BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Perang AS–Israel vs Iran Memanas: Harga Minyak Bisa Tembus US$100? Ini Strategi Investasi 2026

Abdul Malik03 Maret 2026
Tags:
Perang AS–Israel vs Iran Memanas: Harga Minyak Bisa Tembus US$100? Ini Strategi Investasi 2026
Ilustrasi lonjakan harga minyak akibat memanasnya konflik AS & Israel vs Iran. (Shutterstock)

Perang AS–Israel vs Iran dorong harga minyak naik dan pasar volatil. Simak dampaknya ke IHSG serta strategi investasi 3–6 bulan ke depan.

Bareksa - Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah konflik AS–Israel vs Iran memanas sejak akhir Februari 2026. Pasar global bereaksi cepat: harga minyak melonjak, emas menguat, volatilitas saham meningkat.

Pertanyaannya, apakah ini hanya gejolak jangka pendek, atau awal tekanan yang lebih panjang ke pasar keuangan?

Bagi investor, ini bukan hanya isu geopolitik. Ini soal strategi.

Promo Terbaru di Bareksa

Selat Hormuz dan Risiko Pasokan Minyak Global

Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% distribusi minyak dunia. Jika gangguan berlangsung lama:

  • 8–10 juta barel per hari berpotensi terdampak

  • Harga minyak berisiko naik signifikan

  • Inflasi global bisa kembali meningkat

  • Tekanan suku bunga tinggi bertahan lebih lama

Kenaikan harga energi memiliki efek berantai: biaya produksi naik, inflasi meningkat, dan ekspektasi kebijakan moneter menjadi lebih ketat.

Grafik Pergerakan Harga Minyak Dunia 2025-2026

Illustration

Sumber: Investing, WTI Oil

Pola Historis: Saat Geopolitik Memanas

Dalam fase ketidakpastian global, pola pasar biasanya menunjukkan:

  • Penguatan dolar AS

  • Kenaikan harga emas

  • Tekanan jangka pendek pada emerging market

  • Investor mengurangi aset berisiko

Artinya, volatilitas bukan anomali, melainkan bagian dari respons pasar terhadap risiko global.

Grafik Pergerakan Harga Emas di Pasar Spot

Illustration

Sumber: Investing, Harga Emas XAU/USD

Dampaknya ke IHSG dan Rupiah

Bagi pasar domestik, beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Rupiah sensitif terhadap penguatan dolar AS

  • IHSG cenderung bergerak volatil mengikuti sentimen global

  • Yield obligasi berpotensi naik seiring kenaikan risk premium

  • Arus dana asing menjadi lebih selektif

Fundamental ekonomi Indonesia relatif stabil, namun sentimen eksternal dapat mendominasi pergerakan jangka pendek.

Moody’s dan Risiko Tambahan

Outlook peringkat utang Indonesia diturunkan menjadi negatif (rating tetap investment grade). Sinyal ini meningkatkan persepsi risiko, meski belum mengubah status peringkat.

Implikasinya bisa berupa:

  • Kenaikan imbal hasil obligasi

  • Tekanan pada pasar saham

  • Peningkatan volatilitas jangka pendek

Namun, kondisi ini bukan berarti pasar akan melemah tanpa jeda. Pasar sering kali berfluktuasi mengikuti perkembangan berita dan respons kebijakan.

Strategi Investasi 3–6 Bulan: Fokus pada Pengelolaan Risiko

Dalam situasi seperti ini, pendekatan agresif tanpa manajemen risiko justru meningkatkan eksposur terhadap volatilitas.

Beberapa pendekatan yang dapat dipertimbangkan sesuai profil risiko:

1. Pendekatan Defensif

Emas dapat berperan sebagai diversifikasi saat risiko global meningkat. Reksadana pasar uang dapat membantu menjaga likuiditas dan stabilitas portofolio.

2. Pendekatan Moderat

Reksadana pendapatan tetap berpotensi memberikan imbal hasil lebih optimal dibanding pasar uang, dengan risiko yang relatif terukur. Reksa dana campuran memberikan fleksibilitas alokasi sesuai kondisi pasar.

3. Pendekatan Selektif Saham

Jika harga minyak bertahan tinggi, sektor energi berpotensi mendapatkan sentimen positif. Namun, saham tetap memiliki volatilitas tinggi dan memerlukan disiplin manajemen risiko.

Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Masuk Pasar?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua investor. Keputusan investasi sebaiknya mempertimbangkan:

  • Profil risiko

  • Horizon waktu investasi

  • Kebutuhan likuiditas

  • Komposisi portofolio saat ini

Ketegangan geopolitik memang meningkatkan ketidakpastian, tetapi volatilitas juga merupakan bagian dari siklus pasar.

Strategi Investasi 3–6 Bulan di Tengah Volatilitas

Kategori Strategi
Instrumen / Sektor
Keterangan

Defensif

Emas

Safe haven saat volatilitas & geopolitik meningkat


Reksadana Pasar Uang

Likuiditas tinggi, risiko rendah

Moderate

Reksadana Pendapatan Tetap (Obligasi Korporasi)

Potensi imbal hasil lebih tinggi dari pasar uang dengan risiko terukur


Reksadana Campuran (Mayoritas Obligasi & Selektif Saham)

Fleksibilitas alokasi aset menyesuaikan kondisi pasar

Selektif Saham

Energi (jika minyak global bertahan tinggi)

Diuntungkan dari kenaikan harga minyak

Sumber: Tim Analis Bareksa

Daftar Reksadana Pilihan

Reksadana Pasar Uang
Return 1 Bulan
Return 1 Tahun​

KIM Money Market Fund

0,42%

5,33%

Syailendra Dana Kas

0,36%

5,19%

Reksadana Pendapatan Tetap

Return 1 Bulan

Return 1 Tahun

KIM Fixed Income Fund Plus

0,53%

10,49%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

0,6%

8,76%

Reksadana Campuran

Return 1 Bulan

Return 1 Tahun

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

0,56%

-

Sucorinvest Premium Fund

0.56%

7.57%

Sumber: Bareksa, kinerja 27 Februari 2026

Daftar Saham Pilihan

Saham Terkait Energi
Kode Saham
Last Price (Rp)
Rasio P/E (x)
Price/Book (x)
Target Price (Rp)

Medco Energi Internasional Tbk

MEDC

1.825

24,4

1,3

2.000

Energi Mega Persada Tbk

ENRG

2.010

34,7

3,5

2.200

Elnusa Tbk

ELSA

915

9,5

1,3

1.000

Adaro Andalan Indonesia Tbk

AADI

10.075

6.6

1.3

11.000

Bukit Asam Tbk

PTBA

2.680

9.5

1.5

2.900

Sumber: Tim Analis Bareksa, Target Price berdasarkan Teknikal, last price per sesi I 2/3/2026

Strategi yang terukur dan disiplin lebih penting daripada reaksi emosional terhadap berita.

Kesimpulan

Konflik AS–Israel vs Iran mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan volatilitas pasar global, termasuk IHSG dan rupiah.

Dalam situasi ini, fokus utama investor adalah pengelolaan risiko dan diversifikasi, bukan mengejar return agresif. Strategi defensif hingga moderat dapat dipertimbangkan sesuai profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.

FAQ

Apakah konflik ini pasti membuat pasar saham turun?
Tidak selalu. Pasar bisa bergerak fluktuatif dalam jangka pendek dan menyesuaikan seiring perkembangan situasi.

Apakah harga minyak pasti tembus US$100?
Pergerakan harga bergantung pada durasi konflik dan gangguan pasokan. Risiko kenaikan ada, namun tetap dinamis.

Apakah strategi defensif berarti menghindari saham?
Tidak. Strategi defensif berarti mengelola porsi dan risiko, bukan menghindari instrumen tertentu sepenuhnya.

Instrumen apa yang lebih stabil saat volatilitas tinggi?
Instrumen dengan risiko lebih rendah dan likuiditas tinggi umumnya lebih defensif, namun tetap memiliki risiko masing-masing.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

Disclaimer

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.​

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.215,07

Up0,34%
Up3,86%
Up0,72%
Up9,19%
Up20,75%
Up13,44%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.169,17

Up0,54%
Up4,20%
Up1,21%
Up8,80%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,37

Up0,40%
Up3,44%
Up0,89%
Up8,51%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.058,8

Up0,93%
Up5,75%
Up1,07%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua