BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Hari Ini: BMRI, EMTK, SRTG & TLKM, IHSG Masih Tren Naik Jangka Panjang

Abdul Malik13 Januari 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Hari Ini: BMRI, EMTK, SRTG & TLKM, IHSG Masih Tren Naik Jangka Panjang
Ilustrasi meroketnya saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek turut mendongkrak kinerja reksadana yang memiliki portofolio sahamnya. (Shutterstock)

Rekomendasi saham hari ini BMRI, EMTK, SRTG, dan TLKM. IHSG masih tren naik jangka panjang meski terkoreksi, dengan peluang trading jangka pendek.

Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (13/1/2026) merekomendasikan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan PT Telkom Indonesia Tbk (SRTG) sebagai saham pilihan untuk trading hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih tren naik jangka panjang meskipun melemah kemarin, setelah sempat menembus rekor tertinggi baru (all time high) 9.000 secara intraday.

1. BMRI: Buy on Weakness di Rp4.680

BMRI naik tipis 0,21% dan ditutup di level Rp4.770 (12/1). BMRI masih berada dalam tren turun jangka menengah, tercermin dari MA 55 yang menurun serta resisten kuat di area Rp5.200. Namun, saham ini baru-baru ini memantul dari area support Rp4.800, yang mengindikasikan terbentuknya fase pemulihan jangka pendek di tengah konteks bearish yang lebih besar.

Saat ini, harga sedang menguji resistensi garis tren menurun di sekitar Rp4.900. Strategi yang disarankan adalah buy on weakness di Rp4.680 dengan stop loss di Rp4.600 dan target profit di Rp4.880.

Promo Terbaru di Bareksa

2. EMTK: Buy on Weakness di Rp1.000

EMTK turun tajam 6,58% dan ditutup di level Rp1.065 (12/1). Saat ini EMTK berada dalam fase koreksi dalam di tengah tren naik yang lebih besar, dengan harga menguji zona support krusial di kisaran Rp1.000–925. Indikator momentum menunjukkan kondisi oversold, sehingga rebound teknikal berpeluang terjadi jika buyer mampu mempertahankan level Rp1.000.

Namun demikian, dibutuhkan pergerakan bertahan di atas Rp1.250 untuk mengonfirmasi pembalikan tren dan memulihkan momentum kenaikan. Strategi yang disarankan adalah buy on weakness di sekitar Rp1.000 dengan stop loss di Rp960 dan target profit di Rp1.135.

3. SRTG: Buy on Weakness di Rp1.575

SRTG turun tipis 0,31% dan ditutup di level Rp1.625 (12/1). Saat ini SRTG berada dalam fase rebound teknikal di tengah tren turun yang lebih besar. Pembalikan tren belum terkonfirmasi. Untuk mengubah bias menjadi bullish, dibutuhkan penembusan di atas level Rp1.870 sekaligus garis tren menurun.

Selama hal tersebut belum terjadi, bias pergerakan masih netral cenderung bearish, sehingga perdagangan perlu dilakukan dengan lebih berhati-hati di area resistensi. Strategi yang disarankan adalah buy on weakness di Rp1.575 dengan stop loss di Rp1.520 dan target profit di Rp1.710.

4. TLKM: Speculative Buy di Rp3.520

TLKM naik 2,03% dan ditutup di level Rp3.520. TLKM masih berada dalam tren bullish jangka menengah, namun saat ini tengah memasuki fase konsolidasi di dekat area resistensi. Selama harga bertahan di atas Rp3.390 dan garis tren naik, bias pergerakan tetap bullish, dengan potensi kelanjutan kenaikan apabila mampu menembus level Rp3.720.

Strategi yang disarankan adalah speculative buy di Rp3.520 dengan stop loss di Rp3.440 dan target profit di Rp3.630.

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas (13/1)

Highlight Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 52 poin (-0,58%) dan ditutup di level 8.884 (12/1). Pergerakan perdagangan berada pada rentang tertinggi 9.000 dan terendah 8.715. Saham AMMN, BREN, dan BBCA secara berurutan menjadi penggerak utama indeks.

IHSG masih berada dalam tren naik jangka panjang, didukung oleh indikator moving average dan struktur pasar yang kuat. Namun, kondisi overbought dalam jangka pendek mengindikasikan potensi konsolidasi sebelum melanjutkan kenaikan berikutnya. Selama pergerakan tetap bertahan di atas area 8.525–8.493, bias bullish masih terjaga.

Support terdekat berada di 8.715 (jangka pendek). Kegagalan bertahan di atas level 8.715 berpotensi memicu koreksi jangka pendek menuju 8.500. Penutupan di bawah level tersebut akan melemahkan struktur bullish jangka menengah dan membuka peluang pengujian kembali area 8.493.

Sebaliknya, jika IHSG mampu menembus level 9.000, maka terbuka potensi kenaikan lanjutan menuju area 9.300–9.450.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.210,31

Up0,51%
Up4,92%
Up0,32%
Up9,65%
Up19,74%
Up11,44%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.188,85

Up0,45%
Up4,24%
Up0,34%
Up8,91%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.160,55

Up0,57%
Up4,44%
Up0,46%
Up8,88%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.053,01

Up0,57%
-
Up0,52%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua