Unboxing ETF Emas XMES vs XSGO: Return NAV Nyaris Sama, Mengapa Harga Berbeda?
Harga XMES dan XSGO turun pada 12 Agustus 2026, sementara return NAV 1,13% dan 1,11%. Bedah struktur emas, biaya, dealer partisipan dan risiko kedua ETF.

Harga XMES dan XSGO turun pada 12 Agustus 2026, sementara return NAV 1,13% dan 1,11%. Bedah struktur emas, biaya, dealer partisipan dan risiko kedua ETF.
Bareksa – Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas (XMES) dan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) memasuki hari-hari awal perdagangan dengan dinamika menarik. Harga pasar kedua ETF mulai turun dari sehari sebelumnya, sementara Nilai Aktiva Bersih atau NAV bergerak lebih berdekatan.
Data Bareksa dan Bursa Efek Indonesia (BEI) per 12 Agustus 2026 menunjukkan XMES memiliki NAV Rp766 dengan return NAV 1,13%, sedangkan XSGO memiliki NAV Rp1.032 dengan return NAV 1,11%. Namun harga penutupan keduanya masih berada cukup jauh di atas NAV. XMES ditutup Rp896, sementara XSGO Rp1.294.
Secara sederhana, harga XMES berada sekitar 17% di atas NAV, sedangkan XSGO sekitar 25,4% di atas NAV. Selisih tersebut mulai menyempit dibandingkan sehari sebelumnya, ketika harga XMES sekitar 22,2% di atas NAV dan XSGO sekitar 28,9%.
Promo Terbaru di Bareksa
NAV kedua ETF hanya terpaut 0,02 poin persentase dari sisi return, tetapi perilaku harga pasar keduanya jauh lebih berbeda. Ini menunjukkan bahwa pada ETF Emas, investor tidak cukup hanya membaca kinerja emas—harga yang terbentuk di bursa juga sangat menentukan.
Kinerja Terbaru XMES dan XSGO
Produk | NAV 12/8/2026 | Return NAV | Harga BEI 12/8 | Harga vs NAV* |
XMES – Mandiri ETF Emas | Rp766 | 1,13% | Rp896 | +17,0% |
XSGO – Syailendra ETF Sharia Gold | Rp1.032 | 1,11% | Rp1.294 | +25,4% |
Sumber: BEI, Bareksa
*Perbandingan sederhana harga penutupan terhadap NAV pada tanggal yang sama, bukan return investasi. Sumber: Bareksa dan BEI, data per 12 Agustus 2026.
Usia perdagangan kedua produk masih sangat pendek. Karena itu, data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan pola premium harga, likuiditas ataupun keunggulan kinerja secara permanen.
Return NAV 5 ETF Emas Makin Rapat
Menariknya, return NAV kelima ETF Emas pada 12 Agustus juga bergerak cukup berdekatan:
ETF Emas | NAV | Return NAV |
XTRA – Trimegah Syariah ETF Emas | Rp252 | 1,55% |
XDES – BRI MI Gold ETF Syariah | Rp974 | 1,14% |
XMES – Mandiri ETF Emas | Rp766 | 1,13% |
XGLD – Premier ETF Gold Sharia Indonesia | Rp254 | 1,13% |
XSGO – Syailendra ETF Sharia Gold | Rp1.032 | 1,11% |
Sumber: Bareksa, data 12 Agustus 2026.
XTRA sementara mencatat return NAV tertinggi 1,55%. Namun empat ETF lain berada pada kisaran sangat sempit 1,11-1,14%. Dengan rekam jejak baru beberapa hari, ranking tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menentukan ETF Emas mana yang lebih unggul secara konsisten.
Sama-sama 95% Emas, Underlying-nya Tidak Identik
Di sinilah prospektus XMES dan XSGO menunjukkan perbedaan penting.
XMES: Minimum 95% pada Emas Fisik
Prospektus Mandiri ETF Emas menetapkan bahwa minimum 95% NAB harus ditempatkan pada aset emas berupa emas fisik, dengan maksimum 5% pada instrumen pasar uang syariah, deposito syariah, kas dan setara kas.
Emas fisik tersebut harus memenuhi standar kemurnian minimum:
99,9% untuk emas bersertifikasi SNI; atau
99,5% untuk emas yang memenuhi standar LBMA Good Delivery.
Tujuan investasi XMES adalah memberikan hasil investasi yang setara dengan kinerja harga emas acuannya.
XSGO: Aset Emas Bisa Fisik dan Nonfisik
Prospektus Syailendra ETF Sharia Gold memberi ruang investasi yang lebih luas.
XSGO wajib menempatkan minimum 95% NAB pada aset emas, termasuk emas batangan, emas digital nonfisik dan instrumen emas lainnya yang ditetapkan OJK. Prospektus juga menegaskan bahwa investasi emas tersebut dapat berupa emas fisik dan/atau nonfisik.
Sisanya maksimum 5% dapat ditempatkan pada instrumen pasar uang syariah, deposito syariah, kas dan setara kas. Tujuan investasinya adalah memberikan potensi hasil investasi optimal dalam jangka panjang melalui pengelolaan investasi pada aset emas sesuai prinsip syariah.
Perbedaan mandat ini tidak otomatis membuat salah satu lebih unggul. Namun investor perlu memahami bahwa meskipun sama-sama disebut ETF Emas, ruang gerak portofolio keduanya tidak identik.
Ringkasan Perbedaan XMES dan XSGO
Aspek | XMES | XSGO |
Manajer Investasi | Mandiri Manajemen Investasi | Syailendra Capital |
Minimum aset emas | 95% NAB | 95% NAB |
Jenis aset emas | Emas fisik | Emas fisik dan/atau nonfisik |
Standar SNI | Min. 99,9% | Min. 99,9% |
Standar LBMA | Min. 99,5% | Min. 99,5% |
Dealer Partisipan | Mandiri Sekuritas | Mirae Asset Sekuritas Indonesia |
Bank Kustodian | Deutsche Bank AG Cabang Jakarta | Bank CIMB Niaga |
NAV 12/8 | Rp766 | Rp1.032 |
Return NAV | 1,13% | 1,11% |
Harga BEI | Rp896 | Rp1.294 |
Sumber: Prospektus XMES dan XSGO, Bareksa, BEI.
Dealer Partisipan Berbeda
XMES menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan. Dealer Partisipan berperan dalam transaksi unit ETF serta membantu mewujudkan likuiditas perdagangan. Sementara XSGO menggunakan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Pada XSGO, prospektus juga menyatakan Dealer Partisipan memiliki kewajiban sebagai pencipta pasar, termasuk memberikan penawaran beli dan jual untuk membantu menjaga perdagangan ETF.
Namun keberadaan Dealer Partisipan tidak berarti harga ETF dijamin selalu sama dengan NAV. Harga pasar tetap terbentuk melalui interaksi permintaan dan penawaran.
XMES Gunakan Pegadaian Sebagai Penyedia Emas
Prospektus XMES mencantumkan perjanjian yang melibatkan PT Pegadaian (Persero) sebagai Penyedia Emas, bersama Mandiri Manajemen Investasi dan Mandiri Sekuritas.
Dealer Partisipan membeli emas fisik dari Penyedia Emas, kemudian emas tersebut dialokasikan menjadi portofolio ETF dan disimpan melalui mekanisme Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.
Pada XSGO, prospektus menjelaskan mekanisme penyediaan dan penyimpanan emas serta penerbitan Electronic Gold Receipt (EGR), termasuk pengujian keaslian, kadar dan berat emas.
Apa Fungsi EGR?
Kedua ETF menggunakan Electronic Gold Receipt (EGR) sebagai bagian dari mekanisme pencatatan kepemilikan emas. Pada XSGO, EGR diterbitkan berdasarkan emas fisik milik reksa dana yang disimpan melalui Penyimpan Emas dan dicatatkan melalui Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.
Artinya investor tidak memegang batangan emas tersebut secara langsung. Investor memegang Unit Penyertaan ETF, sedangkan emas menjadi kekayaan reksa dana.
Biaya XMES vs XSGO
Perbedaan berikutnya ada pada struktur biaya maksimum.
Biaya | XMES | XSGO |
Imbalan Manajer Investasi | Maks. 1% per tahun | 2% per tahun |
Bank Kustodian | Maks. 0,15% per tahun | 0,15% per tahun |
Penyimpanan emas | Maks. 0,20% per tahun | 0,11% per tahun |
Sumber: Prospektus XMES dan XSGO.
Secara batas maksimum prospektus, management fee XMES lebih rendah, sedangkan biaya penyimpanan emas XSGO lebih rendah. Namun angka tersebut tidak otomatis sama dengan biaya aktual dan tidak cukup untuk menentukan ETF mana yang lebih efisien. Investor juga harus memperhatikan tracking error dan friksi perdagangan.
Harga Pasar Turun, Gap terhadap NAV Mulai Menyempit
Data dua hari terakhir memberikan contoh nyata bagaimana harga ETF dapat berubah lebih cepat daripada NAV.
Pada 11 Agustus:
XMES: Rp940 vs NAV Rp769 → sekitar 22,2% di atas NAV
XSGO: Rp1.335 vs NAV Rp1.036 → sekitar 28,9% di atas NAV
Pada 12 Agustus:
XMES: Rp896 vs NAV Rp766 → sekitar 17,0%
XSGO: Rp1.294 vs NAV Rp1.032 → sekitar 25,4%
Artinya gap keduanya mulai menyempit. Namun gap tersebut masih cukup besar dibandingkan beberapa ETF Emas lain.
Sebagai pembanding per 12 Agustus:
XDES: harga Rp1.020 vs NAV Rp974 → sekitar 4,7%
XTRA: Rp263 vs Rp252 → sekitar 4,4%
XGLD: Rp265 vs Rp254 → sekitar 4,3%
Data tersebut bukan berarti ETF dengan gap terkecil otomatis lebih baik. Tetapi investor mendapatkan satu indikator tambahan untuk menilai berapa harga yang dibayar dibanding nilai aset bersihnya.
Mengapa Harga Bisa Berbeda dari NAV?
Prospektus XSGO secara eksplisit menjelaskan bahwa Unit Penyertaan dapat diperdagangkan di bawah, sama dengan atau di atas NAV. Hal ini terjadi karena kekuatan permintaan dan penawaran di pasar sekunder tidak selalu identik dengan pergerakan nilai aset yang mendasari ETF.
Ini juga menjelaskan mengapa nominal harga ETF tidak boleh dibaca sendirian. ETF Rp1.294 bukan berarti lebih mahal daripada ETF Rp896 hanya karena harga per unitnya lebih tinggi. Investor harus melihat harga relatif terhadap NAV.
Tracking Error Juga Penting
Prospektus XMES secara khusus mengingatkan mengenai risiko tracking error, yaitu perbedaan antara kinerja ETF dengan pergerakan harga emas acuannya.
Tracking error bisa disebabkan oleh:
management fee;
biaya kustodian;
biaya penyimpanan;
biaya transaksi penyediaan emas;
kondisi pasar;
keterbatasan arbitrase Dealer Partisipan.
Jadi meskipun minimum 95% aset berada pada emas, return ETF tidak selalu bergerak identik dengan harga emas.
Apa yang Harus Dibandingkan Investor?
Investor sebaiknya tidak hanya melihat return NAV harian.
Indikator | Fungsi |
NAV | Mengukur nilai aset bersih per unit |
Harga pasar | Harga aktual transaksi di BEI |
Harga vs NAV | Mengukur premium/discount |
Tracking error | Mengukur kedekatan ETF dengan harga emas |
Bid-offer spread | Mengukur friksi transaksi |
Volume & order book | Menilai likuiditas |
Biaya aktual | Memengaruhi hasil jangka panjang |
AUM | Menunjukkan skala produk |
Sumber: OJK, prospektus, diolah Bareksa
Kesimpulan
Data terbaru menunjukkan XMES dan XSGO masih memiliki return NAV yang sangat berdekatan, yakni 1,13% dan 1,11% per 12 Agustus 2026. Namun harga pasar keduanya masih jauh lebih tinggi daripada NAV, walaupun gap mulai menyempit. XMES diperdagangkan sekitar 17,0% di atas NAV, sedangkan XSGO sekitar 25,4%. Di balik pergerakan harga tersebut, prospektus menunjukkan perbedaan struktural yang juga penting: XMES minimum 95% pada emas fisik, sedangkan XSGO dapat menggunakan aset emas fisik dan/atau nonfisik.
Karena itu, investor sebaiknya tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan ETF mana yang harga pasar atau return NAV-nya paling tinggi dalam beberapa hari pertama. Yang lebih penting adalah melihat apakah harga yang dibayar masih dekat dengan NAV, seberapa baik ETF mengikuti emas, berapa friksi transaksinya, serta bagaimana struktur underlying dan biayanya.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Romainah/Reinaldy Gumay/AM)
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Berapa return NAV XMES dan XSGO terbaru?
Per 12 Agustus 2026, return NAV XMES 1,13% dan XSGO 1,11%.
Berapa harga XMES dan XSGO di BEI?
Harga penutupan 12 Agustus adalah Rp896 untuk XMES dan Rp1.294 untuk XSGO.
Berapa selisih harga pasar dengan NAV?
Secara snapshot, XMES sekitar 17,0% di atas NAV dan XSGO sekitar 25,4%.
Apa perbedaan underlying keduanya?
XMES menetapkan minimum 95% NAB pada emas fisik, sedangkan XSGO dapat menggunakan aset emas fisik dan/atau nonfisik.
Apakah ETF yang harga pasarnya jauh di atas NAV pasti akan turun?
Tidak dapat dipastikan. Harga terbentuk dari permintaan dan penawaran.
Namun gap harga terhadap NAV merupakan risiko yang perlu diperhatikan
investor.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.235,39 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.189,77 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.205,36 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.033,32 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.


