BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

RANC: Koperasi Merah Putih Belum Berdampak Material pada Bisnis Ranch Market

Abdul Malik04 Juni 2026
Tags:
RANC: Koperasi Merah Putih Belum Berdampak Material pada Bisnis Ranch Market
Ilustrasi gerai Ranc Market, waralaba ritel modern yang lisensinya di Indonesia dipegang oleh PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC). (Sumber : akun resmi Facebook Ranch Market 99 Indonesia)

RANC menyatakan Koperasi Merah Putih belum berdampak material terhadap gerai, rantai pasok, maupun ekspansi bisnis Perseroan.

Bareksa - PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) menyatakan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) belum memberikan dampak material terhadap operasional Perseroan. Informasi ini penting bagi investor karena berkaitan dengan potensi perubahan peta persaingan sektor ritel modern.

Berdasarkan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Juni 2026, perseroan menilai KDMP dan bisnis ritel modern yang dijalankan RANC memiliki segmen konsumen yang berbeda sehingga dapat berjalan berdampingan secara komplementer. Hingga saat ini, tidak terdapat penutupan gerai maupun gangguan operasional yang disebabkan oleh kehadiran KDMP.

RANC juga menyebut belum mengidentifikasi dampak material terhadap rantai pasok. Perseroan tetap mengandalkan strategi pengadaan yang terdiversifikasi dengan dominasi produk lokal serta kemitraan dengan UMKM dan pemasok lokal. RANC merupakan pengelola jaringan ritel premium Ranch Market dan Farmers Market.

Promo Terbaru di Bareksa

Dampak terhadap Ekspansi

Menurut manajemen, area pedesaan bukan fokus utama ekspansi Perseroan sehingga keberadaan KDMP tidak memengaruhi proyeksi pertumbuhan jangka menengah. Perseroan juga mengungkapkan belum terdapat komunikasi maupun penjajakan kerja sama strategis dengan pengelola KDMP.

RANC menegaskan akan terus memperkuat fundamental bisnis, diferensiasi layanan, serta pengalaman berbelanja untuk menjaga relevansi di segmen pasar yang menjadi fokusnya. Manajemen menilai kebutuhan konsumen terhadap produk premium dan berkualitas tetap memiliki pasar tersendiri.

Pada perdagangan 3 Juni 2026, saham RANC ditutup turun 3,85% ke level Rp500 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp782,24 miliar. Harga saham tersebut masih berada di atas level terendah 52 minggu Rp400, namun jauh di bawah posisi tertinggi 52 minggu Rp1.240 per saham.

Ringkasan Informasi

Keterangan
Informasi

Emiten

PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC)

Tanggal Keterbukaan Informasi

3 Juni 2026

Topik

Dampak Koperasi Merah Putih

Dampak terhadap Gerai

Tidak material

Dampak terhadap Rantai Pasok

Tidak material

Dampak terhadap Ekspansi

Tidak material

Kerja Sama dengan KDMP

Belum ada

Harga Saham (3 Juni 2026)

Rp500

Perubahan Harian

-3,85%

Kapitalisasi Pasar

Rp782,24 miliar

Sumber: RANC, BEI, diolah

Kesimpulan

RANC menilai keberadaan Koperasi Merah Putih belum memberikan dampak material terhadap operasional, rantai pasok, maupun rencana ekspansi Perseroan. Hal tersebut menunjukkan segmen pasar yang dibidik Perseroan masih berbeda dengan target pasar KDMP.

Bagi investor, klarifikasi ini dapat dicermati sebagai penegasan manajemen bahwa fundamental operasional dan strategi pertumbuhan Perseroan belum berubah akibat implementasi program KDMP.

FAQ

1. Apakah Koperasi Merah Putih berdampak pada bisnis RANC?
Hingga saat ini RANC menyatakan tidak ada dampak material.

2. Apakah ada gerai RANC yang ditutup karena KDMP?
Tidak ada.

3. Apakah rantai pasok RANC terdampak?
Perseroan menyatakan belum menemukan dampak material.

4. Berapa harga saham RANC saat keterbukaan informasi disampaikan?
Saham RANC ditutup di Rp500 pada 3 Juni 2026.

5. Apakah RANC berencana bekerja sama dengan KDMP?
Sampai saat ini belum ada komunikasi maupun penjajakan kerja sama strategis.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.210,41

Down- 0,02%
Up0,86%
Up0,33%
Up6,46%
Up18,94%
Up13,07%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.168,88

Down- 0,05%
Up1,56%
Up1,18%
Up6,30%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,49

Up0,28%
Up2,05%
Up1,66%
Up7,15%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.023,9

Down- 2,06%
Down- 0,90%
Down- 2,26%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua