Laba Bukit Asam Meroket, Empat Reksadana Beraset Saham PTBA Melesat

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil mencatatkan laba bersih Rp3,58 triliun hingga Agustus 2021
Abdul Malik • 28 Sep 2021
cover

Alat-alat berat dioperasikan di pertambangan Bukit Asam yang merupakan salah satu area tambang terbuka (open-pit mining) batu bara terbesar PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim, Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatra Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bareksa.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil mencatatkan laba bersih Rp3,58 triliun hingga Agustus 2021. Realisasi ini melampaui pertumbuhan laba bersih perseroan sepanjang tahun lalu yang anjlok 41,4 persen menjadi Rp2,4 triliun dibandingkan 2019 lalu.

Manajemen menyebut laba bersih PTBA pada 2020 turun akibat pandemi covid-19. Pada 2019 lalu, perusahaan berhasil membukukan keuntungan hingga Rp4,1 triliun.

Laba turun karena pendapatan perseroan terkontraksi hingga minus 20,6 persen. Akibatnya PTBA hanya mampu membukukan pendapatan Rp17,3 triliun. Padahal 2019, perseroan mampu mencetak pendapatan hingga Rp21,8 triliun.

Kinerja keuangan PTBA yang terbilang sangat mengesankan karena baru delapan bulan di tahun 2021 ini sudah berhasil melampaui laba setahun penuh pada tahun lalu, membuat saham emiten yang berbasis di Sumatera Selatan ini mendapat perhatian pelaku pasar.

 Sumber: HOTS Mirae, diolah Bareksa

Berdasarkan pantauan Bareksa, sejak awal September hingga penutupan Senin (27/9/2021) saham PTBA telah ditransaksikan mencapai Rp1,59 triliun, meningkat Rp495,75 miliar (+45,44%) dibandingkan nilai transaksi sepanjang Agustus yang sebesar Rp1,09 triliun.

Selain itu, investor asing sepanjang bulan ini juga belum sekalipun mencatatkan penjualan bersih (net sell) pada emiten pertambangan baru bara tersebut. Di mana sepanjang 19 hari perdagangan yang sudah berlalu mereka mengakumulasi nilai pembelian bersih (net buy) sebesar Rp262,60 miliar.

Karena itu, tidak mengherankan jika saham PTBA sepanjang bulan berjalan hingga 27 September telah melesat 16,59 persen. Adapun 3 bulan terakhir harga saham perusahaan tambang batu bara milik pemerintah berhasil melesat 22,39 persen.

Sumber : Bareksa

Reksadana dengan Underlying Asset Saham PTBA

Dengan kinerja keuangan maupun pergerakan saham PTBA yang positif, maka menarik untuk melihat kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya.

Berikut beberapa reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham PTBA sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet (lembar fakta reksadana) yang ada, terdapat 4 produk reksadana yang memiliki saham PTBA dalam portofolionya hingga bulan Agustus 2021.

Yakni reksadana HPAM Syariah Ekuitas, Manulife Saham SMC Plus, Prospera BUMN Growth Fund, dan Prospera Saham SMC. Keempat produk reksadanatersebut juga kompak menorehkan kinerja positif sepanjang bulan berjalan (per 27 September 2021).

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.