BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Laba Indofood Sukses Makmur (INDF) Naik 8,6% di Kuartal I 2026, Rekomendasi Buy

Abdul Malik08 Mei 2026
Tags:
Laba Indofood Sukses Makmur (INDF) Naik 8,6% di Kuartal I 2026, Rekomendasi Buy
Kantor Indofood di Jakarta. (Shutterstock)

INDF mencatat laba bersih Rp2,96 triliun di Kuartal I 2026. Ciptadana mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga Rp8.200.

Bareksa - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan laba bersih Rp2,96 triliun pada Kuartal I 2026 atau naik 8,6% secara tahunan. Kinerja ini penting dicermati investor karena menunjukkan daya tahan bisnis konsumer Indofood di tengah tekanan biaya bahan baku dan volatilitas rupiah.

Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia tanggal 7 Mei 2026, pendapatan INDF tumbuh 7,4% secara tahunan menjadi Rp33,89 triliun, ditopang pertumbuhan bisnis consumer branded products (CBP) dan Bogasari. Namun margin laba kotor turun menjadi 32,9% dari sebelumnya 34,5% akibat kenaikan biaya bahan baku yang belum sepenuhnya diteruskan ke harga jual. Margin EBIT juga turun menjadi 18,6% dari 19,8% pada periode sama tahun lalu.

Analis Ciptadana menilai hasil Kuartal I 2026 masih sejalan dengan ekspektasi pasar karena laba bersih telah mencapai 24% dari proyeksi setahun penuh. Riset tersebut mempertahankan rekomendasi “Buy” dengan target harga Rp8.200 per saham, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 16,3% dibanding harga terakhir Rp7.050.

Promo Terbaru di Bareksa

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko tekanan margin akibat pelemahan rupiah dan kenaikan harga bahan baku global. INDF merupakan emiten sektor consumer goods dengan lini usaha mi instan, tepung terigu, agribisnis, dan distribusi.

Bogasari dan CBP Jadi Penopang

Segmen Bogasari mencatat pertumbuhan yang cukup kuat dengan pendapatan naik 7,4% menjadi Rp8,28 triliun. EBIT Bogasari melonjak 24,7% secara tahunan dan margin EBIT meningkat menjadi 9,2%, melampaui panduan manajemen di kisaran 6–8%. Kinerja ini ditopang pertumbuhan volume tepung dan bauran produk yang lebih baik.

Sementara itu, bisnis CBP masih menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp19,34 triliun atau naik 7,6% secara tahunan. Permintaan produk mi instan dan makanan konsumen dinilai tetap resilien di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Stabilitas bisnis CBP menjadi salah satu alasan rekomendasi positif terhadap saham INDF masih dipertahankan.

Di sisi lain, segmen agribisnis mengalami tekanan dengan EBIT turun 19,6% akibat kenaikan biaya produksi dan pemupukan. Namun Ciptadana memperkirakan pemulihan dapat terjadi pada semester II 2026 seiring normalisasi cuaca dan potensi kenaikan harga CPO global. Implementasi program biodiesel B50 juga berpotensi menopang harga CPO ke depan.

Tabel Ringkasan Kinerja INDF Kuartal I 2026

Indikator
Q1 2026
YoY

Pendapatan

Rp33,89 triliun

7,4%

Laba Bersih

Rp2,96 triliun

8,6%

Margin Laba Kotor

32,9%

Turun 1,6 ppt

Margin EBIT

18,6%

Turun 1,2 ppt

EBIT Bogasari

Rp814 miliar

24,7%

EBIT Agribisnis

Rp1,42 triliun

-19,6%

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Ringkasan Rekomendasi dan Valuasi

Indikator
Nilai

Harga Saham Terakhir

Rp7.050

Target Harga Ciptadana

Rp8.200

Potensi Kenaikan

16,3%

PER 2026F

4,9x

Dividend Yield 2026F

5,7%

Rekomendasi

Buy

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Faktor yang Dicermati Investor

  • Pertumbuhan bisnis CBP dan Bogasari masih solid

  • Margin laba tertekan akibat kenaikan bahan baku

  • Pelemahan rupiah berpotensi memengaruhi biaya impor

  • Pemulihan agribisnis berpotensi terjadi pada semester II 2026

  • Valuasi saham dinilai relatif murah dibanding historis

Kesimpulan

Kinerja INDF pada Kuartal I 2026 menunjukkan pertumbuhan laba dan pendapatan yang masih solid di tengah tekanan biaya produksi. Bisnis konsumer dan Bogasari menjadi penopang utama kinerja perseroan.

Rekomendasi Buy dari Ciptadana mencerminkan pandangan bahwa valuasi INDF masih menarik dengan dukungan bisnis defensif dan potensi pemulihan agribisnis. Namun tekanan margin dan volatilitas nilai tukar tetap menjadi faktor yang perlu dicermati investor.

FAQ

1. Berapa laba bersih INDF pada Kuartal I 2026?
Laba bersih INDF mencapai Rp2,96 triliun, naik 8,6% secara tahunan.

2. Apa rekomendasi terbaru untuk saham INDF?
Ciptadana mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga Rp8.200 per saham.

3. Apa faktor utama penopang kinerja INDF?
Segmen CBP dan Bogasari menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan dan laba.

4. Mengapa margin laba INDF menurun?
Margin turun akibat kenaikan harga bahan baku yang belum sepenuhnya diteruskan ke harga jual.

5. Apa risiko yang perlu diperhatikan investor?
Investor perlu mencermati pelemahan rupiah, kenaikan biaya bahan baku, dan potensi perlambatan segmen non-CBP.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.201,62

Up0,40%
Up2,25%
Up1,42%
Up7,63%
--

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,97

Up0,36%
Up1,70%
Up0,71%
Up7,60%
Up20,56%
Up14,40%

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.046,56

Down- 0,03%
Up2,03%
Down- 0,10%
---

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,72

Up0,31%
Up2,21%
Up1,43%
Up7,28%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua