IHSG Naik Saat Pasar Saham Asia Tertekan, Cuan 10 Reksadana Ini Melesat

Indeks reksadana saham dan indeks reksadana saham syariah kompak menorehkan kenaikan
Abdul Malik • 25 May 2022
cover

Ilustrasi investor generasi milenial memantau perkembangan pasar saham yang sedang meroket dan mendongkrak cuan investasinya di reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Setelah mengalami penurunan di awal pekan, bursa saham Tanah Air kembali bangkit dan bergerak positif pada perdagangan Selasa (24/5/2022) di tengah bursa saham Kawasan Asia yang mayoritas berakhir negatif.

Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir dengan kenaikan 1,07 persen di level 6.914,14. Aktivitas perdagangan tergolong ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp16,46 triliun, di mana investor asing tercatat menorehkan aksi beli bersih (net buy) tipis senilai Rp19,58 miliar di pasar reguler.

Kinerja indeks saham kebanggaan Indonesia ini tampaknya cukup layak diapresiasi, mengingat bursa saham Kawasan Regional Asia yang cenderung tertekan. Indeks Nikkei Jepang ditutup merosot 0,94 persen, Hang Seng Hong Kong ambruk 1,75 persen, Shanghai Composite China anjlok 2,41 persen, Straits Times Singapura melemah 0,58 persen, ASX 200 Australia terkoreksi 0,28, dan KOSPI Korea Selatan ambles 1,57 persen.

Melansir CNBC Indonesia, Senin malam Wall Street ditutup menguat signifikan. Indeks Dow Jones memimpin penguatan dengan apresiasi mencapai 1,98 persen. Sementara itu indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite terpantau menguat masing-masing 1,86 persen dan 1,59 persen.

Indeks saham Wall Street memang berguguran sepanjang tahun ini. Bahkan sudah memasuki area bearish karena melemah lebih dari 10 persen dari titik tertingginya. Pengetatan kebijakan moneter yang agresif merespons inflasi yang tinggi masih menjadi tema utama pergerakan dan volatilitas pasar belakangan ini.

Ketika harga saham mengalami kenaikan, harga obligasi pemerintah AS justru turun terindikasi dari imbal hasilnya. Yield obligasi pemerintah AS acuan naik 8 basis poin (bps) dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu dan berada di 2,86 persen.

Setelah The Fed yang menaikkan suku bunga acuan, giliran Eropa yang akan mengikuti langkah serupa. Presiden ECB, Christine Lagarde, menyampaikan bahwa bank sentral Eropa kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuan di kuartal III 2022.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 3,5 persen sesuai dengan perkiraan pelaku pasar.

Reksadana Saham Dominasi Return Harian

Kondisi pasar saham Indonesia yang bergerak positif pada perdagangan kemarin, secara umum turut mendorong kinerja reksadana berbasis saham.

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham dan indeks reksadana saham syariah kompak menorehkan kenaikan masing-masing 0,86 persen dan 0,40 persen.

Sumber : Bareksa

Kemudian secara lebih rinci, produk reksadana saham memang terlihat mendominasi kinerja positif dengan return harian tertinggi pada perdagangan kemarin.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan top 10 return tertinggi pada perdagangan kemarin seluruhnya ditempati oleh reksadana jenis saham dengan kisaran kenaikan mulai dari 1,55 hingga 2,23 persen. Reksadana tersebut di antaranya Manulife Saham Andalan, Eastspring Investments Value Discovery Kelas A, Sucorinvest Equity Fund dan lainnya.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Karena itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun). Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.