BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Stock Pick : IHSG Rekor All Time High Lagi, Rekomendasi Saham Hari Ini MYOR, ACES, BBRI dan ASII

Abdul Malik05 Januari 2024
Tags:
Stock Pick : IHSG Rekor All Time High Lagi, Rekomendasi Saham Hari Ini MYOR, ACES, BBRI dan ASII
Ilustrasi investor yang memantau perkembangan pasar saham dan menyentuh rekor all time high baru, sehingga berdampak pada kinerja investasinya di reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Penguatan IHSG di tengah melemahnya bursa saham Asia dan global ditopang masuknya dana asing di saham sektor perbankan dan big caps

Bareksa.com - Berikut kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (4/1/2024) dan saham pilihan rekomendasi Tim Analis Bareksa, Jumat (5/1/2024):

IHSG : last price 7.359,76

Kinerja pasar saham Indonesia yang tercermin dari IHSG kembali melesat pada Kamis (4/1) dan berhasil menembus level penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high) baru. IHSG melonjak 1,11% atau bertambah 80,67 poin menjadi 7.359,76, di tengah pelemahan bursa saham Asia dan global. Penguatan IHSG utamanya ditopang masuknya investor asing yang memborong saham RI dengan mencatat net buy Rp1,3 triliun pada Kamis dan sepanjang 2024, asing net buy Rp1,47 triliun.

Investor asing membidik saham-saham perbankan dan berkapitalisasi besar (big caps). Di antaranya asing net buy di saham BMRI Rp4034 miliar, BBCA Rp359,6 miliar, BBRI Rp182,5 miliar, FILM Rp85,9 miliar, ADRO Rp82,4 miliar, BBNI Rp78,9 miliar, TLKM Rp44,3 miliar, AKRA Rp34,6 miliar, TPIA Rp30,1 miliar dan ITMG Rp24,9 miliar. Seiring penguatan IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga naik 1,5% ke posisi 988,63.

Promo Terbaru di Bareksa

Investasi Saham di Sini

Tingginya minat investor asing masuk ke pasar saham domestik seiring kuatnya fundamental ekonomi domestik, setelah pada Selasa lalu Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi sepanjang 2023 hanya 2,61%, lebih rendah dari estimasi pasar 2,72% dan level terendah dalam 20 tahun terakhir. Inflasi yang terkendali membuat pemerintah optimistis merealisasi pertumbuhan ekonomi 5% di 2023 dan membidik 5,2% di 2024.

Adapun sentimen eksternal kemarin ialah rilis risalah rapat Bank Sentral Amerika Serika Serikat (AS) atau FOMC Minutes yang dinilai memupus harapan pasar bahwa The Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Sebab para pejabat The Fed sepakat suku bunga akan tetap tinggi untuk waktu lebih lama guna memastikan inflasi AS terkendali. Padahal pasar sebelumnya berekspektasi suku bunga AS dipangkas mulai Maret 2024.

Secara sektoral, penguatan IHSG kemarin didukung 8 sektor saham yang menguat dipimpin transportasi & logistik yang naik 2,14%, diikuti keuangan dan energi masing- masing naik 1,19% dan 1,68%. Sedangkan 2 sektor saham turun yaitu teknologi minus 0,59% dan barang kesehatan melemah 0,23%. Saham-saham naik tertinggi yaitu APEX, RUIS, PTPS, PSDN, dan RGAS. Sedangkan saham-saham turun terdalam yakni KAYU, KJEN, NZIA, WAPO dan INDX.

Frekuensi perdagangan saham kemarin tercatat 1.211.935 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan 17,17 miliar lembar saham senilai Rp9,87 triliun. Sebanyak 326 saham naik, 221 saham turun dan 221 saham stagnan. Bursa saham kawasan Asia kemarin mayoritas melemah yakni indeks Nikkei melemah 0,53% jadi 33.288,3, indeks Hang Seng stagnan di 16.645,98, indeks Shanghai turun 0,43% jadi 2.954,35, dan indeks Strait Times berkurang 0,79% jadi 3.174,01.

Investasi Saham di Sini

Di tengah lonjakan IHSG saat bursa saham Asia dan global melemah, Tim Analis Bareksa merekomendasikan beberapa saham pilihan:

Stock Pick

MYOR

ACES

BBRI

ASII

Last price

Rp2.450

Rp735

Rp5.700

Rp5.700

Recommendation

Trading buy

Trading buy

Buy

Buy on Weakness

Entry

Rp2.450

Rp730

Rp5.675

Rp5.700

Rp2.400

Rp710

Rp5.550

Rp5.600

Target price (TP) 1

Rp2.490

Rp760

Rp5.800

Rp5.800

Target price (TP) 2

Rp2.530

Rp775

Rp5.900

Rp5.900

Stop loss

Rp2.350

Rp700

Rp5.500

Rp5.550

Sumber : Tim Analis Bareksa, last price per 4/1/2024

Investasi Saham di Sini

MYOR : last price Rp2.450

Harga saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik 1,24% atau bertambah 30 poin menjadi Rp2.450 pada Kamis (4/1/2024). Tim Analis Bareksa merekomendasikan trading buy saham MYOR di rentang harga Rp2.400 hingga Rp2.450, dengan target ambil untung di Rp2.490 dan Rp2.530, serta stop rugi Rp2.350.

ACES : last price Rp735

Harga saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) naik 2,8% atau bertambh 20 poin menjadi Rp735 pada Kamis (4/1/2024). Tim Analis Bareksa merekomendasikan trading buy saham ACES di kisaran harga Rp710 hingga Rp730, dengan target harga ambil untung di Rp760 dan Rp775, serta stop rugi di Rp700.

BBRI : last price Rp5.700

Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 1,79% atau bertambah 100 poin menjadi Rp5.700 pada Kamis (4/1/2024). Tim Analis Bareksa merekomendasikan buy saham BBRI di rentang harga Rp5.550 hingga Rp5.675, dengan target harga ambil untung di Rp5.800 dan Rp5.900, serta stop rugi di Rp5.500.

ASII : last price Rp5.700

Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) meningkat 1,79% atau bertambah 100 poin menjadi Rp5.700 pada Kamis (4/1/2024). Tim Analis Bareksa merekomendasikan beli saat melemah (BOW) saham ASII di kisaran Rp5.600 hingga Rp5.700, dengan target harga ambil untung di Rp5.800 dan Rp5.900, serta stop rugi di Rp5.550.

Investasi Saham di Sini

Ringkasan Berita Pasar

KEEN

PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) menyiapkan investasi US$27,5 juta (sekitar Rp423 miliar) untuk membangun pembangkit listrik tenaga mini hidro dengan kapasitas 10 megawatt (MW). Pembangunan mulai dilakukan pada kuartal II atau kuartal III tahun ini. KEEN juga akan melakukan diversifikasi usaha membangun pembangkit listrik tenaga bayu dan surya ke depannya.

ASSA

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menyiapkan belanja modal Rp1,3 triliun hingga Rp1,5 triliun tahun ini untuk peremajaan kendaraan dan pembelian unit baru. Perusahaan juga menargetkan bisa menambah 4.000-5.000 unit armada baru untuk kendaraan rental hingga kendaraan logistik.

Sektor Batu Bara

Pemerintah kembali menaikan target produksi batu bara tahun ini menjadi 710 juta ton dari sebelumnya 694,5 juta ton di 2023. Meskipun target naik, namun angka tersebut masih lebih rendah dari realisasi produksi batu bara di 2023 yang mencapai 765 juta ton. Pemerintah menargetkan untuk domestic market obligation (DMO) batu bara mencapai 181 juta ton dan ekspor 529 juta ton. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi kondisi global cukup solid, sehingga harga batu bara tidak terlalu fluktuaktif tahun ini.

Investasi Saham di Sini

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/Christian Halim/AM)​

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.775,36

Up0,54%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,74%
Up17,31%
Up44,99%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.326,18

Up0,93%
Up4,25%
Up0,03%
Up5,89%
Up18,89%
-

STAR Stable Income Fund

1.925,85

Up0,48%
Up2,96%
Up0,02%
Up6,01%
Up29,39%
Up64,87%

I-Hajj Syariah Fund

4.822,06

Up0,51%
Up3,05%
Up0,02%
Up6,14%
Up21,89%
Up40,51%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.140,38

Up0,49%
Up2,80%
Up0,02%
Up4,93%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua