Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: MYOR, SCMA & MIKA, IHSG Diprediksi Melemah
Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 25 Juni 2026 menyoroti MYOR, SCMA, dan MIKA sebagai pilihan quick trade jangka pendek. IHSG diprediksi berpeluang ditutup lebih rendah dalam kisaran 5.785–5.993.

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 25 Juni 2026 menyoroti MYOR, SCMA, dan MIKA sebagai pilihan quick trade jangka pendek. IHSG diprediksi berpeluang ditutup lebih rendah dalam kisaran 5.785–5.993.
Bareksa — Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sebagai saham pilihan quick trade jangka pendek hari ini, 25 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang melemah.
1. MYOR: Hold / Quick Trade di Rp1.725–1.835
MYOR direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp1.725–1.835. Harga terakhir saham MYOR naik 2,20% ke Rp1.855 pada perdagangan 24 Juni 2026.
Secara teknikal, MYOR berada di atas MA20 Rp1.768 dan MA50 Rp1.783, mengonfirmasi tren naik dengan breakout MA50 yang telah terlampaui. RSI di level 54,8 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp1.835–1.768, sementara resistance di kisaran Rp1.950–2.005.
Promo Terbaru di Bareksa
Sebagai emiten produk konsumer makanan dan minuman, MYOR memiliki profil pendapatan yang defensif terhadap pelemahan pasar saham. Paket stimulus pemerintah senilai Rp26,34 triliun untuk semester kedua 2026 berpotensi mendukung konsumsi rumah tangga yang menjadi pangsa pasar utama perseroan.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp1.725–1.835. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp1.725–1.768 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp1.950–2.005, batas rugi: Rp1.710.
2. SCMA: Hold / Quick Trade di Rp200–214
SCMA direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp200–214. Harga terakhir saham SCMA naik 9,09% ke Rp216 pada perdagangan 24 Juni 2026.
Secara teknikal, SCMA berada di atas MA20 Rp206 dan mendekati MA50 Rp226, mencerminkan momentum rebound yang terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 56,93 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp214–206, sementara resistance di kisaran Rp226–228.
Sebagai emiten media televisi dengan jaringan SCTV dan Indosiar, SCMA termasuk dalam kelompok saham berorientasi domestik yang cenderung lebih terlindungi dari tekanan jual sistemik asing dibanding saham-saham berkapitalisasi besar di sektor komoditas dan keuangan.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp200–214. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp200–206 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp228–234, batas rugi: Rp198.
3. MIKA: Hold / Quick Trade di Rp1.535–1.575
MIKA direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp1.535–1.575. Harga terakhir saham MIKA naik 0,31% ke Rp1.595 pada perdagangan 24 Juni 2026.
Secara teknikal, MIKA berada di atas MA20 Rp1.576 dan mendekati MA50 Rp1.712, mencerminkan momentum rebound yang mulai terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 50,00 mencerminkan momentum awal yang baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Support terdekat berada di Rp1.575–1.535, sementara resistance di kisaran Rp1.675–1.712.
Sebagai emiten jaringan rumah sakit swasta segmen menengah atas, MIKA termasuk dalam sektor kesehatan yang memiliki karakteristik defensif — permintaan layanan kesehatan relatif tidak terpengaruh oleh siklus pasar saham jangka pendek.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp1.535–1.575. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp1.535–1.575. Target ambil untung: Rp1.675–1.725, batas rugi: Rp1.515.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa
Saham | Rekomendasi | Entry Area | Prioritas Entry | Target Harga | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
MYOR | Hold / Quick Trade | Rp1.725–1.835 | Rp1.725–1.768 | Rp1.950–2.005 | Rp1.710 |
SCMA | Hold / Quick Trade | Rp200–214 | Rp200–206 | Rp228–234 | Rp198 |
MIKA | Hold / Quick Trade | Rp1.535–1.575 | Rp1.535–1.575 | Rp1.675–1.725 | Rp1.515 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 24 Juni 2026
IHSG Diprediksi Berpeluang Ditutup Lebih Rendah
Sumber: Ciptadana Sekuritas
IHSG ditutup anjlok 217 poin atau 3,56% ke level 5.884 pada perdagangan Rabu (24/6), dengan asing mencatat net sell Rp1,2 triliun. Pelemahan terbesar dipimpin Basic Materials (−6,64%), Energy (−5,99%), dan Transportasi & Logistik (−4,84%), sementara BBCA (−3,27% ke Rp5.925), BBRI (−3,44% ke Rp2.810), dan BRMS (−14,06% ke Rp550) menjadi penekan utama. Rupiah melemah 98 poin ke Rp17.943 per dolar AS.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (25/6/2026), IHSG masih berada dalam tekanan korektif setelah gagal mempertahankan rebound dari level rendah 5.318, dengan struktur downtrend yang masih utuh ditandai lower highs di sekitar 6.377. Support terdekat berada di 5.883–5.785, sementara pemulihan yang lebih kuat baru terkonfirmasi jika IHSG berhasil breakout dan bertahan di atas 6.250–6.377.
Untuk 25 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.785–5.993 dengan kemungkinan ditutup lebih rendah.
Kesimpulan
Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa hari ini menempatkan MYOR, SCMA, dan MIKA sebagai pilihan quick trade jangka pendek di tengah tekanan IHSG yang kembali meningkat. Ketiga saham dipilih dari sektor defensif yakni konsumer, media, dan kesehatan yang cenderung lebih tahan terhadap tekanan jual sistemik dibanding sektor komoditas dan keuangan yang menjadi penekan utama kemarin. Investor sangat disarankan memprioritaskan entry di area bawah range, tidak mengejar harga, dan disiplin ketat pada batas rugi mengingat kondisi pasar yang masih volatile.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Mengapa tetap ada rekomendasi quick trade di tengah IHSG yang anjlok 3,56%?
Koreksi IHSG yang tajam justru membuka potensi pullback pada saham-saham
tertentu ke area support teknikal yang menarik sebagai titik masuk.
MYOR, SCMA, dan MIKA dipilih karena ketiganya berada di sektor defensif
dengan karakteristik pendapatan yang tidak langsung terpengaruh oleh
volatilitas pasar jangka pendek. Strategi buy on pullback ke area entry
prioritas menjadi kunci dalam kondisi ini.
Bagaimana penurunan harga minyak global berdampak terhadap ketiga saham rekomendasi?
Harga Brent crude turun 5,34% ke US$73,7/bbl pada 24 Juni 2026
berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (25/6/2026). Penurunan harga
minyak berpotensi menekan biaya distribusi dan produksi MYOR sebagai
emiten makanan dan minuman, sehingga dampaknya cenderung positif bagi
profitabilitas jangka menengah. SCMA dan MIKA tidak memiliki eksposur
langsung terhadap harga minyak.
Apa risiko utama yang perlu diwaspadai di tengah kondisi pasar saat ini?
Struktur downtrend IHSG masih dominan dengan support terdekat di 5.785 dan
risiko koreksi lanjutan yang terbuka selama indeks di bawah 6.250–6.377
berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (25/6/2026). Investor
disarankan memiliki disiplin ketat pada batas rugi dan tidak menggunakan
leverage berlebihan dalam kondisi pasar yang masih volatile.
Mengapa MYOR menjadi pilihan utama di antara ketiga saham rekomendasi?
MYOR adalah satu-satunya dari ketiga saham yang sudah breakout di atas
kedua MA (MA20 Rp1.768 dan MA50 Rp1.783), mencerminkan sinyal teknikal
yang paling terkonfirmasi. Profil bisnis konsumer defensif dengan
permintaan yang relatif stabil menjadikannya pilihan yang lebih terukur
di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
Apa yang perlu dicermati dari berita BTPS dan BRIS hari ini kaitannya dengan sektor keuangan?
Hasil BTPS yang flat YoY disertai risiko tekanan NIM dari kebijakan PNM
Mekaar, sementara BRIS membukukan pertumbuhan gadai emas 100% YoY
berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (25/6/2026). Kedua berita ini
mencerminkan divergensi kinerja dalam sektor perbankan syariah, BRIS
dengan momentum positif dari bisnis emas, sementara BTPS menghadapi
tekanan struktural dari segmen ultra-mikro.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.214,12 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.171,52 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.195,74 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.018,53 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



