BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Hari Ini AMRT, CBDK, JSMR & SMGR, IHSG Diprediksi Melemah

Abdul Malik09 Maret 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Hari Ini AMRT, CBDK, JSMR & SMGR, IHSG Diprediksi Melemah
Foto aerial mobil mengantre di gerbang tol Cikarang Utama pada H+3 Lebaran, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (9/7). PT Jasa Marga membuka 21 gerbang tol dan berencana menggratiskan tarif tol jika antrean kendaraan mencapai 5 km. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Rekomendasi saham hari ini: AMRT, CBDK, JSMR, dan SMGR untuk trading jangka pendek. IHSG diprediksi melemah dengan kisaran support 7.448 dan resistance 7.678.

Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 9 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bisa melemah.

1. AMRT: Speculative Buy di Rp1.520

Saham AMRT turun 2,25% dan ditutup di Rp1.520 (6/3). Saat ini AMRT masih berada dalam tren turun jangka menengah, bergerak di dalam pola channel menurun dan masih diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan harga (moving average).

Setelah gagal mempertahankan kenaikan di sekitar resistance Rp1.965, saham ini mengalami tekanan jual yang kuat dan turun menembus beberapa level support Fibonacci.

Promo Terbaru di Bareksa

Saat ini harga mendekati area support penting di kisaran Rp1.450–1.380, yang juga merupakan batas bawah channel dan berpotensi menjadi area munculnya pembeli.

Strategi: Speculative buy di Rp1.520, dengan stop loss Rp1.440 dan target ambil untung di Rp1.650.

2. CBDK: Speculative Buy di Rp5.000

Saham CBDK turun 1,48% dan ditutup di Rp5.000 (6/3). Saat ini CBDK sedang mengalami tekanan turun yang kuat setelah gagal bertahan di atas level resistance Rp6.700, yang sebelumnya merupakan area support penting.

Penurunan tersebut memicu pelemahan tajam, sehingga harga turun mendekati area support utama di kisaran Rp4.700–4.710. Saat ini saham diperdagangkan dekat area penting tersebut, yang menunjukkan tekanan jual masih mendominasi dalam jangka pendek.

Namun, indikator Stochastic sudah berada di area oversold, yang menandakan potensi rebound teknikal dalam jangka pendek.

Strategi: Speculative buy di Rp5.000, dengan stop loss Rp4.650 dan target ambil untung Rp5.500.

3. JSMR: Buy on Weakness di Rp3.200

Saham JSMR turun 0,90% dan ditutup di Rp3.310. JSMR sebelumnya mengalami tekanan jual cukup kuat setelah gagal mempertahankan kenaikan di dekat resistance Rp3.860, sehingga memicu koreksi yang cukup tajam.

Saat ini harga sudah turun di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek (moving average) dan mendekati area support penting di kisaran Rp3.210–3.180, yang sebelumnya menjadi area munculnya pembeli.

Penurunan ini menunjukkan momentum yang mulai melemah dan meningkatkan risiko penurunan lanjutan dalam jangka pendek. Namun, indikator Stochastic sudah berada di area oversold, sehingga ada potensi rebound teknikal jangka pendek.

Strategi: Buy on weakness di Rp3.200, dengan stop loss Rp3.150 dan target ambil untung Rp3.350.

4. SMGR: Buy on Weakness di Rp2.600

Saham SMGR turun 0,37% dan ditutup di Rp2.660 (6/3). SMGR sebelumnya mengalami tekanan jual cukup kuat setelah gagal mempertahankan kenaikan di dekat resistance Rp3.260, sehingga memicu koreksi yang cukup tajam.

Harga kini turun kembali di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek (moving average) dan diperdagangkan di sekitar Rp2.660, yang menunjukkan momentum kenaikan mulai melemah.

Saat ini saham mendekati area support penting di kisaran Rp2.450–2.390, yang sebelumnya menjadi area kuat munculnya pembeli.

Sementara itu, indikator Stochastic mendekati area oversold, yang mengindikasikan potensi rebound teknikal dalam jangka pendek.

Strategi: Buy on weakness di Rp2.600, dengan stop loss Rp2.440 dan target ambil untung Rp2.720.

Highlight Pasar

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG turun 1,62% ke level 7.586 pada Jumat (6/3), dengan investor asing mencatat net sell Rp263 miliar.

Sektor yang paling melemah adalah:

  • Industri (-3,37%)
  • Konsumer siklikal (-3,34%)
  • Energi (-2,86%)

Saham yang paling mempengaruhi pergerakan indeks antara lain:

  • BBRI turun 2,13% ke 3.670

  • BMRI turun 2,83% ke 4.980

  • BBCA turun 1,41% ke 7.000

Nilai tukar Rupiah melemah 23 poin ke Rp16.906 per dolar AS. Secara teknikal perdagangan IHSG dalam kisaran 7.448 (support / batas bawah) hingga 7.678 (resistance / batas atas), dengan kemungkinan IHSG ditutup di level yang lebih rendah hari ini, 9 Maret 2026.

Kesimpulan

IHSG diperkirakan bergerak dalam tren melemah dengan rentang 7.448–7.678. Secara teknikal, AMRT dan CBDK direkomendasikan speculative buy karena mendekati area support dan berpotensi rebound. Sementara JSMR dan SMGR menarik untuk strategi buy on weakness di area support. Investor disarankan memperhatikan level stop loss untuk mengelola risiko di tengah tekanan pasar.

FAQ

1. Apa arti speculative buy dalam rekomendasi saham?
Speculative buy adalah strategi membeli saham dengan potensi kenaikan jangka pendek, namun risikonya relatif lebih tinggi sehingga biasanya disertai batas stop loss.

2. Apa perbedaan speculative buy dan buy on weakness?
Speculative buy biasanya dilakukan saat ada peluang rebound cepat, sedangkan buy on weakness dilakukan saat harga melemah mendekati area support kuat.

3. Mengapa level support dan resistance penting bagi trader?
Support adalah area harga yang berpotensi menahan penurunan, sedangkan resistance adalah area yang sering menjadi batas kenaikan harga.

4. Apa itu indikator stochastic dalam analisis teknikal?
Stochastic adalah indikator momentum yang membantu melihat apakah saham berada di area overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual).

5. Mengapa investor perlu memasang stop loss?
Stop loss membantu membatasi potensi kerugian jika pergerakan harga saham tidak sesuai dengan strategi trading.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.210,5

Up0,05%
Up3,39%
Up0,34%
Up8,64%
Up20,44%
Up14,63%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.167,33

Up0,30%
Up3,91%
Up1,05%
Up8,58%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.196,38

Up0,39%
Up3,42%
Up0,98%
Up8,53%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.046,92

Down- 0,16%
Up4,67%
Down- 0,06%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua