Punya Saham ADRO, BBCA hingga TLKM, Cuan Reksadana Syailendra Equity Opportunity Fund Melesat

Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A mencetak return 1,03% sehari pada Jum'at (21/10/2022)
Abdul Malik • 24 Oct 2022
cover

Ilustrasi investasi di reksadana saham. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 21 Oktober 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : -2,37%
Indeks Reksadana Saham : -1,31%
Sucorinvest Maxi Fund : 1,4%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -2,1%
Simas Syariah Unggulan : -0,17%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,85%
Sucorinvest Flexi Fund : 1,85%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -1,32%
Schroder Syariah Balanced Fund : 0,88%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -1,13%
Sucorinvest Stable Fund : 0,38%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,76%
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,41%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,18%
Capital Money Market Fund : 0,38%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,01%
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,36%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (21/10/2022) naik 2,29% ke level 7.017,77. Berdasarkan data  id.investing.com (diakses 21/10/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,5%. 

Di tengah kenaikan IHSG, di super app  investasi Bareksa terdapat reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) 1,03% sehari pada perdagangan 21 Oktober 2022. Reksadana itu ialah Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A.

Reksadana Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A yang dikelola oleh PT Syailendra Capital, mencetak imbal hasil (return) 1,03% dalam sehari pada 21 Oktober 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode September 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), deposito BBNI_KOTA_MMA, deposito DOC-BBKP, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.