Begini Keuntungan Menyiapkan Dana Darurat di Reksadana Pasar Uang Syariah

Selain menyiapkan investasi di instrumen yang aman dan cuan, reksadana pasar uang syariah juga dikelola sesuai prinsip syariah, sehingga bebas dari unsur riba
Abdul Malik • 30 Mar 2022
cover

Ilustrasi menyiapkan dana darurat dengan investasi di reksadana syariah pasar uang. (Shutterstock)

Bareksa.com - Anda sedang berencana mempersiapkan dana darurat? Jika iya, reksadana pasar uang syariah dapat Anda pertimbangkan. Sebab selain menyiapkan investasi di instrumen yang aman dan cuan, reksadana pasar uang syariah juga dikelola sesuai prinsip syariah, sehingga bebas dari unsur ribawi.

Apalagi sejak pandemi Covid-19 menghantam dunia dua tahun lalu dan mengakibatkan resesi, masyarakat makin sadar pentingnya menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi situasi yang tak terduga.

Ada yang menyebut, dana darurat ibarat sabuk pengaman mobil, alat ini baru diperlukan pada saat terjadi kecelakaan, agar pengemudi dan penumpang terhindar dari risiko yang maksimal. Dana darurat perlu dipersiapkan agar seseorang atau keluarga terlindungi dan dapat melanjutkan kehidupan saat sebuah peristiwa tak terduga terjadi.

Makanya bagi Anda yang belum memiliki dana darurat, belum terlambat, segera siapkan dana darurat, perlahan tapi pasti, tabung dulu untuk alokasi ini setiap kali ada gaji masuk, jangan dari sisa gaji, dan kalau ada uang lebih bisa terus ditambah alokasinya.

Melansir laman Sikapi Uangmu OJK, reksadana pasar uang syariah adalah reksadana yang melakukan investasi pada instrumen pasar uang syariah dalam negeri dan atau efek syariah berpendapatan tetap yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun dan atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun.

Reksadana pasar uang syariah disebut-sebut sangat cocok untuk investasi jangka pendek atau untuk menaruh dana darurat dengan kelebihan memperoleh keuntungan. Alasannya antara lain Anda tidak akan dikenakan denda jika ingin segera mencairkan dana, berbeda dengan deposito ataupun tabungan berjangka lainnya.

Empat Pertimbangan Siapkan Dana Darurat

Empat hal yang perlu menjadi pertimbangan ketika hendak menyimpan dana darurat antara lain:

1. Likuiditas

Hal ini sangat penting dan harus, karena ketika darurat itu terjadi, kita bisa mengambil atau mencairkannya kapan saja.

2. Memiliki imbal hasil

Meski ini kadang bervariasi, dengan imbal setidaknya ada tambahan uang atasdana darurat tersebut meskipun nilainya relatif kecil.

3. Bebas dari risiko pasar

Setidaknya uang kita tidak berkurang jumlahnya, atau setidaknya nilainya tetap.

4. Biaya admin rendah

Menjaga nilai dana darurat agar tidak tergerus terlalu besar oleh biaya yang timbul atas penyimpanan dana tersebut.

Melihat empat hal di atas, maka sebaiknya mempersiapkan dana darurat dilakukan dengan berinvestasi agar hasil akhirnya lebih optimal. Untuk itu Anda perlu lebih cermat dalam memilih instrumen investasi yang tepat karena Anda harus menyimpannya pada instrumen sangat likuid, aman, dan tentunya berisiko rendah. Sebab tidak ada istilah toleransi risiko atau pun tenggat waktu saat Anda membutuhkan dana tersebut.

Mengapa Reksadana Pasar Uang Syariah?

Reksadana pasar uang syariah bisa menjadi jawabannya. Hal ini karena pada prinsipnya reksadana pasar uang memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi, jadi bisa dicairkan kapan pun, serta memiliki risiko yang paling kecil dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya.

Alasan lainnya, reksadana pasar uang tidak dikenakan pajak atau pun fee dalam menginvestasikannya.

Lima Alasan Reksadana Pasar Uang Syariah Cocok untuk Dana darurat :

1. Mudah

Anda tidak perlu repot dan pusing untuk memantau investasi setiap saat, karena uang Anda akan dikelola oleh manajer investasi yang profesional.

2. Likuid

Dana yang ada di reksadana pasar uang ini mudah dicairkan (sangat likuid) tanpa harus menunggu jatuh tempo, sehingga memudahkan jika kita sedang butuh dana dalam waktu cepat.

3. Bebas Pajak

Peraturan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 2 huruf (i), yang berbunyi: “Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif.”

4. Risiko Rendah

Jenis instrumen ini memiliki fluktuasi yang rendah dan pergerakan aset yang relatif stabil.

5. Murah

Modal awal untuk investasi reksadana pasar uang syariah sangat murah dan mudah dibeli. Hanya dengan modal Rp100.000, kita sudah bisa melakukan investasi di reksadana syariah pasar uang. Bahkan kini sebagian produk reksadana pasar uang syariah sudah bisa dibeli mulai Rp10.000.

Produk Reksadana Pasar Uang Syariah di Bareksa

Sumber: Data Bareksa per 29 Maret 2022

Kinerja reksadana pasar uang syariah yang tersedia di Bareksa berhasil mencatatkan cuan hingga 4,55 persen setahun terakhir (per 29 Maret 2022). Nilai imbalan tersebut jauh lebih tinggi dari deposito yang saat ini rata-rata hanya memberikan bunga 3,5 persen.

Selain itu imbal hasil reksadana pasar uang syariah tidak dipotong pajak, adapun bunga deposito baik konvensional maupun syariah masih dipotong pajak 20 persen.

Menarik bukan? Segera siapkan dana darurat yang sesuai prinsip syariah agar kita tidak hanya cuan, namun dana kita aman dan terbebas dari unsur riba. Yuk segera investasi di reksadana pasar uang syariah!

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.