IHSG Turun, Reksadana Pendapatan Tetap Syailendra dan Sucor Masih Bertumbuh

Syailendra Pendapatan Tetap Premium dan Sucorinvest Stable Fund mencatat imbalan 2,03 dan 1,91 persen sepanjang tahun berjalan
Abdul Malik • 26 Apr 2022
cover

Ilustrasi investasi di Surat Berharga Negara (SBN) Ritel termasuk SBR, SR, ST dan ORI, serta reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace finansial dan investasi terintegrasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta kinerja indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 25 April 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : 3,05 persen
Indeks Reksadana Saham : 1,83 persen
TRIM Kapital Plus : 5,65 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 1,36 persen
TRIM Syariah Saham : 7,21 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 1,3 persen
Trimegah Balanced Absolute Strategy : 5,01 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 1,82 persen
Schroder Syariah Balanced Fund : 0,76 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -0,8 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 0,68 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,41 persen
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,44 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,16 persen
Capital Money Market Fund : 0,35 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,18 persen
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,33 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 25 April 2022 turun 0,13 persen ke level 7.215,98 Berdasarkan data id.investing.com (diakses 25/04/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di  level 7,1 persen pada 25 April 2022.

Di tengah melemahnya IHSG dan pasar obligasi, beberapa produk reksadana pendapatan tetap masih terus bertumbuh dan mencatatkan kinerja mantap. Reksadana pendapatan tetap memiliki portofolio mayoritas di efek surat utang baik obligasi negara maupun obligasi korporasi.

Di aplikasi reksadana terbaik Bareksa, terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil (return) 2,03 persen dan 1,91 persen sejak awal tahun hingga 25 April 2022 (year to date). Dua reksadana itu adalah Syailendra Pendapatan Tetap Premium dan Sucorinvest Stable Fund.

​Reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium mencetak return 2,03 persen sepanjang tahun berjalan. Berdasarkan fund fact sheet periode Maret 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah obligasi ADHI03BCN2, BBKP03ASBCN1, BFIN05BCN2, FR0063, INKP01BCN3, JSMR02ACN1, Link Net Tbk (LINK), MDKA03BCN1, OPPM01B, dan WIKA02ACN1.

Sedangkan reksadana Sucorinvest Stable Fund mencetak return 1,91 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Maret 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi BAFI01CN5, Obligasi IMFI04BCN3, Obligasi MDKA03BCN1, Obligasi MFIN04BCN4, dan Obligasi OPPM02A.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.