Daftar Manajer Investasi dengan Dana Kelolaan Reksadana Syariah Terbesar Juli 2022

Syailendra tercatat dengan pertumbuhan dana kelolaan syariah terbesar secara MOM, YTD, dan YOY
Hanum Kusuma Dewi • 10 Aug 2022
cover

Ilustrasi manajer investasi yang sedang mengatur portofolio investasinya di saham, obligasi, SBN, hingga pasar uang agar reksadana yang dia kelola membukukan kinerja optimal. (Shutterstock)

Bareksa.com - Dana kelolaan industri reksadana yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah atau reksadana syariah, sebulan terakhir/MOM dan secara tahunan/YOY tercatat tumbuh positif baik dari sisi dana kelolaan dan unit penyertaan. Siapa saja manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar?

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report July 2022 menyebutkan dana kelolaan reksadana syariah pada akhir bulan lalu tercatat Rp42,24 triliun. Angka ini terkoreksi 5 persen sepanjang tahun berjalan (YTD), tetapi secara MOM dan YOY, dana kelolaan reksadana syariah masing-masing tumbuh 2 persen dan 4 persen.

Di sisi lain unit penyertaan reksadana syariah pada Juli 2022 mencapai 27,79 miliar unit, terkoreksi 1 persen sepanjang tahun berjalan/YTD. Secara bulanan/MOM dan tahunan/YOY, unit penyertaan reksadana syariah pada bulan lalu masing-masing tumbuh 2 persen dan 4 persen.

Dana kelolaan bisa menjadi indikator kinerja aset reksadana sekaligus besarnya kepercayaan investor. Sementara unit penyertaan mencerminkan seberapa banyak reksadana tersebut dibeli oleh investor. 

Bareksa mencatat bahwa walau industri reksadana syariah mengalami koreksi baik dari sisi dana kelolaan dan unit penyertaan, masih cukup banyak manajer investasi yang menorehkan pertumbuhan positif dana kelolaan reksadana syariah sepanjang Juli 2022.

Baca juga Trimegah dan Sucor AM Cetak Pertumbuhan Kelolaan Reksadana Tertinggi Juli 2022

Syailendra Capital tercatat sebagai manajer investasi dengan pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah terbesar baik secara bulanan/MOM maupun sepanjang tahun berjalan/YTD dan tahunan/YOY. Dana kelolaan reksadana syariah Syailendra, tumbuh 20 persen secara bulanan, naik 108 persen sepanjang tahun berjalan, dan melonjak 125 persen secara tahunan.

Pada bulan lalu, Syailendra menempati posisi ke-15 dari 20 manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar Juli 2022. Adapun dana kelolaan reksadana syariah Syailendra pada bulan lalu tercatat Rp677,07 miliar.

3 Besar Manajer Investasi 

Adapun tiga besar dari 20 manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar pada Juli 2022 masih diisi oleh manajer investasi yang sama seperti bulan sebelumnya, yakni:

1. BNP Paribas Asset Management

BNP AM tercatat menempati urutan teratas manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar Juli 2022. Kelolaan BNP AM pada bulan lalu tercatat Rp6,39 triliun.

2. Manulife Aset Manajemen Indonesia

Manulife AM menempati urutan kedua manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar pada bulan lalu, dengan kelolaan Rp6,15 triliun.

3. Sucor Asset Management

Sementara Sucor AM mengisi posisi ketiga manajer investasi pengelola reksadana syariah terbesar Juli 2022, dengan kelolaannya Rp4,50 triliun.

Top 20 Manajer Investasi Dana Kelolaan Reksadana Syariah Terbesar Juli 2022

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report July 2022

Artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report July 2022. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

Baca juga Promo Top Investment: Beli Reksadana Berhadiah iPad Air hingga Voucher Rp500 Ribu

(Martina Priyanti/Tim Data/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.