BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Indeks Saham AS Melemah, Divestasi INCO Tuntas, XL Ikut Lelang Spektrum 5G

Hanum Kusuma Dewi27 Februari 2024
Tags:
Indeks Saham AS Melemah, Divestasi INCO Tuntas, XL Ikut Lelang Spektrum 5G
Ilustrasi sejumlah pialang atau trader di depan layar perdagangan Bursa Saham New York (NYSE), Wall Street. (Shutterstock)

Laba LPPF anjlok 51%, pendapatan bunga bersih BTPN naik, harga emas turun dan batu bara naik

Bareksa.com - Berikut rangkuman berita pasar modal dan saham dikutip dari laporan riset Kopi Pagi oleh D’Origin Financial & Business Advisory dan Daily & Technical Update oleh PT Ciptadana Sekuritas Asia dipublikasi Selasa (27/2/2024) :

Stock Pick

JSMR

Harga saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) kemarin (26/2/2024) ditutup naik 3,9% atau 200 poin di Rp5.250. D'Origin Financial memberikan rekomendasi Spekulative buy dengan target profit di Rp5.600 dan stop loss di Rp4.800. Sementara itu, level support JSMR di kisaran Rp5.200 dan Rp5.150, sedangkan level resistance Rp5.300 dan Rp5.350.

Kemarin, volume perdagangan saham JSMR lebih besar dari hari sebelumnya. Menurut D'Origin, penguatan saham JSMR berpotensi menguji resistance di Rp5.300, penembusan level ini membuka peluang menuju Rp5.350

JPFA

Harga saham PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) kemarin ditutup naik 4,07% atau 45 poin di Rp 1.150. D'Origin Financial memberikan rekomendasi Buy on Weakness (BOW) dengan target harga di Rp1.300, dan Stop Loss di Rp1.000. Adapun level support JPFA di kisaran Rp1.140 dan Rp1.130, sementara resistance di Rp1.160 dan Rp1.180.

Pada kemarin (27/2/2024), volume perdagangan saham JPFA lebih besar dari hari sebelumnya. Menurut D'Origin, penguatan JPFA berpotensi menguji resistance di Rp1.160, penembusan level ini membuka peluang menuju Rp1.180.

BBNI: Menguji support

Harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kemarin tidak berubah dan ditutup di Rp5.900. Menurut Ciptadana Sekuritas, saham ini masih melanjutkan koreksi, di atas support Rp5.750, dengan bias masih mengarah pada kenaikan. Sementara bias teknikal untuk saham BBNI masih netral.

Ciptadana menilai saham BBNI sedang menguji support di Rp5.750 dan memberikan rekomendasi Buy on Weakness di Rp5.750 dengan stop loss di Rp5.700. Sementara target profit yang mungkin di Rp6.025 dan Rp6.125.

EMTK: Peluang rebound

Harga saham PT Elang Mahkota Tbk (EMTK) kemarin turun 2,12% dan ditutup di Rp462. Ciptadana melihat saham ini bergerak mendatar tetapi berupaya untuk rebound setelah menyentuh titik rendah Rp450, tetapi tidak bisa naik ditutup di atas Rp472.

Menurut Ciptadana, saham EMTK membentuk pola marubozu candlestick dengan kecenderungan bullish, bersiap untuk menembus Rp472, dengan stop loss di Rp456 dan ambil untung di Rp490.

Beli Saham, Klik di Sini


Wall Street

Indeks-indeks saham di Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (26/2/2024) karena fokus beralih setelah reli yang didorong saham-saham AI minggu lalu ke data ekonomi mendatang yang dapat mempengaruhi waktu perkiraan penurunan suku bunga Federal Reserve.

S&P 500 turun 0,38% ke 5.069,53. Nasdaq Composite turun 0,13% dan ditutup pada 15.976,25. Sedangkan Dow Jones Industrial Average terpangkas 62,30 poin (0,16%) dan ditutup pada 39.069,23.

Minyak Mentah

Harga minyak naik karena permintaan diesel Eropa, yang dibatasi oleh sanksi Rusia dan gangguan pengiriman, menarik harga lebih tinggi dalam pasar yang cemas dengan produksi kilang minyak AS yang terbatas oleh perbaikan yang direncanakan.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup dengan kenaikan sebesar 91 sen, atau 1,11%, menjadi US$82,53 per barel. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS selesai dengan kenaikan sebesar US$1,09, atau 1,43%, menjadi $77,58.

Emas

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange terpantau turun pada penutupan perdagangan Senin, karena imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) naik.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun US$10,50 atau 0,51%, menjadi ditutup pada US$2.038,90 per ounce. Emas juga berada di bawah tekanan penjualan teknis berbasis grafik.

Beli Emas Logam Mulia, Klik di Sini


Batu Bara

Harga batu bara lagi-lagi naik, sehingga menguat lima hari beruntun. Hal tersebut terjadi karena dikepung sentimen positif, mulai dari peningkatan permintaan dari negara importir, didukung oleh kenaikan pasar gas dan di tengah dukungan secara teknikal.

Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Maret 2024 naik US$2,5 menjadi US$127,75 per ton. Sedangkan kontrak berjangka April 2024 naik US$3,75 menjadi US$128,5 per ton. Sementara itu, kontrak berjangka Mei 2024 meningkat US$3,7 menjadi US$128,95 per ton.

Rupiah

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.644 per dolar AS pada Senin (26/2) sore. Mata uang Garuda melemah 47 poin atau minus 0,3% dari perdagangan sebelumnya. Senada, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah ke posisi Rp15.635 per dolar AS.

IHSG

Pada perdagangan Senin, 26 Februari 2024, IHSG ditutup melemah 0,15% atau 11,27 poin pada level 7.283,82 dengan volume lebih besar dari hari sebelumnya. Indeks saham tersebut bergerak di kisaran 7.230 dan 7.330, sementara level Support di 7.250 dan 7.230. Adapun level Resistance di 7.300 dan 7.330. Menurut D'Origin, pelemahan IHSG berpotensi menguji support 7.250, penembusan level ini membuka peluang menuju 7.230.

Terdapat 17,33 miliar saham yang diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp8,64 triliun dalam 1,32 juta kali transaksi. Kemarin, terdapat 230 saham yang menguat, 309 saham yang melemah, dan 238 saham stagnan. Kapitalisasi pasar mencapai Rp11.596 triliun.

Saham BBRI menjadi yang paling laris diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp677,8 miliar, diikuti oleh saham BMRI dan BBCA dengan masing-masing Rp541,9 miliar dan Rp527,7 miliar. Saham BBRI mengalami kenaikan 0,82% menjadi Rp6.175 per saham, sementara saham BMRI stagnan di posisi Rp7.050 per saham.

Dari jajaran saham terbesar yang melemah, saham PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) turun 16,24% menjadi Rp165 per saham, diikuti oleh saham PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) yang turun 14,38% menjadi Rp131 per saham.

Dana Asing

Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) saham senilai Rp846,2 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (26/2/2024), sehingga total transaksi beli bersih (net buy) asing tahun ini turun menjadi Rp20,2 triliun.

Net sell terbesar di pasar reguler terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp195,9 miliar. Selain BBCA, asing juga melego saham bank besar lainnya, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dengan net sell senilai Rp104,8 miliar.

BTPN

Pendapatan bunga bersih PT Bank BTPN Tbk (BTPN) meningkat pada 2023. Berdasarkan laporan keuangan tahun itu, pendapatan bunga bersih naik 3% year on year (yoy) menjadi Rp12,04 triliun dari Rp11,68 triliun tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjaga net interest margin (NIM) di level 6,45%, melampaui 6,32% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dukungan nasabah melalui program-program unggulan, termasuk Daya, menjadi faktor kunci di balik keberhasilan Bank BTPN pada tahun tersebut, menciptakan pertumbuhan yang memberi perubahan positif bagi nasabah.

INCO

Divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) selesai dengan penandatanganan perjanjian definitif pada Senin (26/2/2024) dengan harga Rp3.050 per saham.

Setelah kesepakatan divestasi, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) akan fokus menjalankan tiga proyek dengan total investasi $9 miliar bersama mitra. Nilai tersebut setara Rp140,73 triliun dengan estimasi kurs di level Rp15.637.

Selain itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berencana melakukan rights issue untuk penambahan modal, seiring dengan rencana MIND ID untuk mengakuisisi 14% saham INCO. MIND ID akan menjadi pemegang mayoritas saham dengan kepemilikan mencapai 34%, yang berasal dari saham lama dan saham baru. Struktur rights issue akan diumumkan kemudian.

HUMI

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) menargetkan laba bersih sebesar US$17,76 juta atau sekitar Rp276,76 miliar untuk tahun 2024. Prognosa laba bersih perseroan pada tahun 2023 adalah $14,74 juta atau sekitar Rp229,78 miliar, dengan target kenaikan laba bersih sebesar 20,50% dibandingkan tahun ini. Oleh karena itu, laba bersih yang ditargetkan untuk tahun 2024 oleh HUMI berpotensi mencapai US$17,76 juta.

CRSN

PT Carsurin Tbk (CRSN) dan National Battery Research Institute (NBRI) telah menandatangani Strategic Alliance Agreement (SAA) untuk mendirikan dan mengoperasikan fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri kendaraan listrik (EV).

EXCL

PT XL Axiata Tbk (EXCL) bersiap mengikuti lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 26 GHz yang akan digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Ini terkait dengan percepatan lelang untuk jaringan 5G, yang diduga dipengaruhi oleh pemilihan presiden yang mungkin hanya satu putaran. EXCL berharap harga lelang terjangkau, mengingat keterbatasan arus kas saat ini. Pada kuartal III-2023, mereka memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1,81 triliun, turun dari Rp5,18 triliun pada awal periode.

LPPF

Pada tahun 2023, laba bersih PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencapai Rp675,36 miliar, turun 51,17% YoY. Dalam laporan keuangannya yang dipublikasikan pada Senin (26/2/2024), laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah Rp630,51 miliar, lebih rendah dari Rp1,38 triliun pada tahun 2022.

(hm)


Beli Saham di Sini

(hm)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.314,62

Up0,74%
Up4,00%
Up0,02%
Up6,36%
Up19,84%
-

Capital Fixed Income Fund

1.760,38

Up0,56%
Up3,43%
Up0,02%
Up7,02%
Up18,00%
Up42,94%

STAR Stable Income Fund

1.911,44

Up0,52%
Up2,88%
Up0,02%
Up6,21%
Up31,34%
Up59,99%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.765,08

Up0,50%
Up3,61%
Up0,02%
Up5,37%
Up20,01%
Up48,78%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.038,61

Up0,45%
Up2,06%
Up0,02%
Up3,06%
Down- 0,64%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua