BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Laba Melonjak, Rambah Bisnis Hijau dan Nikel, Begini Prospek Saham UNTR

Abdul Malik03 Agustus 2023
Tags:
Laba Melonjak, Rambah Bisnis Hijau dan Nikel, Begini Prospek Saham UNTR
Ilustrasi penjualan alat berat Komatsu milik PT United Tractors Tbk (UNTR) melesat sehingga mendongkrak harga saham perseroan dan kinerja saham dengan portofolio UNTR. (Shutterstock)

UNTR mencatatkan laba di semester I 2023 naik 8,39% jadi Rp 11,21 triliun dan pendapatan melesat 13,69% jadi Rp68,67 triliun

Bareksa.com - Emiten batu bara dan penyedia alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR), awal pekan ini merilis kinerja keuangan semester I 2023. Anak usaha PT Astra International Tbk (ASSI) melaporkan laba di semester I tahun ini naik 8,39% jadi Rp 11,21 triliun dan pendapatan Rp68,67 triliun, melesat 13,69% dari periode yang sama di 2022.

Perseroan juga merambah ke bisnis hijau dengan mendirikan perusahaan yang bernama PT Pertiwi Nusantara Raya pada 31 Juli 2023. Pertiwi Nusantara Raya akan melakukan kegiatan usaha sebagai perusahaan subinduk pada anak-anak perusahaan dari UNTR, yang bergerak pada kegiatan usaha pengelolaan kehutanan, pelestarian lingkungan dan jasa lingkungan.

Pendirian anak usaha ini dilakukan melalui unit usaha PT Pamapersada Nusantara (Pama) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN). Ini merupakan kelanjutan langkah UNTR berfokus ke arah nature based solutions dalam mewujudkan misi bisnis berkelanjutan terkait environmental, social, and governance (ESG) dan emisi karbon.

Promo Terbaru di Bareksa

Dalam risetnya (31/7/2023), PT Ciptadana Sekuritas Asia menilai UNTR mencatatkan pertumbuhan laba mengesankan 12% secara tahunan pada kuartal II 2023, melampaui ekspektasi pasar. Kinerja stabil pada kuartal II 2023 itu mencerminkan ketangguhan UNTR dan kemampuan untuk menghadapi tantangan dengan efektif.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, UNTR dinilai punya kemampuan sangat baik dalam mengelola biaya dan menjaga margin yang kuat, yang berdampak pada pertumbuhan yang konsisten.

Beli Reksadana di Sini

Menurut Ciptadana ada beberapa catatan penting dari kinerja UNTR:

- Laba yang Kuat

Pada periode kuartal II atau Mei-Juni 2023, UNTR mencatat laba bersih Rp5,9 triliun, naik 11% kuarta per kuartal. Kinerja laba perusahaan melampaui proyeksi, seiring kenaikan margin yang signifikan di berbagai segmen bisnis. Margin laba kotor (GPM) dan margin laba operasi (OPM) naik signifikan 4,6-4,7 poin persentase, masing-masing 29,6% dan 25,2%. Secara keseluruhan, UNTR mencatat pertumbuhan laba 8% YoY pada Semester I 2023, melebihi ekspektasi dan konsensus. Pertumbuhan yang mengesankan ini mencerminkan fondasi bisnis yang kuat dan strategi manajemen biaya yang efektif.

- Pertumbuhan Volume

Meskipun menghadapi tantangan kuartal II 2023, kinerja volume operasional UNTR tetap kuat dengan berbagai segmen mencatat angka menggembirakan. Volume pelepasan batuan di kontrak pertambangan naik 13% secara per kuartal jadi 278 juta bank cubic meter (bcm). Selain itu, volume penjualan batu bara dari operasi pertambangan sendiri naik 16% kuartal per kuartal menjadi 3,5 juta ton pada kuartal II 2023. Kemudian, volume penjualan emas mencapai 51 ribu ons ekuivalen emas (GOEs) di periode yang sama. Meskipun penjualan emas menurun, namun pertumbuhan volume secara keseluruhan mencerminkan ketangguhan perusahaan dan prospek yang positif.

- Langkah-langkah strategis

UNTR telah memperkuat prospek untuk pertumbuhan dan ekspansi. Rencana perusahaan untuk terjun ke bisnis pengolahan nikel dan rantai pasokan kendaraan listrik (EV) melalui akuisisi dan inisiatif energi terbarukan telah menarik perhatian investor. Secara khusus, UNTR telah menandatangani perjanjian langganan untuk memperoleh 19,99% saham di Nickel Industries Limited (NIC) senilai US$943 juta. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memperluas portofolionya dan memanfaatkan peluang di industri nikel dan sektor energi terbarukan.

Beli Reksadana di Sini

Seiring moncernya kinerja bisnis dan prospek yang menjanjikan di masa mendatang, berikut rekomendasi saham UNTR dari beberapa perusahaan sekuritas :

1. Ciptadana Sekuritas Asia

Ciptadana Sekuritas menilai dengan kinerja laba yang kuat dan prospek yang menjanjikan, maka tetap memberikan rekomendasi Beli saham UNTR. Target terbaru Ciptadana Sekuritas atas harga saham UNTR Rp37.000 per saham, direvisi naik dari sebelumnya Rp36.500. Hal itu menggambarkan potensi kenaikan 39%. Target harga saham ini mencerminkan 6,4x proyeksi PER 2024.

Ciptadana Sekuritas juga merevisi naik prediksi kenaikan pendapatan UNTR sepanjang 2023 bisa naik 15,5% hingga 21,4%, yang akan ditopang oleh peningkatan volume overburden removal, penjualan batu bara dan emas serta meningkatnya margin laba perusahaan.

2. CGS-CIMB Sekuritas Indonesia

Senada CGS-CIMB Sekuritas Indonesia juga merekomendasi beli dan merevisi naik target saham UNTR, dari sebelumnya Rp28.700 menjadi Rp31.800. Target baru ini mencerminkan prediksi P/E 7,5x pada 2024. Positifnya prospek saham UNTR seiring perkiraan kenaikan laba bersih dan kinerja pertambangan emasnya. Kinerja bisnis UNTR diprediksi cukup tangguh dengan kinerja pendapatan dan laba menjanjikan, ditopng oleh diversifikasi ke bisnis non batu bara.

Risiko penurunan kinerja UNTR adalah apabila harga batu bara turun lebih rendah dari perkiraan, anjloknya produksi batu bara serta pembatalan pembatalan proyek baru dan penundaan bisnis emas.

Pada perdagangan Kamis (3/8/2023), saham UNTR ditutup di level Rp27.150 atau naik 1,59% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Beli Reksadana di Sini

(Yoanita Dinda Pasavrilia/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko kerugian. Artikel ini bertujuan untuk berbagi informasi seputar pasar dengan analisa untuk meminimalisir risiko. Setiap keputusan transaksi beli jual saham ada di tangan investor.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.748,61

Up0,60%
Up3,49%
Up0,01%
Up7,75%
Up17,70%
Up43,65%

STAR Stable Income Fund

1.899,32

Up0,51%
Up2,82%
Up0,01%
Up6,45%
Up30,02%
Up62,01%

I-Hajj Syariah Fund

4.755,2

Up0,55%
Up2,78%
Up0,01%
Up6,46%
Up22,18%
Up40,57%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.754,13

Up0,56%
Up2,12%
Up0,01%
Up5,47%
Up20,26%
Up50,06%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.032,96

Up0,52%
Up1,50%
Up0,01%
Up2,50%
Down- 2,95%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua