biaya pupuk yang lebih tinggi dan ketidakpastian ekonomi global. Potensi El Niño, implementasi B50, serta prospek penurunan stok CPO diperkirakan menjadi katalis positif bagi harga minyak sawit dan kinerja emiten sektor perkebunan, sehingga rekomendasi Overweight tetap dipertahankan.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Mengapa Ciptadana tetap Overweight sektor perkebunan?
Karena prospek harga CPO masih didukung risiko El Niño, implementasi B50, dan permintaan yang membaik.
Berapa asumsi harga CPO analis Ciptadana untuk 2026?
RM4.500 per ton.
Mengapa El Niño penting bagi harga CPO?
Karena berpotensi menekan produksi sehingga pasokan menjadi lebih ketat dan harga mendapat dukungan.
Apa dampak program B50?
Meningkatkan konsumsi biodiesel domestik sehingga memperkuat permintaan CPO.
Saham favorit Ciptadana?
Triputra Agro Persada (TAPG) dan Dharma Satya Nusantara (DSNG).
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.225,99 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.182,87 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.028,42 | - | - | - | |||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.201,67 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
