Meroket Tajam, Reksadana Mana Punya Saham BUMI?

Sejak Kamis (14/7) hingga Selasa kemarin (26/7) harga saham BUMI sudah meroket 42,67 persen
Abdul Malik • 27 Jul 2022
cover

Ilustrasi analis atau investor sedang memantau pergerakan harga suatu saham, sehingga berpengaruh terhadap kinerja reksadana saham dan campuran yang memiliki portofolio saham tersebut. (shutterstock)

Bareksa.com - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meroket tajam hingga 15,05 persen ke level Rp107 per saham pada perdagangan Selasa (26/7/2022).

Dalam beberapa hari terakhir, saham emiten pertambangan Grup Bakrie tersebut memang terlihat mengalami tren kenaikan di mana sejak Kamis (14/7/2022) saham BUMI belum sekalipun ditutup pada zona merah. Terhitung sejak saat itu, saham emiten pertambangan yang beroperasi sejak tahun 1979 tersebut telah mengalami apresiasi harga hingga mencapai 42,67 persen. 

Antusiasme pelaku pasar memang terlihat pada saham BUMI yang menduduki posisi teratas saham dengan nilai transaksi terbesar di bursa pada perdagangan kemarin yang mencapai Rp1,02 triliun.

Kenaikan saham BUMI yang nyaris selalu menguat sejak awal pekan lalu salah satunya didorong oleh aksi beli besar-besaran yang dilakukan oleh investor misterius di saham milik Grup Bakrie tersebut. 

Melansir CNBC Indonesia, sebelumnya investor misterius diketahui memborong 5,91 persen saham bumi dalam kurun waktu tiga hari beruntun sejak 19 hingga 21 Juli. Investor yang sama kini menambah kepemilikannya menjadi 6,06 persen pasca membeli 213 juta saham pada perdagangan akhir pekan lalu, 22 Juli 2022.

Investor tersebut diketahui merupakan klien dari Nomura Bank Switzerland (NBS). Pembeliannya dilakukan lewat rekening escrow yang dikelola oleh NBS sebagai pihak ketiga.

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang terbit di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut bahwa pembelian dilakukan lewat broker Citibank NA. Adapun alamat entitas pembeli dinyatakan berada di Kasernenstrasse 1, 8021 Zurich, yang merupakan alamat kantor Nomura Swiss.

Lewat rekening escrow di NBS, investor yang tidak diketahui pasti siapa ini pertama kali memborong saham BUMI sebanyak 7,48 miliar atau mewakili kepemilikan 5,54 persen pada 19 Juli. Pembelian ini merupakan yang pertama dan memicu KSEI mengungkapkan nama pembeli kepada investor publik. Meski demikian, karena menggunakan rekening escrow tidak diketahui siapa investor dibalik pembelian tersebut.

Kemudian investor tersebut mencicil secara bertahap, yang mana hingga data pengungkapan KSEI terbaru diketahui masih aktif memburu saham BUMI.

Pembelian tersebut ikut mendongkrak kinerja saham BUMI di bursa, di mana pada tanggal 19 dan 20 Juli, saham BUMI menguat masing-masing 2,60 persen dan 5,06 persen. Sedangkan pada perdagangan 21 Juli saham BUMI ditutup stagnan, dan pada akhir pekan lalu ditutup menguat 3,61 persen.

Selanjutnya pada perdagangan dua hari setelahnya atau awal perdagangan pekan ini, saham BUMI kembali ditutup menguat, bahkan angkanya jauh lebih tinggi yang memberikan indikasi bahwa aksi beli dari investor misterius tersebut tampaknya terus berlanjut.

Reksadana dengan Underlying Asset Saham BUMI

Melihat adanya sentimen positif terhadap saham BUMI, maka menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya. Berikut beberapa reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham BUMI sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, setidaknya terdapat 3 produk reksadana yang tercatat memiliki saham BUMI dalam portofolionya. Menariknya, ketiga produk tersebut merupakan reksadana milik PT Sucor Asset Management, di mana ketiganya berhasil menduduki jajaran top 10 reksadana dengan return tertinggi pada perdagangan kemarin.

Reksadana Sucorinvest Citra Dana Berimbang  berada di posisi puncak dengan kenaikan 1,67 persen, kemudian Sucorinvest Maxi Fund berada di peringkat ketiga dengan kenaikan 1,44 persen, dan Sucorinvest Flexi Fund berada di urutan keempat dengan kenaikan 1,41 persen.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.