BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: PGEO & ESSA, IHSG Diprediksi Melemah

23 Juni 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: PGEO & ESSA, IHSG Diprediksi Melemah
Pabrik pengolahan LPG milik PT Surya Esa Perkasa (Company)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 23 Juni 2026 menyoroti PGEO dan ESSA, sebagai pilihan quick trade jangka pendek. IHSG diprediksi berpeluang ditutup lebih rendah dalam kisaran 5.953–6.227.

Bareksa — Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) sebagai saham pilihan trading jangka pendek hari ini, 23 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebuh rendah.

1. PGEO: Hold / Quick Trade di Rp855–900

PGEO direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp855–900. Harga terakhir saham PGEO naik 1,68% ke Rp910 pada perdagangan 20 Juni 2026.

Secara teknikal, PGEO berada di atas MA20 Rp865 dan mendekati MA50 Rp938, mencerminkan momentum rebound yang terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 55,20 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp900–865, sementara resistance di kisaran Rp938–960.

Promo Terbaru di Bareksa

Sebagai emiten panas bumi terbesar di Indonesia dengan kontrak penjualan listrik jangka panjang kepada PLN, PGEO menawarkan profil pendapatan yang defensif. Pengumuman klasifikasi MSCI yang dijadwalkan 24 Juni 2026 pukul 03.30 WIB berpotensi menjadi katalis tambahan bagi aliran modal asing ke pasar Indonesia.

Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp855–900. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp855–865 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp960–985, batas rugi: Rp845.

2. ESSA: Hold / Quick Trade di Rp590–635

ESSA direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp590–635. Harga terakhir saham ESSA naik 0,78% ke Rp645 pada perdagangan 20 Juni 2026.

Secara teknikal, ESSA berada di atas MA20 Rp633 dan mendekati MA50 Rp741, mencerminkan momentum rebound yang terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 57,50 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp635–633, sementara resistance di kisaran Rp680–700.

Sebagai emiten yang bergerak di bidang LPG dan petrokimia, ESSA dapat dicermati di tengah harga Brent crude yang tercatat turun 2,44% ke US$77,9/bbl pada 22 Juni 2026 berdasarkan data dalam riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026). Koreksi harga minyak yang merefleksikan meredanya kekhawatiran pasokan menjadi konteks yang perlu dicermati investor sebelum menentukan titik masuk.

Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp590–635. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp590–633 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp680–700, batas rugi: Rp585.

Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa

Saham

Rekomendasi

Entry Area

Prioritas Entry

Target Harga

Stop Loss

PGEO

Hold / Quick Trade

Rp855–900

Rp855–865

Rp960–985

Rp845

ESSA

Hold / Quick Trade

Rp590–635

Rp590–633

Rp680–700

Rp585

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 20 Juni 2026

IHSG Diprediksi Berpeluang Ditutup Lebih Rendah

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG ditutup turun 60 poin atau 0,98% ke level 6.117 pada perdagangan Senin (22/6), dengan asing mencatat net sell Rp1,1 triliun. Pelemahan dipimpin Basic Materials (-2,49%), Industrials (-2,36%), dan Healthcare (-2,23%), sementara Energy (+1,47%) dan Technology (+0,18%) menjadi sektor yang menguat. BBRI (-2,05%), TLKM (-2,71%), dan BMRI (-2,09%) menjadi penekan utama. Rupiah melemah 42 poin ke Rp17.832 per dolar AS.

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026), IHSG gagal bertahan di atas resistance 6.377 dan masih berada di bawah moving average kunci, mengindikasikan tekanan bearish belum sepenuhnya mereda. Rebound dari level rendah 5.318 lebih mencerminkan pemulihan teknikal dalam tren turun yang lebih luas daripada pembalikan tren yang terkonfirmasi. Selama IHSG berada di bawah 6.377, risiko pullback ke 5.900–5.700 tetap terbuka.

Untuk 23 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.953–6.227 dengan kemungkinan ditutup lebih rendah.

Kesimpulan

Rekomendasi saham Bareksa hari ini menempatkan PGEO, ESSA, dan TINS sebagai pilihan quick trade jangka pendek dengan strategi buy on pullback ke area support teknikal masing-masing di tengah IHSG yang kembali tertekan. TINS menawarkan sinyal teknikal paling solid dengan breakout di atas kedua MA, didukung katalis dividen menjelang recording date 25 Juni 2026 dan kenaikan harga timah global. Investor disarankan memprioritaskan entry di area bawah range — Rp855–865 untuk PGEO, Rp590–633 untuk ESSA, dan Rp3.300–3.453 untuk TINS — dan disiplin pada batas rugi mengingat IHSG masih dalam fase korektif.​​

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pertanyaan Umum

1. Bagaimana penurunan harga minyak memengaruhi ESSA?

Harga Brent crude turun 2,44% ke US$77,9/bbl pada 22 Juni 2026 berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026), mencerminkan meredanya kekhawatiran pasokan. Penurunan ini berpotensi memengaruhi margin operasional ESSA sebagai emiten LPG dan petrokimia dalam jangka pendek, sehingga investor disarankan mencermati area entry di kisaran prioritas Rp590–633 untuk memperoleh risk/reward yang lebih terukur.

2. Apa risiko utama pada rekomendasi hari ini di tengah IHSG yang kembali tertekan?

IHSG gagal bertahan di atas resistance 6.377 dan risiko pullback ke 5.900–5.700 tetap terbuka berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026). Tekanan jual sistemik berpotensi memengaruhi ketiga saham secara bersamaan, sehingga investor disarankan tidak mengejar harga dan menunggu konfirmasi pullback ke area entry prioritas.

3. Bagaimana pengumuman MSCI 24 Juni 2026 berpengaruh terhadap ketiga saham rekomendasi?

Kepastian dipertahankannya status Emerging Market Indonesia pada pengumuman MSCI 24 Juni 2026 pukul 03.30 WIB berpotensi menjadi katalis positif bagi aliran modal asing. PGEO dan TINS sebagai emiten dalam radar investor institusional berpotensi mendapat dampak langsung dari normalisasi sentimen pasca pengumuman tersebut.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,03

Up0,11%
Up0,81%
Up0,63%
Up6,25%
Up19,29%
Up14,18%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,63

Up0,18%
Up1,53%
Up1,42%
Up6,08%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,52

Down-0,68%
Up1,01%
Up0,91%
Up6,05%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.021,73

Down-1,52%
Down-2,42%
Down-2,47%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua