Reksadana Campuran Sucor AM Cuan Hingga 127% dalam 5 Tahun, Apa Isi Portofolionya?

Sucorinvest Citra Dana Berimbang dan Sucorinvest Flexi Fund mencetak imbal hasil 127,51% dan 76,25% dalam 5 tahun
Abdul Malik • 10 Nov 2022
cover

Ilustrasi komposisi portofolio investasi reksadana campuran yang di dalamnya sebagian berisi saham dan surat utang. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 09 November 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : 0,62%
Indeks Reksadana Saham : 0,7%
Schroder Dana Prestasi Plus : 4,53%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -0,69%
BNP Paribas Pesona Syariah : 1,61%

Reksadana Campuran​

Indeks Reksadana Campuran : 0,09%
Schroder Dynamic Balanced Fund : 4,5%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -0,44%
Schroder Syariah Balanced Fund : 2,02%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,27%
Sucorinvest Stable Fund : 0,43%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,26%
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,44%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,38%
Capital Money Market Fund : 0,43%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,31%
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,39%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 09 November 2022 naik 0,28% ke level 7.070,08. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 09/11/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat turun ke level 7,4%.

Di tengah kenaikan IHSG, di super app  investasi Bareksa terdapat dua reksadana campuran yang mampu mencetak imbal hasil (return) 127,51% dan 76,25% dalam 5 tahun terakhir. Reksadana itu ialah Sucorinvest Citra Dana Berimbang dan Sucorinvest Flexi Fund.

Reksadana Sucorinvest Citra Dana Berimbang yang dikelola oleh PT Sucorinvest Asset Management,mencetak imbal hasil (return) 127,51% dalam dalam lima tahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Oktober 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI), PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN), Obligasi MDKA03BCN1, PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Samindo Resources Tbk (MYOH), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Sedangkan reksadana Sucorinvest Flexi Fund yang dikelola oleh PT Sucorinvest Asset Management,mencetak imbal hasil (return) 76,25% dalam dalam lima tahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Oktober 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI), PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN), Obligasi DART03CN1, PT Samindo Resources Tbk (MYOH), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan TD BANK BRI.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi,atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.