Laba Bersih Melesat 354 Persen, Saham PT Bukit Asam Dikoleksi 14 Reksadana Ini

Kemarin, saham PTBA ditutup meroket 7,89 persen ke level Rp4.100 per saham
Abdul Malik • 18 May 2022
cover

Ilustrasi karyawan sedang mengoperasikan alat berat untuk menambang batu bara di lokasi tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (www.ptba.co.id)

Bareksa.com - Harga saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) bergerak atraktif pada perdagangan Selasa (17/5/2022). Kemarin, saham PTBA ditutup meroket 7,89 persen ke level Rp4.100 per saham.

Antusiasme pelaku pasar memang tercermin dari aktivitas transaksi saham emiten pertambangan batubara tersebut yang mencapai Rp434,17 miliar, sekaligus menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar kedelapan di bursa pada perdagangan kemarin.

Menurut pandangan Bareksa, lonjakan yang terjadi pada saham emiten anak usaha MIND ID tersebut dikarenakan capaian kinerja keuangannya yang ciamik pada tiga bulan pertama tahun ini.

Mengutip dari laporan keuangan Perseroan, PTBA berhasil mencatatkan lonjakan pendapatan dan laba bersih pada kuartal I 2022. PTBA membukukan pendapatan Rp8,2 triliun pada kuartal I 2022. Nilai itu melonjak 105,43 persen year on year (YOY) dari sebelumnya Rp3,99 triliun pada kuartal I 2021.

Beban pokok pendapatan PTBA mencapai Rp4,75 triliun dari sebelumnya Rp2,97 triliun. Namun, PTBA berhasil mencatatkan kenaikan laba bruto menjadi Rp3,45 triliun pada kuartal I 2022 dari sebelumnya Rp1,02 triliun.

PTBA meraih laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp2,27 triliun. Laba bersih tersebut melonjak 354,61 persen YOY dari sebelumnya Rp500,52 miliar.

Emiten yang bermarkas di Sumatera Selatan ini menggelontorkan investasi Rp416,4 miliar pada kuartal I 2022, naik drastis dari sebelumnya Rp167,62 miliar. Namun, tingginya kas dari aktivitas operasi membuat kas setara kas akhir periode mencapai Rp6,1 triliun, naik dari Rp4,43 triliun pada kuartal I 2021.

PTBA mencatatkan liabilitas Rp12,46 triliun per Maret 2022, naik dari Rp11,87 triliun pada akhir 2021. Pada kuartal I 2022, liabilitas jangka pendek Rp7,96 triliun, sedangkan liabilitas jangka panjang Rp4,5 triliun.

Ekuitas PTBA sejumlah Rp26,52 triliun per Maret 2022, naik dari Rp24,25 triliun pada akhir tahun lalu. Total  aset PTBA pun mencapai Rp38,98 triliun pada kuartal I/2022, naik dari sebelumnya Rp36,12 triliun.

Reksadana dengan Underlying Asset Saham PTBA

Melihat adanya sentimen positif pada saham PTBA, maka menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadanaapa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya. 

Berikut reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham PTBA sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, setidaknya terdapat 14 produk reksadana yang tercatat memiliki saham PTBA dalam portofolionya. Produk tersebut terdiri dari reksadana saham dan reksadana campuran.

Dari 14 reksadana tersebut, cuan tertinggi sebulan terakhir (17/5/2022) dibukukan HPAM Syariah Ekuitas dengan imbalan 4,6 persen. Kemudian untuk periode 3 bulan dan 6 bulan terakhir, cuan tertinggi dibukukan Sucorinvest Equity Fund dengan imbalan 11,2 persen dan 13,04 persen. Serta periode 1 tahun terakhir dicatatkan Pinnacle Strategic Equity Fund dengan imbalan 29,38 persen. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

* * * 

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.