BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: BBNI, JSMR & INTP, IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan

Abdul Malik03 Juni 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: BBNI, JSMR & INTP, IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan
Foto Gerbang Tol Kalikangkung yang dikelola oleh PT Jasa Marga Tbk (JSMR) pada malam hari, 12 November 2021. (Shutterstock/onyengradar)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 3 Juni 2026 menyoroti BBNI, JSMR, dan INTP sebagai pilihan trading jangka pendek. IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dalam kisaran 6.112–6.287.

Bareksa — Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sebagai saham pilihan trading jangka pendek hari ini, 3 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan setelah menguat 1,11% pada perdagangan sebelumnya, dengan stochastic oscillator yang berbalik naik dari area oversold dan membuka peluang rebound teknikal yang lebih konstruktif.

1. BBNI: Hold / Beli Spekulatif di Rp3.720–3.850

BBNI direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp3.720–Rp3.850. Harga terakhir saham BBNI naik 1,62% ke Rp3.760 pada perdagangan 2 Juni 2026.

Secara teknikal, BBNI bergerak di atas MA20 di Rp3.836 dan MA50 di Rp3.777 yang mencerminkan struktur bullish yang terjaga dengan tren naik yang masih terkonfirmasi. RSI di level 48,95 berada di zona netral dengan bias positif sehingga ruang kenaikan masih terbuka dan belum memasuki area overbought. BBNI juga mendapat dukungan fundamental dari kinerja empat bulan pertama 2026 yang solid serta potensi katalis dari kebijakan pembebasan pajak bunga DHE SDA.

Promo Terbaru di Bareksa

Strategi: buy saat pullback ke area Rp3.720–Rp3.850 atau hold jika sudah dalam posisi. Target ambil untung berada di Rp3.950–Rp4.070, dengan batas risiko Rp3.810.

2. JSMR: Hold / Beli Spekulatif di Rp2.970–3.010

JSMR direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp2.970–Rp3.010. Harga terakhir saham JSMR naik 1% ke Rp3.040 pada perdagangan 2 Juni 2026.

Secara teknikal, JSMR bergerak di atas MA20 di Rp2.993 dan mendekati MA50 di Rp3.094 yang menjadi target resistance dinamis jangka pendek. RSI di level 51,67 berada di zona netral dengan bias positif dan momentum yang mulai membaik, membuka ruang kenaikan dari posisi saat ini.

Strategi: buy saat pullback ke area Rp2.970–Rp3.010 atau hold jika sudah dalam posisi. Target ambil untung berada di Rp3.200–Rp3.290, dengan batas risiko Rp2.940.

3. INTP: Hold / Beli Spekulatif di Rp4.850–4.920

INTP direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp4.850–Rp4.920. Harga terakhir saham INTP naik 1,43% ke Rp4.970 pada perdagangan 2 Juni 2026.

Secara teknikal, INTP mendekati MA20 di Rp5.006 dan MA50 di Rp5.163 yang menjadi area resistance dinamis sekaligus target pemulihan jangka pendek. RSI di level 53,33 menunjukkan momentum positif yang belum overbought sehingga potensi rebound dari area support masih terbuka.

Strategi: buy saat pullback ke area Rp4.850–Rp4.920 atau hold jika sudah dalam posisi. Target ambil untung berada di Rp5.220–Rp5.370, dengan batas risiko Rp4.800.

Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa

Saham
Rekomendasi
Entry Area
Target Harga
Stop Loss

BBNI

Hold / Beli Spekulatif

Rp3.720–Rp3.850

Rp3.950–Rp4.070

Rp3.810

JSMR

Hold / Beli Spekulatif

Rp2.970–Rp3.010

Rp3.200–Rp3.290

Rp2.940

INTP

Hold / Beli Spekulatif

Rp4.850–Rp4.920

Rp5.220–Rp5.370

Rp4.800

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 2 Juni 2026

IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Range 6.112–6.287

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

IHSG ditutup menguat 68 poin atau 1,11% ke level 6.195 pada perdagangan Selasa (2/6), meski investor asing masih mencatatkan net sell Rp1,4 triliun. Menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (3/6/2026), penguatan dipimpin sektor Energi (1,61%), Basic Materials (1,32%), dan Infrastruktur (0,64%). Saham yang menjadi penopang utama antara lain BREN (34,85% ke Rp4.120), AMMN (17,88% ke Rp3.890), dan BBRI (3,05% ke Rp3.040). Nilai tukar rupiah menguat 36 poin ke level Rp17.838 per dolar AS.

IHSG saat ini bergerak dalam fase konsolidasi sideways setelah penurunan tajam, dengan harga menstabilkan diri di atas level terendah baru-baru ini di sekitar 5.967. Tekanan jual tampak mereda sementara stochastic oscillator berbalik naik dari area oversold, mengindikasikan perbaikan momentum jangka pendek.

Selama IHSG bertahan di atas zona support 5.950–6.000, terdapat potensi rebound teknikal menuju resistance pertama di 6.300–6.400, diikuti 6.700. Namun tren yang lebih luas tetap bearish karena indeks masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama, sehingga setiap rebound kemungkinan bersifat korektif kecuali terjadi breakout yang berkelanjutan di atas level resistance.

Pada perdagangan 3 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 6.112 dan resistance 6.287 dengan peluang ditutup di level yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa hari ini menempatkan BBNI, JSMR, dan INTP sebagai pilihan trading jangka pendek di tengah kondisi pasar yang mulai menunjukkan momentum pemulihan lebih konstruktif. BBNI mendapat dukungan ganda dari teknikal yang solid dan fundamental kuat, termasuk potensi katalis kebijakan DHE SDA. JSMR menawarkan potensi breakout MA50 dengan momentum RSI yang membaik. Sementara INTP berpeluang rebound teknikal dari area support dengan RSI yang positif di tengah sentimen sektor semen yang mulai membaik.

Investor tetap disarankan mencermati level resistance 6.287–6.300 sebagai uji konfirmasi kelanjutan rebound IHSG, serta memperhatikan perkembangan arus keluar asing yang masih berlanjut sebagai faktor risiko jangka pendek.

FAQ

1. Apa dampak kenaikan inflasi Mei 2026 ke 3,08% terhadap saham perbankan seperti BBNI?
Inflasi yang masih dalam kisaran target BI 1,5%–3,5% tidak memicu tekanan tambahan pada suku bunga jangka pendek. Bagi BBNI, kondisi ini relatif netral karena repricing aset dapat berjalan seiring kebijakan BI Rate yang sudah naik 50 basis poin ke 5,25%.

2. Mengapa PMI manufaktur yang pulih ke 50,0 belum cukup menjadi sentimen positif kuat bagi INTP?
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (3/6/2026), pemulihan PMI masih rapuh karena permintaan ekspor terus berkontraksi dan inflasi biaya input mencapai level tertinggi kedua sepanjang sejarah. Bagi INTP sebagai produsen semen, tekanan biaya input yang tinggi berpotensi menekan marjin ke depan.

3. Apa bisnis utama JSMR dan mengapa relatif defensif di tengah pasar bearish?
JSMR merupakan operator jalan tol terbesar di Indonesia dengan pendapatan berbasis tarif tol yang stabil dan terprediksi. Model bisnis ini relatif tidak terpengaruh oleh volatilitas pasar jangka pendek, menjadikannya pilihan yang lebih defensif dibanding saham dengan siklikalitas tinggi.

4. Bagaimana penguatan rupiah ke Rp17.838 berdampak pada ketiga saham rekomendasi hari ini?
Penguatan rupiah bersifat positif bagi BBNI karena mengurangi tekanan biaya dana valas. Bagi INTP, penguatan rupiah membantu menekan biaya bahan baku impor seperti batu bara dan gipsum. Sementara JSMR relatif netral karena hampir seluruh pendapatan dan biayanya dalam denominasi rupiah.

5. Apakah penguatan IHSG dua hari berturut-turut sudah cukup menjadi sinyal pembalikan tren?
Belum. Menurut analis Ciptadana Sekuritas Asia (3/6/2026), konfirmasi pembalikan tren membutuhkan breakout yang berkelanjutan di atas area resistance 6.300–6.400 disertai peningkatan volume beli yang signifikan dan normalisasi arus masuk asing secara konsisten.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,6

Up0,37%
Up1,38%
Up0,68%
Up6,97%
Up19,35%
Up13,33%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.173,05

Up0,18%
Up1,95%
Up1,54%
Up6,71%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.205,74

Up0,45%
Up2,19%
Up1,77%
Up7,32%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.028,96

Down- 1,93%
Down- 0,40%
Down- 1,78%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua