BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: SCMA, ACES, & INET, IHSG Diprediksi Sideways

Abdul Malik23 April 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: SCMA, ACES, & INET, IHSG Diprediksi Sideways
Ilustrasi seorang trader investor sedang melihat hasil investasi trading saham setelah mengikuti stock pick dari Bareksa. (Shutterstock)

Rekomendasi saham SCMA, ACES, INET untuk 23 April 2026. IHSG diprediksi sideways di 7.512–7.692, simak support, resistance, dan strategi.

Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 23 April 2026. Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak mendatar (sideways).

1. SCMA – Buy on Weakness di Rp286-282

SCMA berada dalam fase konsolidasi dengan pergerakan sideways di area bawah dan tekanan jual relatif terbatas. Harga terakhir (22/4) stagnan di Rp286, dengan support di Rp286 dan support kuat di Rp282, serta resistance di kisaran Rp300–310.

Target ambil untung berada di Rp300–310 dengan batas rugi di Rp284. Strategi yang disarankan adalah buy on weakness, memanfaatkan area support sebagai titik masuk dengan potensi rebound.

Promo Terbaru di Bareksa

2. ACES - Hold / beli spekulatif di Rp350–390

ACES menunjukkan sinyal penguatan setelah naik 2,07% ke Rp394 (22/4). Pergerakan intraday sempat melemah namun rebound dan ditutup menguat, mengindikasikan momentum menuju resistance Rp414–426.

Support berada di Rp350 dan support kuat Rp346. Target ambil untung di Rp414–426 dan batas rugi di Rp346.

Strategi yang disarankan adalah hold atau speculative buy dengan menunggu konfirmasi breakout resistance.

3. INET - Hold / beli spekulatif di Rp302–350

INET mencatat kenaikan 7,27% ke Rp354 (22/4) dan bergerak dalam tren naik jangka pendek. Harga ditutup mendekati level tertinggi harian setelah konsolidasi.

Support berada di Rp330 dan support kuat Rp302, dengan resistance di Rp372–382. Target ambil untung di Rp372–382 dan batas rugi di Rp300.

Strategi yang disarankan adalah hold atau speculative buy, dengan pendekatan akumulasi saat pullback dan antisipasi potensi breakout resistance.

Highlight Pasar

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: Riset Ciptadana Sekuritas Asia

IHSG ditutup melemah 0,24% ke level 7.542 (22/4), seiring aksi jual bersih asing Rp827 miliar dan pelemahan rupiah ke Rp17.175 per dolar AS. Menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia, pergerakan sektor mixed, dengan penguatan dipimpin Transportasi & Logistik, Consumer Cyclicals, dan Industrials, sementara Basic Materials, Energi, dan Properti melemah. Saham DSSA, BREN, dan AMMN menjadi penekan utama indeks.

Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan rentang support 7.512 dan resistance 7.692. Pergerakan harga yang terbatas mencerminkan kondisi pasar yang cenderung seimbang, dengan indeks bergerak di sekitar area rata-rata yang mulai mendatar.

Untuk perdagangan 23 April 2026, IHSG diperkirakan bergerak di rentang 7.512–7.692 dengan kecenderungan sideways. Indikator stochastic yang mulai melemah menunjukkan momentum jangka pendek terbatas, sehingga arah pergerakan selanjutnya masih menunggu konfirmasi penembusan area support atau resistance.

Kesimpulan

IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan rentang terbatas di tengah konsolidasi pasar. SCMA, ACES, dan INET menunjukkan peluang teknikal jangka pendek dengan pendekatan berbeda sesuai momentum masing-masing. Pergerakan selanjutnya masih bergantung pada konfirmasi breakout atau penahanan di area support.

FAQ

1. Apa arti IHSG sideways?
IHSG bergerak dalam rentang tertentu tanpa tren naik atau turun yang kuat.

2. Kenapa investor asing melakukan net sell?
Aksi jual bisa dipicu faktor global, nilai tukar, atau penyesuaian portofolio.

3. Apa itu buy on weakness?
Strategi membeli saat harga mendekati area support dengan harapan rebound.

4. Kenapa penting level support dan resistance?
Level ini membantu mengidentifikasi area potensi beli, jual, atau pembalikan arah.

5. Apa risiko kondisi pasar sideways?
Potensi keuntungan terbatas dan pergerakan harga cenderung tidak signifikan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.215,16

Up1,43%
Up2,19%
Up0,96%
Up8,46%
Up20,75%
Up14,95%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.199,32

Up0,33%
Up2,28%
Up1,21%
Up7,95%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.174,07

Up0,93%
Up2,56%
Up1,63%
Up8,12%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.054,04

Up1,13%
Up2,71%
Up0,62%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua