DRMA Direkomendasikan BUY, Kinerja Semester II 2025 Kuat dan Prospek 2026 Makin Menarik
harma Polimetal (DRMA) catat kinerja kuat di 2025, didorong segmen 2W dan pemulihan 4W. Simak prospek, valuasi, dan rekomendasi BUY.

harma Polimetal (DRMA) catat kinerja kuat di 2025, didorong segmen 2W dan pemulihan 4W. Simak prospek, valuasi, dan rekomendasi BUY.
Bareksa - Emiten manufaktur komponen kendaraan bermotor, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencatat kinerja yang solid sepanjang 2025 dengan pendapatan mencapai Rp5,9 triliun atau tumbuh 7,8% YoY. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen roda dua (2W) yang naik 12,5% YoY, jauh di atas pertumbuhan industri yang hanya 1,3%.
Kinerja ini mencerminkan peningkatan pangsa pasar serta efisiensi operasional yang semakin baik.
Segmen 2W sendiri menyumbang sekitar 62% dari total pendapatan, menjadikannya pilar utama pertumbuhan DRMA.
Promo Terbaru di Bareksa
Segmen 4W Sempat Tertekan, Namun Mulai Pulih
Di sisi lain, segmen roda empat (4W) mengalami penurunan 6,5% YoY menjadi Rp1,3 triliun pada 2025, akibat lemahnya penjualan industri di paruh pertama tahun.
Namun, kondisi mulai membaik di semester II 2025. Penjualan komponen naik 15,6% dibandingkan semester I 2025, membantu menahan penurunan lebih dalam dan menjadi sinyal awal pemulihan segmen ini.
Ekspansi Bisnis dan Dorongan Laba
Untuk memperkuat bisnis, DRMA mengakuisisi PT Mah Sing Indonesia guna meningkatkan kemampuan suplai OEM dan masuk ke pasar aftermarket.
Selain itu, joint venture DKI juga mencatat peningkatan ekspor menjadi 132 kontainer (dari 86 pada 2024). Kombinasi strategi ini mendorong laba bersih tumbuh 13% YoY di FY25.
Masuk ke Energi Terbarukan, Tangkap Peluang EV
DRMA juga mulai melakukan diversifikasi ke sektor energi terbarukan melalui anak usaha PT Dharma Energy Resources (DER).
Fokus utamanya adalah daur ulang baterai lithium-ion untuk industri otomotif, mencakup proses dari pre-treatment hingga hydrometallurgy, dengan output seperti black powder, aluminium, dan tembaga.
Perusahaan juga telah menjalin kerja sama dengan PT Bestindo Car Utama untuk pengelolaan limbah baterai BMW di Indonesia, serta menjajaki kolaborasi dengan mitra Korea. Inisiatif ini diperkenalkan dalam ajang Indonesia International Motor Show 2026.
Target 2026: Tumbuh Dua Digit dengan Margin Stabil
Memasuki 2026, DRMA menargetkan pertumbuhan pendapatan organik sekitar 10% YoY, didorong ekspansi pangsa pasar dan penguatan lini produk.
Margin laba bersih diperkirakan tetap stabil di kisaran dua digit rendah. Selain itu, perusahaan juga akan memperluas SKU komponen dan variasi suku cadang untuk kendaraan ICE, HEV, dan BEV.
Valuasi Menarik, Rekomendasi Naik ke BUY
Dengan kinerja yang kuat dan prospek yang membaik, rekomendasi saham DRMA dinaikkan menjadi BUY dengan target harga Rp1.250 per saham.
Valuasi saat ini berada di sekitar 8,3x P/E, yang dinilai masih menarik. Pertumbuhan segmen 2W yang berlanjut dan pemulihan 4W menjadi katalis utama bagi peningkatan kinerja ke depan.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Beberapa risiko yang perlu dicermati investor antara lain:
- Penjualan 2W yang lebih lemah dari ekspektasi
- Perlambatan di segmen 4W
- Kondisi makro yang kurang mendukung
Kesimpulan
DRMA menunjukkan fundamental yang semakin kuat, ditopang pertumbuhan segmen utama, pemulihan bisnis, serta ekspansi ke sektor energi terbarukan. Dengan valuasi yang masih menarik dan potensi pertumbuhan ke depan, saham ini menjadi salah satu yang layak diperhatikan di sektor otomotif.
FAQ
1. Apa yang mendorong kinerja DRMA di 2025?
Pertumbuhan kuat segmen 2W dan pemulihan segmen 4W di paruh kedua tahun.
2. Berapa target harga saham DRMA?
Rp1.250 per saham dengan rekomendasi BUY.
3. Apa prospek DRMA ke depan?
Ditopang pertumbuhan organik, ekspansi bisnis, dan peluang dari sektor kendaraan listrik.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.213,94 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.197,16 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.170,52 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.049,05 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
