Cuan Reksadana BNP Paribas Solaris dan HPAM Syariah Ekuitas Melesat, Ini Rahasianya

Reksadana saham BNP Paribas Solaris dan HPAM Syariah Ekuitas mencetak imbal hasil melesat 2,1 persen dan 1,77 persen sehari
Abdul Malik • 29 Jul 2022
cover

Ilustrasi investasi di reksadana saham. (Shutterstock)

Bareksa.com– Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 28 Juli 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : -0,57 persen
Indeks Reksadana Saham : 0,05 persen
Sucorinvest Maxi Fund : 6,63 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -0,09 persen
Batavia Dana Saham Syariah : 0,96 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 0,42 persen
Sucorinvest Citra Dana Berimbang : 7,73 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,74 persen
Schroder Syariah Balanced Fund : -0,49 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -0,11 persen
BNP Paribas Prima USD Kelas RK1 : 1,43 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,02 persen
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,6 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,17 persen
Cipta Dana Cash : 0,36 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,17 persen
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,36 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28 Juli 2022 naik 0,85 persen ke level 6.956,82, Berdasarkan data id.investing.com (diakses 28/07/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 7,5 persen pada 28 Juli 2022. 

Di tengah kenaikan IHSG, di super app  investasi Bareksa terdapat dua reksadana saham mampu mencetak imbal hasil (return) melesat 2,1 persen dan 1,77 persen sehari pada perdagangan 28 Juli 2022. Reksadana itu ialah BNP Paribas Solaris dan HPAM Syariah Ekuitas.

Reksadana BNP Paribas Solaris yang dikelola oleh PT BNP Paribas Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 2,1 persen dalam sehari pada 28 Juli 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode Juni 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Sedangkan reksadana HPAM Syariah Ekuitas yang dikelola oleh PT Henan Putihrai Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 1,77 persen dalam sehari pada 28 Juli 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode Oktober 2017, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Reksadana wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi,atau deposito.

​​Reksadana sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fundfact sheet dalam berinvestasi reksadana.