Investasi Alibaba Buat Saham Smartfren Meroket, Reksadana Ini Punya Portofolionya

Nilai investasi Alibaba di Smartfen diperkirakan mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,49 triliun
Abdul Malik • 26 Jul 2022
cover

Ilustrasi aplikasi Smartfren di ponsel. Kabar investasi Alibaba mendorong harga saham FREN melonjak sehingga bisa mendongkrak kinerja reksadana yang memiki sahamnya. (Shutterstock)

Bareksa.com - Harga saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) atau Smartfren melonjak 12,64 persen atau 11 poin ke level Rp98 per saham pada perdagangan Selasa (26/7). Dilansir Katadata.co.id (26/7/2022), terdapat transaksi pembelian di pasar negosiasi sebanyak 196,09 juta saham dengan valuasi Rp1,51 triliun, atau di harga rata-rata Rp77 per saham.

Kenaikan harga saham FREN terjadi seiring kabar perusahaan raksasa teknologi asal Cina, Alibaba berencana investasi di perusahaan telekomunikasi milik Grup Sinarmas tersebut. Aksi korporasi Alibaba dilakukan melalui entitas usaha bidang perdagangan elektronik (e-commerce) yang beroperasi di Indonesia, yakni Lazada. 

Nilai investasi Alibaba di Smartfen diperkirakan mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,49 triliun. "Alibaba confirmed (terkonfirmasi) masuk FREN untuk mengembangkan bisnis data center," ujar sumber Katadata. 

Menanggapi kabar tersebut, Direktur Utama Smartfren Telecom Merza Fachys mengatakan pihaknya belum dapat melakukan konfirmasi. "Saat ini belum ada konfirmasi terkait hal tersebut," ujar Merza. 

Kabar akuisisi FREN oleh Alibaba sudah bergulir sejak akhir tahun lalu. Perusahaan teknologi raksasa asal Negeri Panda itu akan memperluas pasarnya di Indonesia melalui kerja sama dengan konglomerasi besar nasional yang memiliki bisnis di sejumlah sektor, seperti komunikasi, teknologi, agribisnis, lembaga keuangan, properti, dan infrastruktur.

Ini bukan pertama kalinya Alibaba bekerja sama dengan Smartfren. Sebelumnya, pada Desember 2021, Alibaba dan Smartfren mendirikan perusahaan patungan PT Nuri Gaya Citra, yang bertujuan untuk memberikan layanan bernilai tambah untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan. Alibaba juga membentuk kemitraan strategis melalui anak perusahaannya, yang berafiliasi dengan perusahaan komputasi awan miliknya yakni, Whale Cloud Technology Co Ltd.

Smartfren menjadi pilihan Alibaba karena belakangan ini gencar menggarap bisnis data center. Awal bulan ini, Smartfren dan perusahaan yang berbasis di Dubai, Group 42 (G42), sepakat untuk membangun pusat data 1.000 MW. Menariknya, Lazada dikabarkan mendapat suntikan dana jumbo dari induknya, Alibaba. 

Raksasa teknologi milik miliarder Jack Ma itu dikabarkan menginvestasikan US$378 juta atau sekitar Rp5,5 triliun untuk modal Lazada. Kabar ini diketahui dari dokumen yang diserahkan ke Accounting and Corporate Regulatory Authority of Singapore pada awal Mei 2022. Suntikan dana yang besar memungkinkan Lazada untuk melakukan akuisisi aset.

Harga saham FREN sepekan terakhir naik 15 persen, sebulan terakhir bertambah 6 persen, serta sepanjang tahun ini hingga 26 Juli 2022 menguat 7 persen. 

Reksadana dengan Portofolio FREN

Seiring meningkatnya harga saham Smartfren karena investasi oleh Alibaba, kira-kira reksadana mana yang punya saham FREN dalam portofolionya. Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet (lembar fakta reksadana) per Juni 2022, saham FREN tercatat dikoleksi oleh reksadana saham Bahana Dana Prima

Reksadana saham yang dikelola oleh PT Bahana TCW Investment Management itu berhasil membukukan cuan 9,73 persen sepanjang tahun ini dan 17,1 persen setahun terakhir. Reksadana yang diluncurkan pada 1996 tersebut, menggenggam dana kelolaan Rp65 miliar pada Juni 2022. Reksadana Bahana Dana Prima juga tersedia di super apps investasi Bareksa dengan minimum pembelian awal Rp100.000. 

Selain saham FREN, reksadana Bahana Dana Prima juga mengoleksi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL). 

Sumber : Bareka

Alokasi investasi reksadana Bahana Dana Prima per Juni 2022 yakni sebanyak 79 persen di saham dan 21 persen pasar uang. 

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.