BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Wall Street Melemah, The Fed Tak Isyaratkan Segera Pangkas Suku Bunga, Laba BMRI Meroket

Abdul Malik01 Februari 2024
Tags:
Wall Street Melemah, The Fed Tak Isyaratkan Segera Pangkas Suku Bunga, Laba BMRI Meroket
Ilustrasi The Fed yang tidak mengisyararatkan segera memangkas suku bunga acuan dinilai bisa jadi sentimen negatif ke pasar. (shutterstock)

EXCL, PGAS, ACES, ANTM, ESSA, INDF dan INTP direkomendasikan beli, IHSG dan rupiah menguat, emas melesat, net buy asing di Januari 2024 Rp8,3 triliun

Bareksa.com - Berikut rangkuman berita pasar modal dan saham dikutip dari laporan riset Kopi Pagi oleh D’Origin Financial & Business Advisory dan Daily & Technical Update oleh PT Ciptadana Sekuritas Asia, dipublikasi Kamis (1/2/2024) :

Stock Pick

EXCL

Harga saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik 3,11% atau bertambah 70 poin menjadi Rp2.320 pada Rabu (31/1). D’Origin Financial merekomendasikan beli saat melemah (BOW) saham EXCL dengan target harga Rp2.500 dan stop rugi Rp2.100, support Rp2.300 ; Rp2.280 dan resisten Rp2.350 ; Rp2.370. Volume perdagangan saham EXCL pada Rabu lebih kecil dari hari sebelumnya. Penguatan saham EXCL berpotensi menguji resisten Rp2.350, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp2.370.

PGAS

Harga saham PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) naik 4,48% atau bertambah 50 poin menjadi Rp1.165 pada Rabu (31/1). D’Origin Financial merekomendasikan beli saat melemah (BOW) saham PGAS dengan target harga Rp1.300 dan stop rugi di Rp1.050, support Rp1.150 ; Rp1.140 dan resisten Rp1.175 ; Rp1.200. Volume perdagangan saham PGAS pada Rabu lebih besar dari hari sebelumnya. Penguatan saham PGAS berpotensi menguji resisten Rp1.175, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp1.200.

Promo Terbaru di Bareksa

ACES

Harga saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) naik 2,41% atau bertambah 20 poin menjadi Rp850 pada Rabu (31/1). D’Origin Financial merekomendasikan spekulasi beli saham ACES dengan target harga Rp950 dan stop rugi di Rp750, support Rp840 ; Rp830 dan resisten Rp860 ; Rp870. Volume perdagangan saham ACES pada Rabu lebih besar dari hari sebelumnya. Penguatan saham ACES berpotensi menguji resisten Rp860, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp870.

Investasi Saham di Sini

ANTM : Menguji Level Support

Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah 0,9% menjadi Rp1.550 pada Rabu (31/1). Menurut Ciptadana Sekuritas, saham ANTM tampak bearish, namun dengan mengesampingkan rebound teknikal minor. Setelah turun menembus di awal sesi, gerak saham ANTM melanjutkan pelemahan. Diperdagangkan dengan bias bearish, namun saham ANTM punya support kuat di Rp1.525, sehingga direkomendasi beli saat melemah di kisaran Rp1.525, dengan stop rugi di Rp1.490 dan ambil untung di Rp1.585.

Pergerakan saham ANTM

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

ESSA : Menguji Level Support

Harga saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) melemah 1,6% menjadi Rp492 pada Rabu (31/1). Ciptadana Sekuritas melihat saham ESSA melanjutkan pelemahan di level rendah atas dan rendah bawah, dengan bias bearish, sehingga berpotensi melanjutkan pelemahan. Gerak saham ESSA di bawah rata-rata dan garis supportnya yang menandakan tren melemah. Saham ESSA berpeluang bearish untuk menguji level support berikutnya di Rp480. Jika mampu bertahan, maka saham ESSA berpotensi rebound dengan resisten terdekat di Rp500. Saham ESSA direkomendasi beli saat melemah di Rp480.

Pergerakan saham ESSA

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

INDF : Potensi Rebound

Harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melemah 0,39% menjadi Rp6.375 pada Rabu (31/1). Ciptadana Sekuritas menilai saham INDF sedang konsolidasi di rentang harga Rp6.475 dan Rp6.325 dalam 2 pekan terakhir, dengan bias bearish, sehingga ada ruang pelemahan lanjutan. Gerak saham INDF di bawah rata-rata dan garis supportnya, menandakan trennya melemah. Jika menembus Rp6.425, maka saham INDF berpotensi masuk momentum bullish, sehingga direkomendasi spekulasi beli jika menembus Rp6.425 dengan stop rugi di Rp6.300 dan ambil untung di Rp6.550.

Pergerakan saham INDF

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

INTP : Menguji Level Support

Harga saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melemah 0,55% menjadi Rp9.025 pada Rabu (31/1). Menurut Ciptadana Sekuritas, tren saham INTP tampak bearish, namun dengan mengesampingkan rebound teknikal minor. Bias teknikal saham INTP bearish, sehingga berpotensi menguji support kuat di Rp8.925 dan resisten terdekat di Rp9.150. Jika mampu bertahan, maka saham INTP berpeluang rebound, sehingga direkomendasi beli saat melemah di Rp8.925, dengan stop rugi di Rp8.890 dan ambil untung di Rp9.100.

Pergerakan saham INTP

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

Investasi Saham di Sini

Wall Street

Indeks-indeks saham di Bursa Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street melemah setelah Federal Reserve alias The Fed mempertahankan suku bunga tetap 5,25%-5,50% sambil mengisyaratkan tidak ada penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Dow Jones Industrial Average turun 61,72 poin, atau 0,16%, menjadi 38,405.59, S&P 500 kehilangan 46,13 poin, atau 0,94%, menjadi 4,878.84 dan Nasdaq Composite kehilangan 222,88 poin, atau 1,44%, menjadi 15.287,02.

IHSG

Pasar Saham Indonesia yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,22% atau bertambah 15,73 poin menjadi 7.207,94 pada Rabu (31/1), dengan volume perdagangan lebih kecil dari hari sebelumnya. Menurut D’Origin Financial, IHSG bergerak di kisaran 7.150 - 7.250, support 7.180 ; 7.150 dan support 7.230 ; 7.250. Penguatan IHSG berpotensi menguji resisten 7.230, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju 7.250. IHSG membentuk ekor di atas cukup panjang, menunjukan adanya tekanan jual. Kendati naik, IHSG cenderung menurun pada Januari 2024 sehingga fenomena January Effect tidak terjadi.

Sebanyak 18,69 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp11,26 triliun dan frekuensi perdagangan 1,12 juta kali menjelang penutupan. Ada 257 saham yang menguat, 257 saham yang melemah, dan 251 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.452 triliun. Dari saham-saham berkapitalisasi besar (big cap), saham BBRI naik 1,33%, ASII naik 0,49%, BBNI naik 1,77%, dan GOTO naik 1,15%. Di sisi lain, saham Grup Mayapada SRAJ melonjak 20%, diikuti oleh RSCH yang naik 13,08%, PMMP 9,63%, dan PSAB 8.26%. Sedangkan saham PTMP turun 24,82%, MXPL 24,48%, dan MSKY 13,02%.

Investor asing mencatat transaksi beli bersih (net buy) saham dengan nilai Rp1,5 triliun di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/1/2024). Dengan demikian, total net buy sepanjang tahun ini atau sepanjang Januari 2024 senilai Rp8,3 triliun.

Rupiah

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.782 per dolar AS pada Rabu (31/1). Mata uang Garuda melemah 2,5 poin atau minus 0,02% dari perdagangan sebelumnya. Senada, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah melemah ke posisi Rp15.803 per dolar AS.

The Fed

Pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) hari ini, Kamis (31/1/2024) waktu Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) mengumumkan keputusan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 5,25%-5,5%.

ADB

Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman US$419,6 juta untuk Proyek Sanitasi Inklusif di Seluruh Kota Indonesia, fokus di Mataram, Pontianak, dan Semarang, untuk meningkatkan akses sanitasi yang tahan perubahan iklim dan terkelola dengan aman.

Investasi Saham di Sini

Minyak Mentah

Harga minyak turun tertekan oleh aktivitas ekonomi yang rendah di China, yang merupakan importir minyak mentah utama, dan peningkatan tak terduga dalam stok minyak mentah AS karena produsen meningkatkan produksi menyusul cuaca dingin bulan ini. Kontrak berjangka Brent untuk bulan Maret, yang berakhir pada hari Rabu, ditutup turun US$1,16, atau sekitar 1,4%, menjadi US$81,71 per barel. Sementara kontrak April yang diperdagangkan lebih aktif ditutup turun US$1,89, atau sekitar 2,3%, menjadi US$80,55.

Emas

Harga emas naik ke level tertinggi dua minggu didukung oleh pelemahan dolar dan rendahnya imbal hasil obligasi Treasury sementara fokus beralih ke pertemuan kebijakan Federal Reserve untuk wawasan tentang seberapa cepat mereka akan memangkas suku bunga tahun ini. Emas spot naik 0,2% menjadi US$2,035.32 per ons setelah mencapai level tertinggi sejak 16 Januari sebelumnya dalam sesi tersebut. Kontrak emas AS naik 0,5% menjadi US$2,034.20.

Investasi Emas di Sini

BMRI

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil mencatat kinerja gemilang pada 2023 dengan laba bersih Rp55,1 triliun, tumbuh 33,7% secara tahunan, berkat fokus pada pertumbuhan bisnis berbasis ekosistem dan strategi digitalisasi yang konsisten. Pada tahun 2024, Bank Mandiri memproyeksikan peningkatan kinerja bisnis dengan pertumbuhan kredit yang diproyeksikan mencapai 13-15% secara tahunan, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) di kisaran 5,3%-5,5%, dan biaya kredit di level 1%-1,2%.

BRIS

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatat laba bersih Rp5,7 triliun sepanjang tahun 2023, meningkat 33,8% secara tahunan. Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan aset yang mencapai Rp353,62 triliun pada tahun 2023, naik 15,7% secara tahunan. Selain itu, kapitalisasi pasar saham BRIS melampaui Rp100 triliun, mengangkat peringkat bank tersebut dari posisi 13 menjadi 11 dalam peringkat global perbankan syariah.

MEGA

PT Bank Mega Tbk. (MEGA) mencatatkan laba bersih Rp3,51 triliun pada 2023, turun 13,33% secara tahunan dibandingkan dengan laba Rp4,05 triliun pada 2022.

ANTM

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mencatatkan penurunan penjualan tiga produk andalannya yakni emas anjlok 25%, feronikel terkoreksi 16%, dan perak berkurang 18% pada 2023 dibanding 2022. Penurunan itu sejalan dengan produksinya yang juga berkurang dibanding tahun sebelumnya. Sementara tiga komoditas Antam lainnya yakni bijih nikel, bauksit, dan alumina mengalami kenaikan penjualan.

PGAS

PT PGN Tbk (PGAS) selaku Subholding Gas Pertamina menyiapkan pengembangan program jaringan gas (jargas) rumah tangga sebagai dukungan penyediaan energi bersih di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

HEXA

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) melaporkan pendapatan penjualan alat berat US$478,2 juta atau sekitar Rp7,5 triliun, selama 9 bulan periode yang berakhir pada 31 Desember 2023. Penjualan tersebut mengalami peningkatan 16,55% dari periode sebelumnya, di mana penjualan kepada pihak ketiga mencapai US$240,14 juta, sedangkan kepada pihak berelasi US$68,4 juta.

Investasi Saham di Sini

GGRM

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menambahkan modal ke PT Surya Dhoho Investama (SDHI), anak usahanya yang mengembangkan Bandara Dhoho di Jawa Timur Rp1 triliun. Dengan penambahan ini, total modal yang disuntikkan GGRM ke SDHI mencapai Rp14 triliun. Langkah ini bertujuan untuk mendukung kelanjutan pembangunan Bandara Dhoho Kediri di Jawa Timur, yang dikerjakan oleh perseroan melalui SDHI.

IMAS

Citroen, merek asal Prancis, akan menggunakan insentif impor utuh (CBU) untuk mobil listrik dalam memasarkan produknya di Indonesia. Sebagai akibatnya, pabrikan ini mulai merencanakan investasi masa depan. CEO Citroen Indonesia, Tan Kim Piauw, mengungkapkan saat ini sedang dalam proses penelitian dan perencanaan untuk menentukan nilai investasi di Indonesia. Hal serupa juga sedang dilakukan untuk skema produksi dan timeline pembangunan fasilitas manufaktur.

BSDE

Pengembang properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) menargetkan pra penjualan Rp9,5 triliun pada tahun 2024, setelah mempertimbangkan kinerja 2023, prospek 2024, serta faktor eksternal seperti proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional dan kondisi terkini.

TRIN

PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Triniti Land mencatatkan pendapatan pemasaran Rp1,05 triliun sepanjang tahun 2023, melampaui target yang ditetapkan Rp1 triliun. Angka tersebut juga menunjukkan peningkatan 10% dibandingkan dengan pendapatan sepanjang tahun 2022, yang mencapai Rp948 miliar.

MEJA

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mantap melangsungkan penawaran umum perdana (IPO) 480 juta saham atau 25,03%. Perseroan mematok harga IPO di Rp103 per saham, sehingga nilai keseluruhan IPO ini sekitar Rp49,44 miliar. Harga IPO tersebut ada di batas atas saat penawaran awal (bookbuilding) pada 18-24 Januari 2024 di rentang Rp100-103.

Investasi Saham di Sini


(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.777,28

Up0,58%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,76%
Up17,17%
Up44,58%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.327,79

Up1,26%
Up4,33%
Up0,03%
Up5,81%
Up19,11%
-

STAR Stable Income Fund

1.927,79

Up0,51%
Up2,97%
Up0,02%
Up6,03%
Up29,03%
Up64,33%

I-Hajj Syariah Fund

4.827,18

Up0,55%
Up3,07%
Up0,03%
Up6,17%
Up21,88%
Up40,52%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.141,93

Up0,56%
Up2,86%
Up0,02%
Up5,03%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua