Cuan Reksadana Prospera Obligasi dan Sucorinvest Stable Fund Melesat, Ini Rahasianya

Prospera Obligasi dan Sucorinvest Stable Fund mencetak imbal hasil 7,38% dan 6,09% setahun
Abdul Malik • 02 Sep 2022
cover

Ilustrasi investasi di obligasi korporasi dan Surat Berharga Negara (SBN) yang terus bertumbuh sehingga mendongkrak kinerja reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 01 September 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : 2,64%
Indeks Reksadana Saham : 1,79%
Bahana Dana Prima : 5,93%

Indeks Reksadana Saham Syariah : 0,84%
Simas Syariah Unggulan : 2,94%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 1,11%
Sucorinvest Flexi Fund : 3,74%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,77%
Schroder Syariah Balanced Fund : 1,22%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 0,39%
Manulife Obligasi Unggulan Kelas A : 1,34%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,25%
Majoris Sukuk Negara Indonesia : 1%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,22%
Sucorinvest Money Market Fund : 0,35%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,22%
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 0,32%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 01 September 2022 turun 0,36% ke level 7.153,1. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 01/09/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat turun ke level 7,1%.

Di tengah melemahnya IHSG, beberapa produk ​reksadana pendapatan tetap masih terus bertumbuh dan mencatatkan kinerja mantap. ​Reksadana pendapatan tetap memiliki portofolio mayoritas di efek surat utang baik obligasi negara maupun obligasi korporasi.

Di aplikasi super app investasi Bareksa terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil (return) 7,38% dan 6,09% dalam setahun. Dua reksadana itu adalah Prospera Obligasi dan Sucorinvest Stable Fund.

Reksadana Prospera Obligasi, yang dikelola oleh Prospera Asset Management, mencetak return 7,38% setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Berkelanjutan III BSDE Tahap 1 Tahun 2022 seri A, Obligasi Berkelanjitan  I Bussan AF Tahap V Tahun 2022, Obligasi Berkelanjutan I I SGRO Tahap I Tahun 2020 Seri B, Obligasi Berkelanjutan I I WOOD Tahap l Tahun 2021 Serl B, dan Obligasi Berkelanjutan II MDKA Tahap I Tahun 2021 seri B.

Sedangkan reksadana Sucorinvest Stable Fund yang dikelola oleh Sucor Asset Management, mencetak return 6,09% setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi BAFI01CN5, Obligasi BCOM01, Obligasi BIIF03CN2, Obligasi IMFI04BCN3, Obligasi LPPI01BCN2, Obligasi MDKA03BCN1, Obligasi MFIN04BCN4, Obligasi PIDL02B25, Obligasi PNMP04BCN2, dan deposito PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.