IHSG Tembus Rekor 7.276, Index Fund Dominasi Top 10 Juara Cuan

Produk reksadana indeks & ETF terlihat mendominasi imbal hasil harian tertinggi pada perdagangan kemarin
Abdul Malik • 22 Apr 2022
cover

Ilustrasi investasi di reksadana indeks. (Shutterstock)

Bareksa.com - Mengakhiri perdagangan Kamis (21/4/2022), bursa saham Tanah Air berhasil bergerak positif dan kembali memecahkan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,67 persen ke level 7.276,19.

Aktivitas perdagangan kemarin berlangsung ramai dengan nilai transaksi yang mencapai Rp17,37 triliun, dan investor asing terlihat masih bersemangat dalam memborong saham Tanah Air dengan catatan aksi beli bersih (net buy) Rp1,88 triliun di pasar reguler.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) meramal ekonomi dunia diperkirakan hanya mampu tumbuh 3,6 persen pada 2022, lebih rendah dari yang sebelumnya diramal 3,8 persen. Untuk 2023, akan menjadi lebih buruk karena ekonomi diperkirakan hanya tumbuh 0,8 persen-0,2 persen.

Buruknya ramalan tersebut disebabkan oleh perang Rusia dan Ukraina yang hingga kini belum ada tanda-tanda penyelesaian.

Padahal, kedua negara tersebut berperan besar pada perekonomian dunia, terutama dalam pasokan minyak dan gas bumi. Ini sekaligus memberikan pengaruh terhadap sederet harga komoditas internasional yang kini sudah melonjak. Perang juga berdampak pada kenaikan harga pangan internasional.

Situasi ini akhirnya turut mengerek inflasi di berbagai negara. IMF memperkirakan inflasi pada negara maju mencapai 5,7 persen dan 8,7 persen pada negara berkembang untuk 2022.

Negara maju dan berkembang dengan fiskal yang kuat, akan mampu memberikan subsidi atau bantalan untuk menjaga daya beli masyarakat. Akan tetapi, negara lain dengan fiskal terbatas tak mampu berbuat banyak.

Sebelumnya pada Senin lalu, World Bank juga telah menurunkan perkiraan pertumbuhan globalnya untuk tahun ini hampir satu poin persentase penuh dari 4,1 persen menjadi 3,2 persen.

Di lain sisi, perang Rusia dan Ukraina diyakini akan makin memanas ke depan. Hal ini diutarakan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) Rabu kemarin.

Pentagon menyebut serangan Rusia yang kini berpusat di Ukraina Timur, Donbass, adalah awal dari operasi yang lebih besar. Donbass sendiri adalah pusat milisi pemberontak pemerintah Kyiv.

"Kami pikir serangan ini adalah awal dari operasi ofensif yang lebih besar yang direncanakan Rusia untuk dilakukan," kata pejabat Kemhan AS yang berbicara dengan syarat anonim untuk berbagi rincian baru dari penilaian Pentagon tentang perang, dikutip CNBC International.

Pejabat itu menambahkan bahwa AS telah mengamati beberapa serangan darat. Termasuk beberapa tembakan jarak jauh dan pemboman artileri.

Ia juga mengatakan bahwa belum semua pasukan Rusia telah dikerahkan kembali ke pertempuran di Ukraina.

Reksadana Indeks & ETF Dominasi Return Harian

Kondisi pasar saham Indonesia yang mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin, secara umum turut mendorong kinerja reksadana berbasis indeks saham yang memang pergerakannya mencerminkan indeks saham yang menjadi acuannya.

Kenaikan indeks saham tersebut tentu akan mendorong kinerja reksadana berbasis indeks yang tersedia di Bareksa, di mana produk reksadana indeks & ETF terlihat mendominasi imbal hasil (return) harian tertinggi pada perdagangan kemarin.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat bahwa produk reksadana indeks & ETFmenempati 6 dari 10 produk dengan return tertinggi pada perdagangan kemarin, sementara 4 lainnya merupakan produk reksadana saham yang memang juga memiliki korelasi positif terhadap pergerakan indeks saham.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Adapun reksadana indeks diartikan sebagai jenis reksadana yang kinerjanya mengacu pada indeks tertentu, bisa indeks saham bisa juga indeks obligasi.

Berbeda dengan reksadana konvensional yang berusaha mengalahkan kinerja tolok ukurnya (benchmark), justru target dari reksadana indeks adalah menyamainya. Jadi, daripada dikelola secara aktif, pendekatan dari reksadana indeks adalah secara pasif dengan menyusun portofolio investasi menyerupai indeks acuannya.

Karena komposisinya mirip atau bahkan sama persis dengan indeks acuannya, hasilnya juga tentunya akan mirip dengan indeks acuannya. Cara ini dikenal pula dengan strategi pengelolaan pasif (passive management strategy).

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.