Cuan Reksadana Saham Manulife dan Schroder Meroket Seiring IHSG, Ini Resepnya

Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A dan Schroder Dana Istimewa mencetak return 1,18% dan 1,05% sehari
Abdul Malik • 13 Sep 2022
cover

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 12 September 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : 1,76%
Indeks Reksadana Saham : 0,87%
Sucorinvest Equity Fund : 4,34%

Indeks Reksadana Saham Syariah : 0,81%
Simas Syariah Unggulan : 2,29%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 0,69%
Sucorinvest Citra Dana Berimbang : 3,64%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,39%
Schroder Syariah Balanced Fund : 0,54%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,16%
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 0,69%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,01%
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,47%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,17%
Reksa Dana Mega Dana Kas : 0,34%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,22%
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,32%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 12 September 2022 naik 0,16% ke level 7.254,46. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 12/09/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,17% pada 12 September 2022. 

Di tengah kenaikan IHSG, di super app  investasi Bareksa terdapat reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) 1,18% dan 1,05% sehari pada perdagangan 12 September 2022. Reksadana itu ialah Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A dan Schroder Dana Istimewa.

Reksadana Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, mencetak imbal hasil (return) 1,18% dalam sehari pada 12 September 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode Agustus 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Sedangkan reksadana Schroder Dana Istimewa yang dikelola oleh PT Schroder Investment Management Indonesia, mencetak imbal hasil (return) 1,05% dalam sehari pada 12 September 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode Agustus 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Reksadana wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi,atau deposito.

​​Reksadana sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

​​​​​​​​​​​