Dolar Menguat Hampir 10% Setahun, Reksadana Pasar Uang USD Berpotensi Hasilkan 13,5%
Dolar AS menguat hampir 10% setahun. Simak potensi hasil reksa dana pasar uang USD hingga 13,57% serta risikonya saat kurs berfluktuasi.

Dolar AS menguat hampir 10% setahun. Simak potensi hasil reksa dana pasar uang USD hingga 13,57% serta risikonya saat kurs berfluktuasi.
Bareksa – Di tengah pergerakan nilai tukar rupiah yang masih berfluktuasi, sebagian investor mulai kembali melirik instrumen berbasis dolar Amerika Serikat (AS). Salah satu pilihan yang relatif konservatif ialah reksa dana pasar uang USD yang berinvestasi pada deposito dan instrumen pasar uang berdenominasi dolar.
Menariknya, investor reksa dana pasar uang USD berpotensi memperoleh dua sumber imbal hasil sekaligus. Pertama, dari kinerja portofolio instrumen pasar uang dalam denominasi dolar. Kedua, dari perubahan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
Dalam periode 13 Juni 2025 hingga 12 Juni 2026, kurs USD/IDR naik dari Rp16.295 menjadi Rp17.870 per dolar AS atau menguat sekitar 9,67%. Kondisi ini membuat hasil investasi berbasis dolar menjadi lebih menarik jika dihitung dalam rupiah.
Promo Terbaru di Bareksa
Potensi Return dalam Rupiah
Berdasarkan data Bareksa per 12 Juni 2026, berikut simulasi estimasi return dalam rupiah dari beberapa reksadana pasar uang USD:
Reksadana | Return Produk | Penguatan USD/IDR | Estimasi Return IDR |
|---|---|---|---|
Sucorinvest Money Market USD | 3,56% | 9,67% | 13,57% |
Mandiri Money Market USD | 2,71% | 9,67% | 12,64% |
BRI Seruni Likuid Dolar* | 1,40% | 7,17% | 8,67% |
Sumber: Bareksa, Investing, diolah
*Menggunakan data YTD hingga 12 Juni 2026, ** Estimasi return IDR dihitung dari kombinasi return produk dalam USD dan perubahan kurs USD/IDR
1. Sucorinvest Money Market USD
Sucorinvest Money Market USD mencatat return 1 tahun 3,56%. Produk ini memiliki dana kelolaan sekitar US$16,2 juta dan minimum pembelian awal US$1.000.
Reksadana ini bertujuan memberikan likuiditas tinggi sekaligus pendapatan investasi optimal dalam denominasi dolar AS melalui instrumen pasar uang dan surat utang jangka pendek.
Sucorinvest Money Market USD bisa menjadi pilihan bagi investor yang ingin menempatkan dana dalam instrumen pasar uang berdenominasi dolar AS.
Sumber: Bareksa
Top Portolio
- INDOIS415 032927
- Indon27
- Obligasi USD Berkelanjutan II Indah Kiat Pulp Paper Tahap IV Tahun 2025 Seri A
- Republic Of Indonesia Due 090626
- Deposito USD Bank Mega
- Depsoto syariah USD Bank Syariah Indonesia
*Fund fact sheet Mei 2026
2. Mandiri Money Market USD
Mandiri Money Market USD membukukan return 1 tahun 2,71%. Produk ini memiliki dana kelolaan terbesar yakni sekitar US$744,7 juta.
Skala dana kelolaan yang besar menunjukkan produk ini telah menjadi salah satu pilihan utama investor yang ingin menempatkan dana likuid dalam denominasi dolar.
Reksadana ini bisa jadi pilihan bagi investor yang mengutamakan skala dana kelolaan besar dan rekam jejak lebih panjang.
Sumber: Bareksa
Top Portofolio:
- Obligasi Pemerintah RI: 29,18%
- Deposito USD BRI: 10,9%
- Deposito USD Bank Mega: 10,56%
- Deposito USD Bank Mandiri: 10,22%
- Deposito syariah Bank Syariah Indonesia: 8,07%
*Fund fact sheet Mei 2026
3. BRI Seruni Likuid Dolar
BRI Seruni Likuid Dolar merupakan pendatang baru yang diluncurkan pada Juli 2025. Hingga Mei 2026, dana kelolaannya telah mencapai sekitar US$193,8 juta.
Secara YTD, produk ini mencatat return 1,4%. Jika dikombinasikan dengan penguatan dolar terhadap rupiah sepanjang tahun berjalan, maka estimasi return dalam rupiah mencapai sekitar 8,67%.
Reksadana ini jadi salah satu reksadana pasar uang USD yang mencatat pertumbuhan dana kelolaan cukup pesat sejak diluncurkan pada 2025.
Sumber: Bareksa
Top Portofolio:
- US71567RAR75: 35.77%
- USY20721BQ18: 16.07%
- JAGBIDJA: 9.68%
- HRDAIDJ1: 9.47%
- US71567RAH93: 8.96%
*Fund fact sheet Mei 2026
Kesimpulan
Reksadana pasar uang USD dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi dari aset berbasis rupiah. Selain menawarkan karakteristik risiko yang relatif lebih rendah dibanding reksa dana saham, produk ini juga berpotensi memperoleh tambahan keuntungan ketika dolar AS menguat terhadap rupiah.
Meski demikian, investor tetap perlu memahami bahwa pergerakan nilai tukar bersifat dua arah. Jika rupiah menguat terhadap dolar, maka tambahan keuntungan dari faktor kurs dapat berkurang atau bahkan berubah menjadi risiko nilai tukar.
FAQ
1. Apakah reksadana pasar uang USD cocok untuk pemula?
Produk ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin memiliki eksposur dolar AS dengan karakteristik risiko yang umumnya lebih rendah dibanding reksa dana saham.
2. Apa risiko utama reksadana pasar uang USD?
Selain risiko pasar dan kredit, investor juga menghadapi risiko nilai tukar karena kinerja investasi dalam rupiah dapat dipengaruhi pergerakan kurs USD terhadap rupiah.
3. Apakah reksadana pasar uang USD bisa dicairkan kapan saja?
Investor dapat melakukan penjualan kembali sesuai ketentuan masing-masing produk. Dana pencairan umumnya diterima dalam beberapa hari bursa setelah transaksi diproses.
4. Kapan reksadana pasar uang USD menjadi lebih menarik?
Produk ini biasanya mendapat perhatian lebih saat investor ingin diversifikasi ke aset dolar AS atau ketika nilai tukar dolar menguat terhadap rupiah. Namun pergerakan kurs dapat berubah sewaktu-waktu.
5. Apa bedanya deposito dolar dan reksadana pasar uang USD?
Deposito dolar menawarkan bunga tetap sesuai ketentuan bank, sedangkan reksadana pasar uang USD menginvestasikan dana pada deposito dan instrumen pasar uang sehingga hasil investasinya dapat berfluktuasi sesuai kondisi pasar.
Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Romainah/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.210,56 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.168,64 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.193,9 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.025,2 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



