Cuan Indeks Fund Menggiurkan Sepanjang Empat Bulan Pertama di 2022

Mayoritas indeks saham memiliki kinerja yang outperform terhadap IHSG
Abdul Malik • 26 Apr 2022
cover

Ilustrasi investasi di reksadana indeks. (Shutterstock)

Bareksa.com - Reksadana berbasis indeks & exchange traded fund (ETF) atau juga biasa disebut index fund berhasil menorehkan kinerja ciamik dalam empat bulan pertama tahun ini. Hal tersebut dikarenakan sifat reksadana indeks yang pergerakannya nyaris mirip dengan indeks saham yang menjadi acuannya.

Dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sejauh ini telah menguat 9,64 persen  sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD) per 25 April 2022, tentu mendorong berbagai indeks saham ikut terapresiasi.

Bahkan mayoritas indeks saham tersebut memiliki kinerja yang outperform terhadap IHSG, sebut saja indeks Bisnis-27 (15,82 persen YTD), IDX30 (14,84 persen YTD), SRI-KEHATI (14,41 persen YTD), dan LQ45 (14,22 persen YTD).

Sumber: Bareksa

Kondisi tersebut tentu membuat kinerja reksadana indeks & ETF ikut merasakan dampak manisnya. Hal ini setidaknya tercermin dari top 10 produk reksadana di Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi yang empat di antaranya dihuni oleh reksadana berbasis indeks & ETF.

Indeks BISNIS-27 Paling Moncer

Jika diperhatikan lebih lanjut, kinerja reksadana dengan underlying indeks BISNIS-27 berhasil menjadi yang paling moncer dibandingkan dengan indeks saham lainnya. Reksa Dana UOBAM Indeks Bisnis-27 berhasil mencatatkan apresiasi 16,41 persen YTD, sedikit di atas indeks acuannya yang sebesar 15,82 persen ytd.

Dengan kondisi tersebut, maka menarik untuk mengetahui bagaimana kinerja saham-saham yang ada dalam indeks tersebut.

Berikut kinerja saham-saham dalam indeks BISNIS-27 :

No.

Kode

Nama Saham

Kinerja YtD 25/4/2022

1

AALI

Astra Agro Lestari Tbk.

28.95%

2

ADRO

Adaro Energy Tbk.

42.67%

3

AMRT

Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

39.51%

4

ANTM

Aneka Tambang Tbk.

16.44%

5

ASII

Astra International Tbk.

24.12%

6

BBCA

Bank Central Asia Tbk.

9.59%

7

BBNI

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

40.74%

8

BBRI

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

17.76%

9

BMRI

Bank Mandiri (Persero) Tbk.

17.08%

10

BRPT

Barito Pacific Tbk.

1.17%

11

CPIN

Charoen Pokphand Indonesia Tbk

-17.31%

12

EMTK

Elang Mahkota Teknologi Tbk.

25.88%

13

ICBP

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

-14.66%

14

INKP

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.

-4.15%

15

INTP

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

-16.32%

16

JPFA

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

-20.35%

17

KLBF

Kalbe Farma Tbk.

-0.62%

18

MDKA

Merdeka Copper Gold Tbk.

33.68%

19

MIKA

Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.

15.93%

20

PTBA

Bukit Asam Tbk.

36.53%

21

PWON

Pakuwon Jati Tbk.

18.53%

22

SMGR

Semen Indonesia (Persero) Tbk.

-17.59%

23

TLKM

Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

16.58%

24

TOWR

Sarana Menara Nusantara Tbk.

-8.44%

25

TPIA

Chandra Asri Petrochemical Tbk.

39.25%

26

UNTR

United Tractors Tbk.

24.72%

27

WIKA

Wijaya Karya (Persero) Tbk.

-15.38%

Sumber: IDX, diolah Bareksa

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat mayoritas saham penghuni indeks BISNIS-27 memang menorehkan kinerja positif tepatnya sebanyak 18 saham, sementara 9 saham lainnya mengalami koreksi.

Sebagai informasi, saham-saham di atas hanya akan efektif menjadi perhitungan dalam indeks BISNIS-27 hingga periode April 2022, karena baru-baru ini Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merombak konstituen baru indeks BISNIS-27 untuk periode Mei – Oktober 2022.  Hasil evaluasi ini akan mulai berlaku efektif pada tanggal 9 Mei 2022 mendatang.

Berikut saham-saham yang keluar dari Indeks BISNIS-27

No.

Kode

Nama Saham

1

AALI

Astra Agro Lestari Tbk.

2

ICBP

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

3

INTP

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

4

JPFA

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

5

MIKA

Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.

6

TOWR

Sarana Menara Nusantara Tbk.

7

TPIA

Chandra Asri Petrochemical Tbk.

8

WIKA

Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Sumber: IDX, diolah Bareksa

Berikut saham-saham yang masuk ke Indeks BISNIS-27

No.

Kode

Nama Saham

1

BFIN

BFI Finance  Indonesia Tbk.

2

HEAL

Medikaloka Hermina Tbk.

3

INCO

Vale Indonesia Tbk.

4

INDF

Indofood Sukses Makmur Tbk.

5

MNCN

Media Nusantara Citra Tbk.

6

PGAS

Perusahaan Gas Negara Tbk.

7

TBIG

Tower Bersama Infrastructure Tbk.

8

UNVR

Unilever Indonesia Tbk.

Sumber: IDX, diolah Bareksa

Sekadar informasi, reksadana indeks atau index fund diartikan sebagai jenis reksadana yang kinerjanya mengacu pada indeks tertentu, bisa indeks saham bisa juga indeks obligasi.

Berbeda dengan reksadana konvensional yang berusaha mengalahkan kinerja tolok ukurnya (benchmark), justru target reksadana indeks adalah menyamainya. Jadi, daripada dikelola secara aktif, pendekatan dari index fund adalah secara pasif dengan menyusun portofolio investasi menyerupai indeks acuannya.

Karena komposisinya mirip atau bahkan sama persis dengan indeks acuannya, hasilnya juga tentunya akan mirip dengan indeks acuannya. Cara ini dikenal pula dengan strategi pengelolaan pasif (passive management strategy).

Sementara itu, indeks BISNIS-27 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 27 saham yang dipilih oleh Komite Indeks Bisnis Indonesia. Indeks Bisnis-27 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan media PT Jurnalindo Aksara Grafika (penerbit surat kabar harian Bisnis Indonesia)

 (KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.