BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

IHSG Rebound, 3 Reksadana Campuran Ini Kompak Positif, Mana yang Sesuai Profil Risikomu?

22 Juli 2026
Tags:
IHSG Rebound, 3 Reksadana Campuran Ini Kompak Positif, Mana yang Sesuai Profil Risikomu?
Ilustrasi investasi di reksadana campuran. (Shutterstock)

IHSG mulai rebound pada Juli 2026. Simak kinerja TRAM Alpha, Eastspring Syariah Mixed Asset, dan Sucorinvest Sharia Balanced Fund serta karakter investasinya.

Bareksa - Setelah melewati tekanan cukup besar pada Juni 2026, pasar saham Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Momentum rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersebut turut mendorong kinerja sejumlah reksadana campuran yang memiliki eksposur terhadap saham dan obligasi.

Meski sama-sama mencatatkan return positif, ketiga produk reksadana campuran ini memiliki karakteristik risiko dan strategi investasi yang berbeda sehingga layak dipilih sesuai tujuan investasi masing-masing.

Promo Terbaru di Bareksa

IHSG Mulai Bangkit Setelah Tekanan Juni

IHSG sempat terkoreksi sekitar 7,9% sepanjang Juni 2026 akibat kombinasi kenaikan yield obligasi pemerintah dan pelemahan rupiah.

Namun memasuki Juli, sentimen pasar mulai membaik. Hingga pekan yang berakhir 17 Juli 2026, IHSG berhasil menguat sekitar 4,24%, didukung penguatan saham-saham berkapitalisasi besar terutama sektor:

  • Perbankan

  • Komoditas

  • Saham-saham unggulan (blue chip)

Rebound tersebut ikut menopang nilai aset bersih (NAB) sejumlah reksadana campuran.

Perbandingan Kinerja 3 Reksadana Campuran Sebulan Terakhir

Reksadana

Return*

Karakter Utama

TRAM Alpha

1,15%

Agresif, dominan saham

Eastspring Syariah Mixed Asset

0,70%

Moderat, dominan sukuk negara

Sucorinvest Sharia Balanced Fund

1,21%

Stabil, dominan sukuk korporasi

Sumber: Bareksa, Return per 21 Juli 2026.

1. TRAM Alpha: Potensi Pertumbuhan Lebih Tinggi Saat Pasar Rebound

TRAM Alpha memiliki porsi besar pada saham-saham perbankan nasional seperti BCA, BRI, dan BNI yang dipadukan dengan obligasi negara.

Karakter tersebut membuat produk ini:

  • Lebih sensitif terhadap pergerakan IHSG.

  • Berpotensi mengalami koreksi lebih dalam saat pasar turun.

  • Berpotensi mencatat pemulihan lebih cepat ketika pasar kembali menguat.

Bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang dan toleransi risiko lebih tinggi, strategi ini dapat memberikan peluang pertumbuhan yang menarik.

2. Eastspring Syariah Mixed Asset: Stabil dengan Dominasi Sukuk Negara

Produk ini menempatkan sebagian besar portofolionya pada sukuk negara dengan porsi saham syariah yang relatif kecil.

Strategi tersebut membuat volatilitasnya cenderung lebih rendah dibandingkan reksadana campuran yang dominan saham.

Karakteristiknya antara lain:

  • Fluktuasi NAB relatif lebih stabil.

  • Risiko lebih terjaga saat pasar saham melemah.

  • Potensi kenaikan lebih moderat ketika IHSG menguat.

3. Sucorinvest Sharia Balanced Fund: Konsisten Berkat Sukuk Korporasi

Sucorinvest Sharia Balanced Fund memiliki mayoritas investasi pada sukuk korporasi berkualitas.

Komposisi tersebut membuat produk ini relatif tidak terlalu dipengaruhi oleh:

  • Pergerakan IHSG.

  • Kenaikan yield obligasi pemerintah.

Hasilnya, kinerja produk cenderung lebih konsisten baik saat pasar mengalami tekanan maupun ketika memasuki fase pemulihan.

Mana yang Cocok untuk Investor?

Tidak ada satu produk yang paling baik untuk semua investor.

Secara umum:

  • TRAM Alpha lebih sesuai bagi investor yang mengejar potensi pertumbuhan dengan toleransi risiko lebih tinggi.

  • Eastspring Syariah Mixed Asset cocok bagi investor yang menginginkan keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas.

  • Sucorinvest Sharia Balanced Fund dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan stabilitas dengan tetap memperoleh potensi pertumbuhan dari instrumen syariah.

Diversifikasi pada beberapa jenis aset juga dapat membantu mengurangi risiko portofolio dalam menghadapi berbagai kondisi pasar.

Cara Investasi Reksadana Campuran di Bareksa

Investor dapat membeli reksadana campuran secara online melalui aplikasi Bareksa dengan langkah berikut:

  1. Login ke aplikasi Bareksa.

  2. Pilih menu reksadana.

  3. Cari produk yang diinginkan.

  4. Pelajari fund fact sheet dan prospektus.

  5. Lakukan pembelian sesuai nominal investasi.

Kesimpulan

Pemulihan IHSG pada Juli 2026 mulai memberikan dampak positif terhadap sejumlah reksadana campuran. Namun, setiap produk memiliki strategi investasi dan profil risiko yang berbeda.

Investor sebaiknya tidak hanya melihat return jangka pendek, tetapi juga memahami komposisi portofolio, tujuan investasi, serta kesesuaian dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Apa itu reksadana campuran?

Reksadana yang menginvestasikan dana pada kombinasi saham, obligasi, dan pasar uang.

Mengapa kinerja tiap reksadana berbeda?

Karena komposisi aset, strategi investasi, dan kebijakan manajer investasi berbeda.

Apakah reksadana campuran cocok saat IHSG rebound?

Produk dengan porsi saham lebih besar umumnya berpotensi lebih diuntungkan, sementara produk yang dominan obligasi cenderung lebih stabil.

Apakah return sebelumnya menjamin hasil di masa depan?

Tidak. Kinerja historis tidak menjamin kinerja pada masa mendatang.

Bagaimana cara membeli reksadana campuran?

Investor dapat membeli secara online melalui aplikasi Bareksa setelah memahami prospektus dan fund fact sheet.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.225,99

Up0,98%
Up1,30%
Up1,62%
Up6,28%
Up20,47%
Up14,56%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.182,87

Up0,97%
Up1,92%
Up2,39%
Up6,44%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.028,42

Up0,97%
Down-2,34%
Down-1,83%
---

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.201,67

Up0,50%
Up1,08%
Up1,42%
Up5,32%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua