BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

DSNG dan DAAZ Kompak Nilai Rencana PP Ekspor SDA Belum Berdampak Material

Abdul Malik29 Mei 2026
Tags:
DSNG dan DAAZ Kompak Nilai Rencana PP Ekspor SDA Belum Berdampak Material
Perkebunan milik PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG). (dok perseroan)

DSNG dan DAAZ menyatakan rencana PP Tata Kelola Ekspor SDA belum berdampak material terhadap operasional dan kinerja keuangan.

Bareksa - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG). dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) menyatakan rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam belum memberikan dampak material terhadap bisnis perseroan. Informasi ini penting dicermati investor karena berkaitan dengan potensi pengaruh regulasi baru terhadap emiten sektor komoditas dan perdagangan.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI tertanggal 28 Mei 2026, DSNG menjelaskan mayoritas penjualan produk kelapa sawit perseroan masih ditujukan ke pasar domestik. Karena itu, perseroan menilai rencana regulasi ekspor SDA belum memengaruhi operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha secara langsung.

Sementara itu, DAAZ menyebut kontribusi penjualan ekspor terhadap total pendapatan 2025 hanya sekitar 2,14%. Perseroan menilai dampak terhadap pendapatan, laba usaha, laba bersih, dan arus kas relatif minimal karena porsi transaksi ekspor masih kecil. DSNG bergerak di sektor kelapa sawit dan produk kayu, sedangkan DAAZ bergerak di bidang perdagangan dan distribusi komoditas.

Promo Terbaru di Bareksa

Emiten Masih Pantau Implementasi Teknis Regulasi

DSNG menyatakan belum terdapat dampak terhadap covenant pembiayaan, kerja sama pelanggan, maupun risiko hukum terkait rencana kebijakan tersebut. Perseroan juga belum menyiapkan aksi korporasi khusus dan masih memantau perkembangan regulasi pemerintah.

DAAZ menambahkan mekanisme teknis implementasi aturan masih dalam tahap pembahasan pemerintah. Perseroan menilai risiko wanprestasi kontrak relatif minimal karena transaksi ekspor selama ini mayoritas dilakukan berbasis spot dan bukan kontrak jangka panjang.

Kedua emiten menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku apabila regulasi diterapkan secara efektif. Respons emiten terhadap kebijakan ekspor SDA berpotensi menjadi perhatian pelaku pasar, khususnya sektor berbasis komoditas.

Ringkasan Penjelasan DSNG dan DAAZ

Keterangan
DSNG
DAAZ

Tanggal keterbukaan informasi

28 Mei 2026

28 Mei 2026

Fokus bisnis

Sawit dan produk kayu

Perdagangan komoditas

Eksposur ekspor

Mayoritas domestik

Ekspor 2,14% pendapatan

Dampak operasional

Tidak material

Relatif minimal

Dampak keuangan

Tidak material

Relatif minimal

Risiko hukum

Tidak ada

Relatif minimal

Rencana aksi korporasi

Belum ada

Belum ada

Sumber: DSNG, DAAZ diolah

Data Perdagangan Saham

Keterangan
DSNG
DAAZ

Harga saham

Rp1.200

Rp1.475

Perubahan harian

-3,23%

+0,34%

Kapitalisasi pasar

Rp12,72 triliun

Rp2,95 triliun

Rasio P/E

6,68 kali

11,17 kali

Dividend yield

2,00%

8,47%

Sumber: BEI, diolah

Hal yang Dicermati Investor

  • Implementasi teknis PP Tata Kelola Ekspor SDA masih menunggu pemerintah

  • Eksposur ekspor DSNG dan DAAZ dinilai relatif terbatas

  • Belum ada dampak material terhadap operasional maupun keuangan

  • Respons emiten sektor komoditas berpotensi menjadi perhatian pasar

Kesimpulan

DSNG dan DAAZ sama-sama menilai rencana PP Tata Kelola Ekspor SDA belum memberikan dampak material terhadap bisnis perseroan. Eksposur ekspor yang relatif terbatas menjadi faktor utama yang menopang stabilitas operasional kedua emiten.

Investor dapat mencermati perkembangan regulasi pemerintah serta implementasi teknis aturan tersebut ke depan. Kebijakan tata kelola ekspor SDA berpotensi memengaruhi sentimen sektor komoditas apabila cakupan regulasi diperluas.

FAQ

1. Apa isi penjelasan DSNG dan DAAZ ke BEI?
Kedua emiten menyatakan rencana PP Tata Kelola Ekspor SDA belum berdampak material terhadap bisnis.

2. Mengapa dampaknya dinilai terbatas?
Karena eksposur ekspor kedua perseroan masih relatif kecil dibanding total pendapatan.

3. Apakah regulasi memengaruhi laba perusahaan?
DSNG dan DAAZ menyatakan belum ada dampak material terhadap laba maupun arus kas.

4. Apakah ada aksi korporasi yang disiapkan?
Hingga saat ini kedua emiten belum memiliki rencana aksi korporasi khusus.

5. Apa bisnis utama DSNG dan DAAZ?
DSNG bergerak di sektor sawit dan produk kayu, sedangkan DAAZ fokus pada perdagangan komoditas.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.213,63

Up0,20%
Up1,50%
Up0,60%
Up7,00%
Up19,26%
Up13,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,88

Up0,03%
Up1,94%
Up1,44%
Up6,70%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,91

Up0,39%
Up2,19%
Up1,70%
Up7,41%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.036,02

Down- 1,25%
Up0,35%
Down- 1,10%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua