BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Neraca Dagang 2023 Surplus US$36,93 Miliar, Kemenkeu Sebut Cerminan Daya Tahan Ekonomi

Abdul Malik16 Januari 2024
Tags:
Neraca Dagang 2023 Surplus US$36,93 Miliar, Kemenkeu Sebut Cerminan Daya Tahan Ekonomi
Pekerja beraktivitas di area bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2023 secara total mencatatkan surplus US$36,93 miliar. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj)

Daya tahan itu di tengah meningkatnya risiko global, termasuk moderasi harga komoditas dan perlambatan ekonomi China

Bareksa.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan surplus neraca perdagangan 2023 mencerminkan daya tahan perekonomian Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global. "Meski mengalami penurunan dibandingkan 2022, surplus neraca perdagangan di 2023 menunjukkan daya tahan perekonomian nasional di tengah peningkatan risiko global, termasuk moderasi harga komoditas dan perlambatan ekonomi negara mitra dagang utama seperti China," kata Febrio di Jakarta, Selasa.

Neraca perdagangan Indonesia pada 2023 secara total mencatatkan surplus US$36,93 miliar. Nilai ekspor Indonesia pada 2023 tercatat US$258,82 miliar atau di bawah capaian ekspor tahun sebelumnya yang tercatat US$291,9 miliar. Meski secara nominal ekspor Indonesia turun, namun dari sisi volume, ekspor Indonesia pada 2023 masih tumbuh 8,55% secara tahunan (YOY). Perlambatan nilai ekspor tersebut sejalan dengan moderasi harga komoditas unggulan Indonesia, seperti minyak kelapa sawit dan batu bara.

Selain itu, perlambatan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia juga memberikan andil terhadap perlambatan nilai ekspor Indonesia. Sepanjang 2023, ekspor Indonesia masih terkonsentrasi ke China dengan kontribusi 25,66% , Amerika Serikat 9,57% dan India 8,35%. Sementara itu, ekspor Indonesia menuju ASEAN dan Uni Eropa masing-masing menyumbang 18,35% dan 6,78% terhadap total ekspor Indonesia di 2023. Adapun impor Indonesia sepanjang 2023 mencapai US$221,89 miliar, turun 6,55% (YOY) dari 2022. Penyumbang perlambatan impor terbesar yaitu mesin atau perlengkapan elektrik dan bagiannya, sementara mesin dan peralatan mekanis dan bagiannya menyumbang kenaikan impor.

Promo Terbaru di Bareksa

Investasi Saham di Sini

(IQPlus/01534952/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.775,04

Up0,58%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,77%
Up17,29%
Up44,99%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.325,82

Up0,87%
Up4,24%
Up0,03%
Up5,87%
Up18,86%
-

STAR Stable Income Fund

1.925,53

Up0,51%
Up2,96%
Up0,02%
Up6,04%
Up29,37%
Up64,92%

I-Hajj Syariah Fund

4.821,21

Up0,54%
Up3,05%
Up0,02%
Up6,18%
Up21,87%
Up40,51%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.140,22

Up0,55%
Up2,80%
Up0,02%
Up4,95%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua