Daftar Manajer Investasi Juara Kelolaan Reksadana Saham Syariah pada Juni 2022

BNP Paribas AM bertahan memimpin manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana saham syariah terbesar
Hanum Kusuma Dewi • 20 Jul 2022
cover

Ilustrasi manajer investasi yang sedang mengatur portofolio investasinya di saham, obligasi, SBN, hingga pasar uang agar reksadana yang dia kelola membukukan kinerja optimal. (Shutterstock)

Bareksa.com - ​Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report June 2022 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan dana kelolaan reksadana saham syariah tercatat Rp23,67 triliun, pada akhir bulan lalu.

Dana kelolaan reksadana saham syariah pada Juni 2022, tercatat secara bulanan (MOM) dan sepanjang tahun berjalan (YTD), yakni masing-masing 6 persen dan 8 persen. Tapi secara tahunan atau year to year (YOY), tumbuh 7 persen.

Di sisi lain, jumlah unit penyertaan reksadana saham syariah pada Juni 2022 tercatat 12,72 miliar unit, tumbuh 2 persen sepanjang tahun berjalan dan naik 5 persen secara tahunan.

Baca juga Top 5 MI Ini Catat Lonjakan Dana Kelolaan Saat Industri Reksadana Tertekan di Juni

Dana Kelolaan Terbesar

Bareksa mencatat daftar top 5 manajer investasi (MI) yang menjuarai dana kelolaan reksadana saham syariah pada Juni 2022 terjadi perubahan khususnya pada posisi keempat dan kelima. Berikut daftar manajer investasinya :

1. BNP Paribas Asset Management

Posisi puncak daftar manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana saham syariah terbesar masih ditempati BNP Paribas AM, dengan kelolaan mencapai Rp6,17 triliun. Pangsa pasar reksadana saham syariah yang dikuasai BNP AM tercatat 26 persen.

Dana kelolaan reksadana saham syariah BNP AM tercatat naik 71 persen secara YOY.

2. Manulife Aset Manajemen Indonesia

Posisi kedua masih ditempati Manulife AM atau MAMI. Dana kelolaan reksadana saham syariah Manulife AM Indonesia pada bulan lalu Rp5,47 triliun.

Manulife AM menguasai pangsa pasar reksadana saham syariah 23 persen.

3. Schroders Indonesia

Schroder Investment Management Indonesia juga tercatat bertahan di posisi 3 sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana saham syariah terbesar pada bulan lalu. Dana kelolaan reksadana saham syariah Schroders Indonesia tercatat Rp2,10 triliun pada akhir Juni 2022.

Pangsa pasar reksadana saham syariah Schroders Indonesia 9 persen, dengan kelolaan reksadana saham syariah naik 39 persen secara tahunan/YOY.

4. Mandiri Manajemen Investasi

Mandiri Investasi berhasil naik satu peringkat dibandingkan bulan sebelumnya jadi di posisi 4 Manajer Investasi dengan dana kelolaan reksadana saham syariah terbesar pada Juni 2022, yakni kelolaannya mencapai Rp1,49 triliun. Mandiri Investasi menguasai pangsa pasar reksadana saham syariah 6 persen pada bulan lalu.

5. Henan Putihrai

Henan Putihrai juga tercatat mampu naik satu peringkat sehingga menempati posisi ke-5 Manajer Investasi dengan dana kelolaan reksadana saham syariah terbesar pada Juni 2022. Kelolaan reksadana saham syariah Henan Putihrai mencapai Rp1,48 triliun pada bulan lalu, tumbuh 45 secara YTD dan naik 90 persen secara YOY.

Adapun pangsa pasar reksadana saham syariah yang dikuasai Henan Putihrai tercatat 6 persen.

Baca juga Bareksa Insight: Tarif Ekspor CPO Dihapus, Reksadana Berbasis Saham Komoditas Melesat

Daftar 20 MI juara kelolaan reksadana saham syariah pada Juni 2022

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report June 2022

Dana dalam artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report June 2022. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.